- Regional
- Dilihat: 3240
Mengupas Proses Bisnis SPAN dari Bumi Anoa
Liputan Sosialisasi Proses Bisnis dalam SPAN di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara
Kendari, djpbn.kemenkeu.go.id – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan dukungan dan komitmen terhadap implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). Dalam rangka meningkatkan pemahaman secara komprehensif, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Sosialisasi SPAN. Penyelenggaran sosialisasi bertempat di Swiss-Bel Hotel Kendari tanggal 12 s.d.13 Desember 2011 dengan menitikberatkan topik pada “Proses Bisnis dalam Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN)”. Acara sosialisasi ini berlangsung pada malam hari pukul 19.00 WITA. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang semakin meningkat dalam menghadapi akhir Tahun Anggaran 2011.
Acara sosialisasi ini sangat istimewa, karena jika sebelumnya hanya dilakukan oleh Duta SPAN Unit, kali ini Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara mengundang Tim dari Direktorat Transformasi Perbendaharaan (DTP). Dalam sosialisasi ini juga, selain mengundang semua jajaran pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari, juga diundang beberapa Kuasa Pengguna Anggaran Satker lingkup kerja KPPN Kendari.
Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil menyampaikan bahwa acara sosialisasi kali ini merupakan sosialisasi keempat yang telah dilakukan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara dan KPPN Kendari. Kepala Kanwil juga berpesan kepada peserta untuk berpartisipasi secara aktif karena acara ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk memperoleh informasi sekaligus memberikan pertanyaan langsung kepada “ahli”-nya.
Pada sesi kedua, Ketua Tim dari Direktorat Transformasi Perbendaharaan, Saiful Islam, memaparkan perkembangan terbaru mengenai SPAN. Beliau menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu Tim SPAN telah melakukan pertemuan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diwakili oleh Auditor Utama III, untuk menginformasikan bahwa Ditjen Perbendaharaan, DJA dan PUSINTEK sedang mengembangkan suatu sistem yang akan bersinggungan dengan Auditing. Diharapkan di kemudian hari akan ada konektifitas antara SPAN dengan sistem e-audit yang sedang dikembangkan oleh BPK, dalam rangka meningkatkan pengelolaan Keuangan Negara terutama dari sisi auditing secara elektronik. Selain itu Saiful Islam juga menjelaskan bagaimana SPAN akan dapat mengakomodir ide-ide penganggaran berbasis kinerja (performance base budgeting) serta pencatatan akuntansi dengan basis akrual. Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa jadwal roll out SPAN yang akan dimundurkan dikarenakan jadwal pelaksanaan User Acceptance Test (UAT) dengan pihak bussines owner yang mundur.
Di hari kedua, Tim dari DTP, Bungkus Sasongko, memaparkan materi mengenai manajemen DIPA. Bungkus Sasongko menjelaskan bahwa dengan SPAN akan dilakukan penyempurnaan proses bisnis DIPA antara lain proses pengesahan DIPA, revisi DIPA, Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Dana, Vote on Account, Cash Limits, Carryforward serta Pelaporan Keuangan dan Kinerja. Pada kesempatan ini dijelaskan mengenai proses alur data RKA-KL dari database hyperion DJA kemudian dilakukan import data pada database oracle DJPBN untuk dilakukan jurnal apropiation dan proses allotment yang selanjutnya di validasi menjadi DIPA. Selain itu dengan implementasi SPAN, Halaman III DIPA akan dijaga keakurasiannya karena merupakan Annual Financial Plan (AFP) awal dalam rangka menjamin ketersediaan kas dan pengaturan penempatan cadangan kas oleh Bendahara Umum Negara (BUN) disamping juga sebagai rencana penarikan dana oleh Satker.
Pada sesi kedua, dipaparkan perubahan mekanisme pembayaran dalam rangka implementasi SPAN yang dibawakan oleh Tim dari DTP, Jatmiko. Dalam pemaparan ini dijelaskan mengenai integrasi proses bisnis dan database antara Satker dan KPPN, perubahan pola koneksitas antara Satker dan KPPN, perubahan proses bisnis pembayaran antara lain dengan pembangunan data supplier dan pencatatan komitmen serta pengiriman Resume Tagihan dan SPM, perubahan koneksitas antara manajemen pembayaran dengan manajemen kas melalui penerapan jatuh tempo tagihan, dan Less Paper Workflow dalam penerapan SPAN nantinya. Jatmiko juga menjelaskan komitmen SPAN yang tidak akan mengurangi kualitas pelayanan dari segi waktu, akurasi, biaya dan volume, dimana Satker tetap mendapatkan kepastian terkait SPM yang diajukan dalam bentuk Surat Persetujuan Pembayaran Tagihan (SPPT) yang akan diterbitkan kurang dari 1 jam, yang kemudian akan diterbitkan SP2D kepada Bank sesuai dengan jatuh tempo tagihan yang telah ditetapkan oleh Satker.
Sebagai kesimpulan, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara selaku moderator menyampaikan antara lain SPAN akan memfasilitasi keterkaitan erat antara penganggaran, pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban anggaran untuk mencapai kinerja; manajemen DIPA akan mampu meningkatkan disiplin fiskal seperti anggaran pendapatan yang akan dicantumkan dalam DIPA dan dari sisi anggaran belanja mengakibatkan kepatuhan dalam penganggaran dan pencairan anggaran menjadi jelas; manajemen komitmen dan manajemen pembayaran pada SPAN akan mendorong manajemen kas yang lebih baik melalui TSA dan AFS yang dapat meminimalisir idle cash; SPAN dapat mempercepat eksekusi program dan kegiatan melalui penyerapan anggaran yang efektif dan efisien; terkait dengan proses bisnis yang berubah drastis maka diperlukan perubahan mindset di semua level pegawai DJPBN; dan perlunya menumbuhkan sikap optimisme bahwa dengan implikasi penerapan SPAN, setiap pekerjaan akan difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti jaringan, IT dan kondisi bekerja yang lebih nyaman.
