Denpasar, djpbn.kemenkeu.go.id, - Bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi Penyaluran DAK Fisik Dana Desa 2018 yang diselenggarakan oleh Kanwil DJPb Prov. Bali, sejumlah Kepala Desa di daerah Bali juga turut hadir pada acara Bedah Buku Kisah Sukses Dana Desa (KSDD) yang diadakan di Aula GKN I Denpasar pada hari Jumat (23/03). Selain untuk meningkatkan pemahaman Pemerintah Daerah dalam pengelolaan dan penyaluran DF DD di TA. 2018, kegiatan Bedah Buku ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti Perbendaharaan 2018 yang mengangkat Tema “Tingkatkan Literasi Perbendaharaan untuk Menggemakan Pembangunan”.

Kegiatan yang dihadiri lebih kurang 80 peserta ini mengundang pihak-pihak yang terlibat langsung/tidak langsung dalam pelaksanaan program DAK Fisik Dana Desa seperti Kepala BPKAD Prov/Kabupaten/Kota, Kepala BPMD Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala Perwakilan BPK RI Prov. Bali, Polda Bali, Kajati Bali, BPKP Perwakilan, 2 Perwakilan Pemerintah Desa dari masing-masing Kabupaten/Kota di lingkup Prov. Bali.
Acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan bagi Pemda terbaik dalam Pengelolaan DF DD TA. 2017 yang diterima oeh Pemda Kab Tabanan, Kab. Gianyar, dan Kab. Jembrana. Kegiatan bedah buku sendiri diawali dengan paparan materi penyaluran DF DD melalui KPPN yang disampaikan oleh Hari Utomo, Kasubdit PA IV Dit. PA yang memaparkan evaluasi penyaluran dana transfer di tahun 2017 dan berbagai kebijakan dalam persiapan penyaluran DF DD tahun 2018.
Narasumber lain adalah Sugeng Wistriono, salah satu anggota tim penyusunan buku KSDD yang mengulas latar belakang, proses penyusunan, isi buku, dan harapan dari pimpinan Kemenkeu yang mendasari pembuatan buku KSDD dimaksud. Dari aspek jurnalistik, buku KSDD diulas oleh oleh Komang Suarsana, Direktur Utama PT Media Bali Berkarya dan pengajar di Yayasan Dwijendra Denpasar.
Buku Kisah Sukses Dana Desa merupakan produk Literasi Ditjen Perbendaharaan yang terbit pada akhir tahun 2017. Berawal dari keinginan untuk berbagi semangat dan motivasi kesuksesan penggunaan dana desa, muncul ide untuk menyusun buku yang berisi kisah-kisah sukses penggunaan dana desa dari seluruh desa di Indonesia. Selanjutnya KPPN sebagai pihak yang melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi Penyaluran Dana Desa ditugaskan untuk menyusun materi melalui interaksi langsung dengan desa-desa yang telah sukses menggunakan dana desa. “Salah satu kesulitan utama dalam penyusunan buku KSDD ini adalah bagaimana menggabungkan bermacam gaya dan karakter tulisan dari seluruh KPPN agar menjadi satu buku yang memiliki keseragaman utuh,” sebut Sugeng
Sementara Komang Suarsana memberikan apresiasi kepada Ditjen Perbendaharaan karena telah menyusun Buku KSDD ini. Menurutnya, buku ini dapat menjadi penyeimbang karena terdapat berita negatif terkait penggunaan dana desa. Namun, ia juga menyampaikan masukan. "Layout penulisan buku kisah sukses dana desa sangat kecil dan tidak sesuai dengan target pembaca, di mana buku ini berdasarkan isinya, saya lihat memiliki target pembaca dewasa," ujarnya.
Adapun Kepala Desa Paksebali dan Kepala Desa Kutuh yang kisah desanya masuk dalam KSDD mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan dari Ditjen Perbendaharaan. Desa Paksebali di Kab. Klungkung dan Desa Kutuh di Kab. Badung disebutkan sebagai contoh desa yang sukses dalam menggunakan dana desa tahun 2017. Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk membuktikan bahwa kisah sukses dari desa mereka memang layak untuk diangkat dan berharap hal ini dapat menginspirasi desa-desa lainnya untuk mengelola dana desa sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.
Kontributor: Johan Mirza Nugraha - KPPN Denpasar













