TAPAKTUAN – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Tapaktuan menyelenggarakan kegiatan Press Release Kinerja APBN serta Evaluasi Pelaksanaan Anggaran untuk periode Agustus 2025 pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams ini dihadiri oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pengelola keuangan satuan kerja (Satker) di lingkup KPPN Tapaktuan.
Kepala KPPN Tapaktuan, Bapak Sukadi, membuka acara dengan memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah kerja yang mencakup empat kabupaten/kota. Tercatat, realisasi belanja APBN hingga 25 Juli 2025 telah mencapai angka 57 persen.
Tantangan Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025
Dalam pemaparannya, Sukadi menyoroti beberapa tantangan krusial yang dihadapi dalam pelaksanaan anggaran tahun 2025. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian antara lain:
-
Ketertiban satuan kerja dalam mengelola anggaran agar tepat waktu
-
Masalah dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi isu struktural.
-
Kurangnya koordinasi antara tim perencanaan anggaran di Satuan Kerja.
-
Masih rendahnya pemanfaatan transaksi digital.
-
Pemahaman yang belum optimal terkait perencanaan pola belanja dan penetapan target capaian output.
-
Risiko penumpukan kontrak yang baru dimulai pada akhir tahun.
Terkait Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), capaian nilai untuk periode Agustus 2025 tercatat sebesar 74,80 (belum termasuk data Capaian Output). KPPN Tapaktuan menghimbau satuan kerja untuk mewaspadai aspek Deviasi Halaman III DIPA, Penyerapan Anggaran, serta Pengelolaan UP/TUP guna menjaga kualitas kinerja anggaran di triwulan berikutnya.
Pentingnya Security Awareness di Era Digital
Selain evaluasi anggaran, agenda penting lainnya adalah sosialisasi Security Awareness yang dibawakan oleh Bapak Syukri dari Subbagian Umum. Sesi ini menekankan pentingnya menjaga keamanan akun pengguna aplikasi Kementerian Keuangan.
Narasumber menegaskan bahwa kata sandi (password) adalah garis pertahanan pertama dalam keamanan digital. Menggunakan kata sandi yang lemah diibaratkan seperti memiliki kunci yang sama untuk rumah, mobil, dan brankas yang mudah ditiru orang lain. Perlindungan akun sangat vital karena menyangkut keamanan identitas pribadi, aset finansial, hingga informasi rahasia pekerjaan.
Komitmen Layanan
Menutup kegiatan, KPPN Tapaktuan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi dan kapasitas pengelola keuangan serta memperkuat forum koordinasi dengan satuan kerja. Hal ini dilakukan demi mendukung pelaksanaan anggaran belanja negara yang sesuai dengan regulasi dan rencana yang telah ditetapkan.




