- Regional
- Dilihat: 2948
GEDUNG BARU & SEMANGAT PERUBAHAN
Liputan Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru KPPN Sinjai
Sinjai, djpbn.kemenkeu.go.id - KPPN Sinjai pada tahun anggaran 2012 direncanakan akan memiliki gedung baru berlantai dua. Awal pembangunannya ditandai dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pada tanggal 7 Agustus 2012 oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Selatan Pardiharto. Acara tersebut diawali dengan laporan Kepala KPPN Sinjai Made Cana Armaya. Gedung baru KPPN Sinjai berlokasi di Jalan K.H. Abdul Latif, Sinjai dengan luas bangunan 750m2 pada luas tanah 2.151m2, yang sesuai rencana akan selesai pada bulan Desember 2012.
Dalam kesempatan tersebut Pardiharto menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru KPPN Sinjai merupakan salah satu bagian penting dari pengembangan organisasi secara keseluruhan dalam memberikan layanan terbaik kepada mitra kerja. Hal itu mengingat tahapan reformasi birokrasi saat ini berada pada fase transformasi kelembagaan. Fase ini menuntut organisasi dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik, dan didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa pada tahun 2012 semua KPPN akan menjadi percontohan dan siap untuk menyongsong pelaksanaan SPAN, sekaligus memulai fase penajaman fungsi Bendahara Umum Negara (BUN). Oleh karenanya, pembangunan gedung baru KPPN Sinjai menjadi hal yang sangat strategis, dalam artian KPPN memiliki tanggungjawab yang besar terhadap kualitas layanan kepada mitra kerja untuk mencapai visi Ditjen Perbendaharaan, yaitu “Menjadi pengelola perbendaharaan negara yang profesional, modern, dan akuntabel guna mewujudkan manajemen keuangan pemerintah yang efektif dan efisien”.
Pardiharto memberikan semangat yang tinggi terhadap para pegawai. Beliau mengharapkan gedung baru tersebut dapat menjadi pemicu bagi para pegawai, dan menjadi wadah untuk lebih mengembangkan kapasitas diri sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagai BUN yang profesional, akuntabel, dan terpercaya.
Di tengah-tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1433 H, dengan penuh semangat kepala kanwil bersama rombongan hadir di KPPN Sinjai dalam kunjungan kerja selama dua hari, yaitu tanggal 6 dan 7 Agustus 2012. Beliau berkesempatan melaksanakan buka puasa bersama dengan para pegawai, lalu melanjutkannya dengan acara sholat tarwih bersama di musholla KPPN Sinjai.
Pada kesempatan itu Pardiharto menjelaskan tentang postur APBN. Dijelaskannya, bahwa KPPN mempunyai peranan penting terhadap pembentukan APBN untuk mencapai tujuan Negara, yakni masyarakat adil, makmur, dan sejahtera (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). Beliau sangat antusias memberikan motivasi kepada pegawai untuk mengubah pola-pikir dalam mengelola APBN (man jadda wa jada). Selain itu, dihimbaunya agar KPPN tidak hanya memperhatikan pengeluaran untuk meningkatkan penyerapan anggaran, tetapi juga harus melakukan inovasi-inovasi terbaru dalam hal menjaga penerimaan negara agar tetap dalam kondisi yang sesuai. Pada akhir acara beliau mengatakan bahwa “tranformasi” lebih dahsyat perubahannya daripada reformasi. Dan beliau menutup pengarahannya dengan yel-yel: ”Transformasi ...Yes!”.
Oleh : Syamsuddin Talib (Kontributor KPPN Sinjai)








Sebelumnya, Kepala Kanwil, IBG Kartika Manuaba memberikan ucapan selamat datang dan menyambut dengan hangat para pimpinan wakil rakyat tersebut. Pada kesempatan itu IBG Kartika Manuaba menjelaskan reformasi birokrasi yang sudah dan akan dilaksanakan Ditjen perbendaharaan antara lain yaitu mulai 1 Oktober 2012, semua kantor pelayanan Ditjen Perbendaharaan berstatus KPPN Percontohan.