Pada akhir acara Tim dari DTP menyerahkan tanda mata kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara dan peserta yang paling aktif dalam memberikan pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Seluruh peserta sosialisasi terlibat aktif dalam diskusi di masing-masing sesi. Antusiasme diperlihatkan oleh para peserta, karena dengan sosialisasi inilah mereka dapat mengetahui gambaran proses bisnis yang akan mereka terapkan mulai tahun anggaran 2012.
Oleh: Hendry Wibowo dan Andi Permadi – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara








Sebelumnya, acara diawali penyampaian laporan oleh Ketua Panitia, Sunarto. Dalam laporannya disampaikan bahwa pada rakortek kali ini yang diprakarsai Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta, telah mengundang sebanyak 40 instansi yang terdiri dari Kanwil Ditjen Pajak, KPP, KPBC, Bank Indonesia dan Bank/Pos Persepsi di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta.
Para peserta sosialisasi yang berasal dari 77 satker dan 8 bank di wilayah kerja KPPN Tanjungbalai tampak antusias menyimak materi yang disampaikan narasumber. Mereka berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Tema sosialisasi hari pertama adalah “Penyusunan LKPP T.A. 2011 dan Persiapan Pelaksanaan Anggaran T.A. 2012”, dipandu oleh Moderator Abdul Wahid. Kepala KPPN Tanjungbalai dalam sesi pertama menyampaikan hal-hal penting yang harus dipersiapkan oleh satker dalam rangka pelaksanaan anggaran T.A. 2012, sehingga penyerapan anggaran tahun depan diharapkan akan lebih proporsional dan lebih baik. Sesi berikutnya, Penyusunan LKPP T.A. 2011 dipaparkan oleh Kepala Seksi Vera, Wahyu Widhianto, menguraikan perlunya pemahaman terhadap laporan keuangan oleh pejabat perbendaharaan di setiap satker. Rekonsiliasi pada awal bulan, penyampaian LPJ Bendahara, dan penihilan saldo UP akhir tahun, serta pelaksanaan akuntansi akrual juga menjadi bahasan pada sesi kedua. Mengakhiri acara hari pertama, salah seorang pelaksana Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Muhammad Farid, memberikan bimbingan teknis Aplikasi SAKPA versi terbaru.
Sesi selanjutnya materi disampaikan oleh Paulina Latupeirissa dan Ma’ruf Hidayat dari seksi verifikasi dan akuntansi mengenai rekonsiliasi, LPJ Bendahara, serta penerapan berbasis akrual. Sebelum istirahat siang, disampaikan sosialisasi SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara)kepada peserta mengenai sistem baru yang akan segera dilaksanakan itu. Perkenalan mengenai SPAN ini disampaikan oleh Aris Januardi sebagai duta SPAN KPPN Merauke sebelumnya, meskipun saat ini telah mendapat tempat tugas barunya dikarenakan mutasi pegawai. Sesi terakhir, bimbingan teknis aplikasi Simak BMN materi disampaikan oleh Insan Salampessy.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. Dalam sambutannya, Achmad Saefudin telah memberikan gambaran pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan mewujudkan Pemerintahan yang Good Governance serta peningkatan dalam pelayanan kepada masyarakat. Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah membentuk KPPN Percontohan yang pada saat ini telah berjumlah 42 unit, menerapkan SOP KPPN Percontohan pada seluruh KPPN Non Percontohan di seluruh Indonesia, membentuk Layanan Unggulan pada seluruh Kantor Wilayah dan yang terbaru adalah membentuk layanan bergerak berupa KPPN Mobile, juga layanan filial KPPN di berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah yang sulit transportasinya.
Adapun materi yang dibahas pada hari pertama adalah meliputi peran KPPN dalam rangka percepatan realisasi anggaran dan percepatan pengesahan DIPA 2012. Sebagai narasumber materi ini adalah Budiarto Widodo dari Bidang Pelaksanaan Anggaran. Materi kedua adalah pengamanan database pada server KPPN yang disampaikan Kepala Sub Bagian Dukungan Teknis, Ricardo Hutapea. Materi ketiga yaitu retur SP2D disampakan Supiyono dari Bidang Pembinaan Perbendaharaan I. Terakhir evaluasi LKPP kuasa BUN KPPN Untung Setya Nugraha dari Bidang Akuntansi dan Pelaporan.
Pada sabtu malam, dilangsungkan acara ramah-tamah yaitu masing-masing peserta dan narasumber menyanyikan lagu dengan diiringi musik organ tunggal. Kemudian acara dilanjutkan dengan bermain sepak bola dengan bola api khas budaya debus Banten sebagai bolanya. Acara sepak bola api berlangsung cukup meriah dan lama sehingga menjadi tontonan penghuni lain hotel Mambruk Anyer.
Survei kesiapan perubahan tahap kedua merupakan kelanjutan survei kesiapan perubahan tahap satu yang hasilnya masih belum sesuai yang diharapkan.

