- Regional
- Dilihat: 2424
Silaturahmi dengan Pemerintah Daerah
Liputan penyerahan DIPA 2012 KPPN Tapaktuan
Tapaktuan, djpbn.kemenkeu.go.id Pada Jumat (23/12) yang lalu bertempat di aula BKPP Kabupaten Aceh Selatan berlangsung acara penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012 kepada Kuasa Pengguna Anggaran lingkup KPPN Tapaktuan yang membawahi 3 kabupaten dan 1 kota. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Aceh Singkil, Walikota Subulussalam, Wakil Bupati Aceh Barat Daya, dan Kepala DPKKD Aceh Selatan. Hadirnya para Kepala Daerah dipandang perlu dalam rangka penyampaian informasi yang berkaitan dengan APBN untuk daerah mereka yang mendapatkan Tugas Pembantuan (TP) atau Urusan Bersama (UB) termasuk di dalamnya dana kepada satuan kerja vertikal. “Semoga tidak terjadi penganggaran ganda pada APBN dan APBD untuk program yang sama di suatu SKPD.” tutur Azwar, Kepala KPPN Tapaktuan.
Kepala KPPN yang baru menjabat selama sebulan itu juga menawarkan forum diskusi dengan pemerintah daerah tentang pengelolaan Keuangan jika dibutuhkan. “Jika Bapak-bapak butuh informasi, tidak perlu jauh-jauh datang ke jakarta, lebih efisien,” tambahnya, disambut dengan tepuk tangan para hadirin. Kepala Daerah memiliki kepentingan dalam dana APBN yang ditetapkan setiap tahunnya. Selain Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana
Alokasi Khusus (DAK) yang mengucur ke Kas Daerah, pemerintah daerah juga berhak atas dana APBN yang berkaitan dengan TP/UB untuk daerahnya termasuk juga dana APBN yang sifatnya dialirkan kepada satuan kerja vertikal. Lain daripada itu, kepala KPPN yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi di Direktorat Pelaksanaan Anggaran DJPBN itu juga ingin mempererat kerja sama dan silaturahmi dengan pemerintah daerah lingkup KPPN Tapaktuan.
Acara yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, terpaksa dimulai 20 menit kemudian mengingat para undangan sebagian besar belum hadir. Hal ini disebabkan acara dimulai usai shalat Jumat. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa agar prosesi penyerahan DIPA berjalan lancar, setelah itu pemaparan Laporan KPPN Tapaktuan. Dalam paparannya, Azwar mengemukakan asumsi-asumsi ekonomi makro dalam penganggaran APBN 2012, selain itu juga ditambahkan beberapa faktor yang menghambat penyerapan anggaran selama ini. Acara pun dilanjutkan dengan penyerahan DIPA secara simbolik kepada empat kepala daerah yang menghadiri acara tersebut. Meski sempat diguyur hujan, acara
penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012 di KPPN Tapaktuan berjalan lancar.
137 DIPA dibagikan kepada satuan kerja pada hari itu dengan total dana sebesar Rp430.798.875,-, dengan rincian untuk Kabupaten Aceh Selatan mendapat dana sebesar Rp218.977.036.000,-, Kabupaten Aceh Singkil Rp96.176.313.000,-, Kabupaten Aceh Barat Daya Rp84.741.813.000,-, dan Kota Subulussalam sebesar Rp30.445.635.000,-. Dengan telah dibagikannya DIPA 2012 kepada satuan kerja, diharapkan perencanaan penarikan dan penyerapan anggaran dapat berjalan maksimal.
oleh: Gigih Alfrian - kontributor KPPN Tapaktuan








Materi Pertama yang mengambil Tema Pentingnya Sinergi KPPN dengan Bank/Pos dalam Rangka Pelaksanaan menghadapi akhir tahun anggaran 2011 dipandu oleh Agus Effendi, Kepala Seksi Bank/Giro Pos. Agus Effendi menyampaikan hal-hal penting menyangkut penegasan kembali penentuan batas waktu bagi Bank Persepsi/Bank Devisa Persepsi/Pos Persepsi dalam rangka Penerimaan Negara di akhir tahun. Serlain itu juga, penentuan batas waktu bagi Bank Persepsi PBB dan BO III PBB dalam rangka Penerimaan PBB dan Pembagian PBB, ketepatan jam buka maupun tutup loket Penerimaan, penyampaian LHP, serta hak dan kewajiban-kewajiban Bank Persepsi/Bank Devisa Persepsi/Pos Persepsi dari batas waktu Pelimpahan Penerimaan Negara.
Menurut Kepala KPPN Batam Fauzi Syamsuri, DIPA tahun anggaran 2012 yang akan disalurkan melalui KPPN Batam adalah 118 DIPA, dengan jumlah pagu sebesar Rp926,84 miliar. Rinciannya, untuk Batam 85 DIPA dengan nilai pagu Rp711,66 miliar dan untuk Karimun 33 DIPA dengan nilai pagu Rp215,18 milyar. “Hal ini belum termasuk DIPA DBH PBB perkotaan dan pedesaan yang penyalurannya juga dilakukan melalui KPPN Batam,” paparnya.
