Liputan Peresmian KPPN Percontohan Manokwari
Manokwari, djpbn.kemenkeu.go.id -Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Papua dan Papua Barat Bjardianto Pudjiono meresmikan KPPN Percontohan Manokwari, Rabu (30/11), di KPPN Manokwari. Acara dihadiri oleh Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Asisten Daerah II Pemerintah Propinsi Papua Barat, Ketua DPRD Manokwari, Komandan Distrik Militer Manokwari, Kapolres Manokwari, Ketua Pengadilan Negeri Manokwari, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Kepala Fasarkhan TNI AL Manokwari, Tokoh Masyarakat dan KPA pada wilayah pembayaran KPPN Manokwari.
Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan semangat para pegawai KPPN Manokwari dalam mensukseskan acara peresmian KPPN Manokwari sebagai KPPN Percontohan. Rombongan Kepala Kanwil Propinsi Papua dan Papua Barat beserta Asisten II Daerah Propinsi Papua Barat tiba di KPPN Manokwari disambut dengan tarian daerah papua yang dibawakan oleh beberapa penari lokal. Dengan diiringi musik daerah dan tari-tarian, Kepala Kanwil dan rombongan diantar ke tempat duduk yang telah disediakan.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Manokwari Anonom CF Sitinjak menyampaikan bahwa penetapan KPPN Manokwari sebagai salah satu KPPN Percontohan merupakan tantangan tersendiri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan merupakan komitmen bagi keluarga besar KPPN Manokwari dalam mendukung reformasi birokrasi di Kementrian Keuangan.
Pembentukan KPPN Percontohan Manokwari diharapkan dapat menghapus stigma negatif birokrasi pemerintah yang berbelit-belit, tidak transparan, tidak professional, dan stigma negatif lain. Anonom CF Sitinjak juga menyampaikan bahwa KPPN Manokwari dalam memberikan pelayanannya berpegang teguh pada semangat pengabdian yang mengutamakan efisiensi dan keberhasilan mencapai tujuan, yang dimanifestasikan dalam perilaku “melayani, bukan dilayani”, “mendorong, bukan menghambat”, “mempermudah, bukan mempersulit”, “sederhana, bukan berbelit-belit”, “terbuka untuk setiap orang, bukan segelintir orang”.
Selanjutnya Kepala Kanwil Propinsi Papua dan Papua Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa tekad jajaran Ditjen Perbendaharaan dalam memberikan layanan terbaik terkristalisasi dalam bentuk Pakta Integritas Anti Gratifikasi dan Komitmen Layanan Prima. Dalam kesempatan yang sama, Bjardianto Pudjiono juga menjelaskan tentang layanan unggulan pada KPPN Percontohan antara lain tentang penyelesaian SPM menjadi SP2D yang hanya membutuhkan waktu 1 jam sejak dokumen diterima secara lengkap dan benar serta layanan rekonsiliasi secara elektronik. Pada akhir sambutannya, Bjardianto Pudjiono berharap agar KPPN Percontohan Manokwari dapat bermanfaat secara optimal kepada seluruh mitra kerja maupun pada pertumbuhan ekonomi setempat.
KPPN Percontohan Manokwari diharapkan dapat menjadi role model bagi instansi pelayanan publik di Propinsi Papua Barat untuk benar-benar menjadi contoh penegakan martabat aparat pemerintah yang bersih dan professional, demikian disampaikan oleh Asisten II Daerah Propinsi Papua Barat mewakili Gubernur Papua Barat.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan tifa (alat musik pukul khas Papua, red) oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua dan Papua Barat yang menandakan bahwa KPPN Manokwari telah secara resmi menjadi KPPN Percontohan. Secara simbolis, Asisten Daerah II Pemerintah Propinsi Papua Barat menyematkan Pin kepada Kepla KPPN Manokwari, yang diikuti oleh seluruh pegawai dan tamu undangan. Pin tersebut mencerminkan slogan KPPN Percontohan Manokwari, yaitu Senyum, Sapa, Selesai. Selanjutnya dilakukan pengguntingan pita oleh Asisten II Daerah Provinsi Papua Barat.
Pada akhir acara, Anonom CF Sitinjak mengajak tamu undangan untuk menyaksikan secara langsung proses pelayanan mulai dari penerimaan SPM sampai menjadi SP2D. Sebagai contoh diambil data SPM dari Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Dalam waktu 35 menit, lembar ke-2 SP2D dapat diserahkan kepada satker Balai Penelitian Kehutanan Manokwari.
Oleh: Kontributor KPPN Percontohan Manokwari








Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, Djoko Wihantoro. Dalam sambutannya, Djoko Wihantoro menyampaikan bahwa organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah organisasi dinamis yang terus menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan saat ini dan di masa yang akan datang. Djoko Wihantoro juga menyatakan pentingnya implementasi nilai-nilai kementerian keuangan dalam menghadapi pelaksanaan tugas keseharian di kanwil dan KPPN untuk mendukung terciptanya budaya kerja yang prima di setiap unit kerja.
