- Regional
- Dilihat: 3668
Memperoleh Pelayanan Tanpa Nomor Antrian
Liputan Sosialisasi Langkah-langkah dalam menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2011 dan Penghargaan Satuan Kerja Terbaik 2011 di KPPN Pontianak
Pontianak, djpbn.kemenkeu.go.id - Memperoleh pelayanan hingga akhir tahun tanpa perlu mengambil nomor antrian merupakan penghargaan yang diberikan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pontianak kepada enam satuan kerja terbaik Tahun Anggaran 2011. Penghargaan tersebut di serahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Barat, Teddy Rukmantara didampingi Kepala KPPN Pontianak, Ade Rohman di sela-sela acara Sosialisasi Langkah-langkah Akhir Tahun Anggaran 2011 di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi kalimantan Barat, Senin (14/11).
Ditbinmas Polda Kalimantan Barat, Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Kalimantan Barat dan Universitas Tanjung Pura meraih penghargaan sebagai satuan kerja terbaik pertama, kedua dan ketiga dalam kategori pencairan dana APBN Tahun Anggaran 2011. Ketiganya telah menunjukkan kinerja yang baik dalam hal akurasi dan kelengkapan persyaratan pengajuan SPM, akurasi rencana penarikan dana melalui aplikasi Forecasting satker/AFS tahun 2011, tingkat penyerapan DIPA Tahun Anggaran 2011 serta responsibilitas Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen terhadap permasalahan pencairan dana.
Sementara itu, bagi satuan kerja terbaik yang memenuhi kriteria dalam kepatuhan waktu dan akurasi penyampaian rekonsiliasi SAKPA serta Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Bulanan diberikan penghargaan sebagai satker terbaik dalam hal Akuntansi dan Pelaporan Tahun Anggaran 2011.
Ketiga satker tersebut adalah Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Biro Logistik Polda Kalimantan Barat, dan Politeknik Kesehatan Pontianak.
Penghargaan tersebut merupakan bukti komitmen KPPN Pontianak untuk selalu menghadirkan inovasi dan pelayanan yang terbaik bagi mitra kerjanya. Menurut Ade Rohman, Kepala KPPN Pontianak, penghargaan seperti ini akan terus diadakan agar mampu memotivasi satuan kerja lain untuk memberikan kinerja terbaiknya karena semua pihak harus selalu bersinergi dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat.
Dalam acara yang berlangsung dalam dua angkatan tersebut, para peserta disuguhi materi secara simultan tentang percepatan realisasi anggaran, langkah-langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran 2011, serta tata cara penyelesaian dan penatausahaan ralat atas Surat Perintah Pencairan Dana. “Realisasi anggaran yang cepat dan tepat diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi negara maupun di daerah”, kata Kepala KPPN Pontianak saat menyampaikan materi tentang percepatan realisasi anggaran. Lebih lanjut Ade Rohman, menghimbau supaya satuan kerja mulai mempersiapkan rencana penarikan dana untuk Tahun Anggaran 2012 dan menunjuk pejabat pengelola keuangannya. Seperti diketahui bersama penyerapan anggaran selalu menumpuk di akhir tahun anggaran, hal ini menunjukkan kurang/tidak bekerjanya mekanisme perencanaan kas yang baik pada sebagian besar satuan kerja.
Oleh : kontributor kantor wilayah provinsi kalimantan barat








Memasuki sesi pertama, Kepala KPPN Semarang II Dedi Sopandi memaparkan dua aspek utama penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Tahun 2011, yaitu aspek Kinerja Pelayanan Publik dengan bobot 60% dan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan bobot 40%. Pemaparan materi disajikan terkait tema, “Upaya Meraih Unit Pelayanan Publik Terbaik”. Lebih lanjut Dedi Sopandi menjelaskan poin-poin penilaian Kinerja Pelayanan Publik secara detail, termasuk inovasi unggulan yang selama ini dilakukan KPPN Semarang II. Dinahkodai oleh Kepala Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Hendro Baskoro, acara mengalir santai namun mengena. Paparan kedua oleh Kepala Bidang AKLAP Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Haris Budi Susila, mengusung tema “Meraih Penilaian Terbaik LKPP Tingkat Kuasa BUN”. Haris mengungkapkan strategi dan kunci sukses meraih predikat terbaik dan peringkat teratas LKPP tingkat Kuasa BUN selama tiga tahun berturut-turut. Strategi dimaksud yaitu, Kualitas laporan ; Partisipasi yaitu semua kendala yang terjadi di lapangan baik yang terkait dengan peraturan maupun aplikasi disampaikan melalui surat ke Kantor Pusat dan diupload ke helpdesk ; Ketepatan waktu ; Beban kerja. Strategi yang diprioritaskan adalah kualitas LKPP dimana poin ini sangat tergantung pada kualitas data KPPN. Guna mengawal data KPPN tersebut dilakukan validasi harian, setidak-tidaknya meliputi akurasi data transaksi non anggaran: (1) Penerimaan dan pengeluaran kiriman uang dalam rangka TSA; (2) Penerimaan dan pengeluaran pemindahbukuan intern KPPN; (3) Kas di Bendahara Pengeluaran ; (4) Transaksi Transito. Haris menekankan bahwa dedikasi dan etos kerja tidak bergantung pada usia, tercermin dari prosentase pegawai Bidang Aklap Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta yang 80% lebih berusia lebih dari 45 tahun. Yang penting adalah keyakinan, komitmen dan semangat kebersamaan, dukungan penuh dan apresiasi dari pimpinan, serta inovasi tiada henti.
Hari kedua dilanjutkan dengan penyegaran dan ice breaking masing-masing peserta melalui kegiatan senam pagi dan outbound. Suasana semakin mencair manakala eksibisi olahraga berupa voli pasir, tenis lapangan dan futsal pasir antar peserta dua Kanwil digelar. Malamnya merupakan malam apresiasi seni yang menampilkan para peserta membawakan lagu andalannya, diselingi dengan drama, persembahan para pegawai Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah. Sebelum ditutup kedua Kepala Kanwil saling bertukar vandel sebagai cindera mata.
Penganugeraahan Satyalencana Karya Satya kepada pegawai yang telah menunjukkan kesetian dalam bertugas kepada empat puluh empat pegawai yang penyerahannnya dilakukan secara simbolis kepada lima orang pegawai dari masing-masing unit eselon I di Samarinda oleh pembina upacara.
Lambatnya penyerapan anggaran sudah tentu akan mempengaruhi pelaksanaan program pemerintah dalam kebijakan alokasi anggaran yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan ekonomi (pro growth), menciptakan dan memperluas lapangan kerja (pro job), dan mengurangi kemiskinan (pro poor), serta mendukung pembangunan daerah.
Peringkat 3 (tiga) terbaik penyerapan anggaran untuk kategori DIPA UB :