Sharing Knowledge ini merupakan action plan dari surat Direktur Pengelolaan Kas Negara tanggal 27 Juli 2012 Nomor: S-6423/PB.3/2012 sebagai penyebaran materi yang diperoleh pada Bimtek Perencanaan Kas dan RPA di Jakarta tanggal 16-18 Juli 2012. Sharing Knowledge tersebut diikuti oleh 38 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Bagian Umum dan Bidang di Kanwil, KPPN Yogyakarta, Wonosari dan Wates, Penyuluh Perbendaharaan dan pejabat/staf yang terkait.Materi disampaikan oleh dua orang narasumber yaitu Sri Mulyani dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta dan Ristanto Abdullah dari KPPN Yogyakarta, kedua narasumber adalah peserta yang telah mengikuti Bimtek Perencanaan Kas di Jakarta. Dari 11 materi yang didapatkan pada Bimtek, dipaparkan 5 materi, sedangkan materi lainnya diberikan dalam bentuk CD. Materi yang disajikan pada kegiatan ini yaitu Kebijakan Teknis Perencanaan Kas 2012, Aplikasi MOKA, Aplikasi Perencanaan Kas Satker, Aplikasi Perencanaan Kas KPPN dan Perencanaan Kas pada Satker dalam Kerangka Implementasi SPAN. Dari materi yang dipaparkan oleh narasumber, dapat disimpulkan bahwa perencanaan kas dan penyerapan anggaran merupakan dua hal yang saling mendukung dan dapat berjalan secara harmonis, meskipun dalam pelaksanaannya kadang sulit dilakukan.
n tengah ruang layanan di belakang petugas front office terpampang megah backdrop ikon Kanwil Ditjen Perbendaharaan atau ikon Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.
GKM berjalan lancar dan menarik. Banyak pertanyaan dari peserta sehingga suasana semakin hidup, termotivasi keingintahuan yang mendalam. Apalagi penjelasan Istianah dan Joko yang gamblang sehingga memudahkan peserta untuk memahami materi modul. Pada pemaparan modul terakhir, yaitu GL dan Pelaporan, Joko Sumedhi memotivasi peserta dengan yel-yel “salam transformasi”, yang disambut secara lantang oleh peserta dengan pekikan “berubah!“ sambil mengepalkan tangan antusias.
Selanjutnya, Kepala KPPN mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan GKM Modul SPAN yang sangat menarik. Harapannya, semoga dalam implentasi SPAN nantinya dibarengi dengan payung hukum proses bisnis SPAN sehingga apa yang dicita-citakan bersama bisa tercapai. Dalam GKM tersebut peserta membuat pernyataan: “Tak sabar menunggu hari esok untuk memakai SPAN”! Sebagai penutup ditayangkan animasi proses bisnis SPAN oleh Miss SPAN, dan mendapat respon meriah dari para peserta.
Memasuki ruang middle office, penataan arsip menjadi perhatian utama Iskandar. “Arsip harus mulai diberikan perhatian lebih, mengingat fungsi arsip yang kritikal sebagai alat informasi dalam pengambilan keputusan, alat bukti bila diperlukan dan juga alat transparansi birokrasi,“ demikian ia berpesan. Menurutnya, arsip elektronik atau e-filling menjadi solusi terbaik untuk menciptakan tatanan arsip yang rapi.
Selanjutnya, Hari Utama juga berpesan bahwa pelaksanaan Rakor disamping sebagai sarana memperkuat jalinan koordinasi, diharapkan dapat menghasilkan solusi alternatif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi melalui sumbangan pemikiran dari segenap peserta sehingga tugas pelayanan semakin sempurna.
rkualitasnya penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat ( LKPP ) pada akhir tahun. Reorganisasi di lingkup Ditjen Perbendaharaan juga menjadi isu hangat yang disampaikan Kepala Bidang PA, Ana Sariasih. Masalah Gratifikasi terus diingatkan kepada segenap pegawai melalui pemaparan Kepala Bagian Umum Abubakar A.B., demikian juga Kepala Bidang Aklap, Juli Kestijanti dan Kepala Bidang PP, Tedjo Prakosa, secara bergantian memberikan penekanan khususnya terhadap penyelesaian LKPP , rekonsiliasi serta pembinaan KPPN. Solusi alternatif yang disumbangkan para peserta menjadi jawaban yang tepat dalam rangka meningkatkan pelayanan yang sempurna yang menjadi dambaan stakeholder dan pada akhirnya berdampak pada optimalnya penyerapan serta berkualitasnya Laporan Keuangan. 