Proses penyelesaian dan pengesahan DIPA di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung yang dimulai tanggal 1 s.d. 3 Desember 2011, merupakan bagian dari tahap akhir seluruh proses penyusunan APBN yang sekaligus adalah tahap awal pelaksanaan anggaran. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, menyerahkan DIPA TA 2012 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran pada tanggal 22 Desember 2011 di Balai Keratun Provinsi Lampung. Di tahun 2012 ini, Provinsi Lampung mendapat dana APBN sebesar 18,33 trilyun rupiah, dari total belanja negara 1.435,4 triyun rupiah yang ditetapkan dalam APBN TA 2012, atau meningkat sebesar 19,85% dibanding dana yang diterima pada tahun anggaran 2011. Dana tersebut meliputi dana dalam DIPA Satker Kantor Pusat, DIPA Satker Kantor Daerah, DIPA Satker Dekonsentrasi, DIPA Satker Tugas Pembantuan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Pajak, Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam, dan Dana Penyesuaian, terdiri atas 695 DIPA yang diberikan kepada .... Satker.
Untuk menghindari terjadinya permasalahan-permasalahan tersebut di masa datang, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, meminta dukungan dan kerjasama kepada semua pihak terkait agar penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2012 lebih baik lagi. Kakanwil Ditjen Perbendaharaan juga mengucapkan terima kasih kepada para Kuasa Pengguna Anggaran beserta jajarannya atas kerja keras dan dedikasinya selama proses penyusunan dan pengesahan DIPA sehingga DIPA dapat diserahkan tepat waktu sesuai rencana.
Acara pada hari itu dihadiri 90% Satuan Kerja yang diwakili oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Petugas Operator Sistem Aplikasi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA). Acara dipandu oleh Bandung Sapardi.
penerimaan dan pengeluaran dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara atas uang yang dikelolanya. Berdasarkan data di KPPN Bau-Bau, LPJ Bendahara yang disampaikan masih belum sempurna sehingga diharapkan dengan acara sosialisasi tersebut setiap Bendahara Satuan Kerja dapat menyampaikan LPJ-nya secara akurat dan tepat waktu.
Total TUP yang diberikan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY sebesar Rp 62.054.091.740,-. Jumlah uang sebesar ini hanya dapat digunakan sampai dengan akhir tahun 2011. Sisa TUP yang tidak digunakan harus disetor ke Kas Negara paling lambat tanggal 30 Desember 2011 dan Surat Perintah Membayar (SPM) Ganti Uang Persediaan (GUP) diajukan ke KPPN paling lambat tanggal 5 Januari 2012. Mengingat jumlah dan batasan waktu inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya acara rapat koordinasi. Adapun tujuan rakor ini adalah untuk pengamanan pengeluaran Negara khususnya TUP akhir tahun agar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik, benar, tepat waktu, tepat jumlah dan akuntabel. Selain itu, diharapkan dengan pertemuan ini ada pemahaman yang sama dari para satker tentang hakekat TUP yaitu bahwa TUP adalah digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang nyata dan mendesak. Bukan asal dana bisa ditarik dan tidak hangus, penggunaannya baru dipikirkan kemudian.
Sri Nuryati meyakinkan kepada para peserta bahwa dengan penerapan PMK 170/PMK.05/2010 secara konsekuen akan mempercepat proses penyerapan anggaran pada masing-masing satker. Narasumber menyampaikan beberapa tips agar pertanggungjawaban TUP akhir tahun berjalan dengan baik. Tips pertama : GUP diajukan secara bertahap, yang sudah selesai agar langsung diajukan ke KPPN, tidak menunggu selesai semuanya. Tips kedua : Pada tanggal 29 Desember 2011 agar meneliti saldo TUP, dikonfirmasi/direkon dengan KPPN dan disetor ke Kas Negara. Tips ketiga adalah jaga kesehatan, karena dengan badan dan jiwa yang sehat, tugas atau pekerjaan seberat apapun dapat diselesaikan dengan benar, cermat dan akuntabel.
Selepas senam pagi, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Bali didampingi oleh para Kepala Bidang menjamu para pegawai untuk sarapan pagi bersama. Hal yang menarik terjadi ketika para pejabat kanwil waktu itu berperan sebagai petugas yang menyiapkan dan melayani sarapan masing-masing pegawai. Dalam kesempatan ini disiapkan lima macam menu sarapan yakni Bubur Ayam, Lontong Sayur, Siomai, Nasi Kuning dan Soto Ayam lengkap dengan beberapa macam minuman ringan pelepas dahaga. Suasana kebersamaan, keakraban, dan kekeluargaan terjalin antara atasan dan bawahan pada saat itu. Hal ini mencerminkan bagaimana seharusnya pelayanan prima dilaksanakan dimana pimpinan pun seyogyanya bisa melayani bawahannya.
cara dilanjutkan dengan penampilan masing-masing kelompok yang menggambarkan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan. Secara bergantian tiap-tiap kelompok mempertontonkan beragam performance yang melambangkan penjabaran dari pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan.
“Sekarang pilihan ada pada masing-masing pegawai apakah ikut berpatisipasi dalam “angin perubahan” di lingkup Kementerian Keuangan atau tetap menjadi pegawai biasa-biasa saja. Kalau ingin berubah marilah kita secara bersama-sama dalam melaksanakan tugas pekerjaan kita sehari-hari mengimplementasikan nilai-nilai Kementerian Keuangan” demikian pernyataan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali dalam sambutannya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali Ni Luh Putu Kumalawati, dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para Kuasa Pengguna Anggaran beserta jajarannya, atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan selama proses penyusunan dan pengesahan DIPA hingga dokumen anggaran yang sangat penting artinya bagi kegiatan pemerintahan ini dapat diserahkan tepat waktu sesuai rencana. 

