Liputan Workshop Penyusunan LKPP di KPPN Padang Sidempuan
Padang Sidempuan, djpbn.kemenkeu.go.id - “Selamat Pagi...!!, Semangat Pagi...!!, Horas...!! Halo...!!, Halo...!! Horas...!!, LKPP...!!. WTP....!!” Itulah yel-yel pemecah keheningan pagi para peserta workshop dengan tema “Menuju Tercapainya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2012 dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” di Aula MAN 2 Padang Sidempuan.
Workshop tersebut diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Padang Sidempuan. Hadir sebagai peserta 140 pejabat pengelola keuangan satuan kerja dalam wilayah kerja KPPN Padang Sidempuan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan salah satu program kerja Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Padang Sidempuan pada tahun 2012 dengan tujuan meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan (LK) satuan kerja. Workshop yang diselenggarakan selama dua hari pada 17 – 18 Juli 2012, dibuka langsung oleh Kepala KPPN Padang Sidempuan, Makmur Sihombing. Berbeda dari penyelenggaraan sosialisasi kepada satuan kerja sebelumnya, workshop ini dikemas dalam bentuk motivational building.
Sebagai narasumber utama, Agustinus Prasetyo, Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Padang Sidempuan ini, pertama-tama mengajak peserta membayangkan suatu negara impian yang menjadi harapan semua orang karena pemerintahnya mengelola keuangan negara secara baik, transparan, dan akuntabel. Peserta diajak merenung dengan diiringi alunan instrumen dan pembacaan narasi inspiring achievement dalam suasana hening, tenang dan lampu ruangan dipadamkan. Selanjutnya kegiatan workshop dilakukan secara santai, narasumber dan peserta berkomunikasi dua arah, diselingi pemutaran beberapa video dan lagu-lagu yang mengandung nilai motivasi. Selain itu, sebagai apresiasi kepada peserta yang aktif dan bersedia berbagi pengetahuan dengan peserta lain, narasumber memberikan rewards yang membuat peserta menjadi lebih antusias.
Menurut Agustinus, dengan menampilkan grafik peningkatan jumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang memperoleh LKPP dengan opini WTP dari BPK sejak 2004 s.d. 2011, diharapkan peserta dapat lebih termotivasi dan berusaha keras untuk mendukung terwujudnya LKPP Bagian Anggaran BUN 2012 yang predikat WTP pula. Hal ini juga merupakan sikap optimis pemerintah, karena LKPP yang berpredikat WTP sejalan dengan prinsip good governance, dalam hal pengelolaan keuangan negara yang transparent dan accountable. Selain itu narasumber menjelaskan pula manfaat LKPP yang berpredikat WTP dapat memperkuat bargaining power Indonesia di mata internasional, sehingga secara tidak langsung Foreign Direct Investment dapat ditingkatkan yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Agustinus melanjutkan, untuk meningkatkan kualitas LK K/L dapat dimulai dari hal-hal kecil tetapi viable. Upaya ini membutuhkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak, yaitu satuan kerja pengelola keuangan dan KPPN. Pejabat Pengelola Keuangan satuan kerja diajak untuk mengubah mid-set dari melakukan pekerjaan secara biasa menjadi luar biasa yang diawali dengan hal-hal kecil tapi bermakna besar. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman terhadap peraturan di bidang keuangan yang berkaitan langsung dengan tugas pokoknya. Secara tidak langsung, hal ini akan bermanfaat untuk menerapkan internal control. Begitu pula bendahara dan petugas operator komputer agar melakukan double check terhadap beberapa kunci penting pada saat menyusun pembukuan dan melakukan input data, misalnya, penggunaan kode BAES1, satker, akun, output, nomor dan nama pemegang rekening, status rekening aktif/pasif, dan lainya.
Masih menurut Agustinus, double check agar dilakukan sebelum menyampaikan SPM dan ADK ke KPPN dan pada saat akan melakukan penyetoran uang di bank/giro pos, sehingga dapat mencegah terjadinya kekeliruan lebih jauh. Tidak ketinggalan, penggunaan aplikasi yang updated juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Dirinya menyarankan peserta untuk mengakses situs www.perbendaharaan.go.id untuk mengikuti perkembangan terbaru di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (Ditjen PBN). Sebagai sarana latihan, narasumber memberikan arahan penyusunan action plan yang berkaitan dengan metode pelaksanaan double check pada pembuatan SPM dan penyetoran penerimaan negara, baik pajak maupun bukan pajak.
Di sisi lain, Agustinus memaparkan, KPPN selain berusaha meningkatkan kompetensi SDM di bidang teknologi informasi, upaya untuk patuh terhadap peraturan dan Standar Operational Procedure (SOP) juga menjadi hal yang esensial karena hal ini dapat memitigasi resiko, baik terhadap kualitas LK maupun terhadap pegawai sebagai individu. Sementara itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, narasumber memperkenalkan metode rekonsiliasi LK secara elektronik melalui email yang selama ini sudah dilakukan di KPPN-KPPN lain.
Sebelum acara ditutup, Kepala KPPN menyampaikan materi berkaitan dengan pertanggungjawaban Bea Materai dan menyampaikan larangan pemberian gratifikasi kepada pegawai KPPN. Selain itu, materi tambahan berupa Pengetahuan Dasar Sistem Perbendaharan dan Anggaran Negara (SPAN) dan penekanan terhadap penyelesaian registrasi PIN PPSPM disampaikan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana.
Kegiatan workshop ini juga menarik perhatian media elektronik lokal, yaitu PabuyungPos.com yang berkesempatan mewawancarai narasumber di akhir acara.
Oleh: Agustinus Prasetyo – Kontributor KPPN Padang Sidempuan