Pada bagian ketiga dibahas tugas Akuntansi dan Pelaporan meliputi peningkatan mutu penyusunan LKPP oleh KPPN dengan adanya keseragaman yang merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-36/PB/2009 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor SE-35/PB/2011, kewajiban KPPN untuk mengingatkan satker untuk menyetor sisa UP sebelum akhir tahun anggaran, serta persiapan rekomendasi bidang Aklap kepada Kantor Pusat DJPBN terkait penyempurnaan menu rekonsiliasi neraca pada aplikasi.
Dalam sambutannya Bilmar Parhusip mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk menerapkan Nilai-nilai Kementerian Keuangan, serta mengajak seluruh pejabat dan pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk langsung “tancap gas” dalam bekerja mengingat saat ini merupakan masa-masa yang krusial dalam menghadapi akhir Tahun Anggaran 2011.
Pada hari kedua, kegiatan dipimpin oleh Kepala Kanwil, dengan moderator Kepala Bagian Umum Patata, dilakukan pemaparan dan diskusi mengenai permasalahan yang terjadi di Kanwil maupun KPPN oleh para Kepala Bidang / Bagian yang terkait dengan permasalahan tersebut. Pada sesi pertama Kepala Bagian Umum memaparkan masalah Kepegawaian dan Keuangan, antara lain terkait dengan Aplikasi SILPA dan SILK. Sedangkan Kepala Bidang PA Imam Subagyo, memaparkan permasalahan Revisi DIPA terkait Daftar Revisi Anggaran APBN-P serta Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran. Selanjutnya Kepala Bidang PP Guruh Utomo, memaparkan permasalahan Dispensasi TUP, Retur SP2D dan permasalahan lainnya terkait BO I. Kemudian Kepala Bidang Aklap yang baru dilantik, Djemi Yohanes Rogi, memaparkan permasalahan pelaksanaan rekonsiliasi tingkat UAPPA-W, Transaksi Kiriman Uang yang masih terdapat selisih serta permasalahan terkait Data Harian kiriman dari KPPN (Seksi Vera). 
Nilai-nilai Kementerian Keuangan ini tak hanya berhenti pada tahapan pencetusannya saja. Akan tetapi, perlu tindak lanjut dengan diinternalisasikan nilai-nilai ini kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan agar dapat dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam pekerjaan keseharian. Menteri Keuangan sebagai pelopor dan inisiator dari gagasan nilai-nilai Kementerian Keuangan ini pun menghimbau kepada seluruh jajaran pejabat eselon I dan II agar menginternalisasikan nilai-nilai ini pada unit kerja masing-masing yang menjadi tanggung jawabnya.
sebagai bentuk perhatian khusus dari KPPN Jambi agar lebih meningkatkan kinerja rekonnya di bulan-bulan mendatang. Pada akhirnya tujuan yang ingin dicapai adalah mengejar target tingkat partisipasi rekon dengan satker hingga mencapai angka sebagaimana tertuang dalam kontrak kinerja kemenkeu four.
untuk bertransparansi dan berakuntabilias dengan lebih baik serta mendukung upaya terciptanya clean government. Kita harus konsisten melakukan perbaikan-perbaikan untuk selalu meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah sehingga pada akhirnya dapat menyajikan seluruh informasi keuangan yang relevan, andal dan dapat dipahami serta memperoleh opini audit terbaik yaitu WTP,” lanjutnya.
“Saya tekankan agar Bapak dan Ibu dapat lebih memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang terkait dengan langkah-langkah akhir tahun anggaran 2011,” kata Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil saat membuka acara sosialisasi dan bimtek.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Abdul Gofar, menekankan agar semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung meningkatkan kinerja yang saat ini belum mencapai kinerja maksimal. Selain itu, Kakanwil juga menegaskan tiga hal yang harus dilakukan agar di masa datang, kinerja pelayanan dan kualitas pelayanan kepada stakeholder Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung lebih baik. Ketiga hal tersebut adalah (1) Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yang mempunyai kompetensi sama atau lebih daripada yang dibutuhkan, (2) Modernisasi system, penggunaan teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas, dan (3) Akuntabilitas seluruh hasil pekerjaan yang dilaksanakan semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung.
Dalam acara yang diikuti semua bagian dari unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung ini, diharapkan juga agar KPPN betul-betul memperhatikan masalah pencairan dana di unit kerjanya masing-masing dengan melakukan pendampingan dan bimbingan kepada satker-satker yang mempunyai kendala dalam pencairan dana. Karena penyerapan anggaran, walaupun bukan merupakan tanggung jawab Ditjen Perbendaharaan, menjadi salah satu IKU Ditjen Perbendaharaan.

