Liputan sosialisasi penyusunan laporan keuangan KPPN Sekayu
Sekayu, djpbn.kemenkeu.go.id – Laporan keuangan bagi instansi pemerintah adalah layaknya rapor bagi siswa sekolah. Sebagaimana rapor untuk siswa sekolah, rapor merah tentu bukan hasil yang diharapkan oleh instansi pemerintah. Sebab itu adalah aib, sama dengan para siswa yang menganggap rapor merah adalah hal yang buruk yang mesti dihindari.
Agar terhindar dari hasil yang buruk tersebut, diperlukan peran aktif dan keseriusan satuan kerja dalam menyusun laporan keuangan masing-masing. Sebab, laporan keuangan mereka adalah salah satu unsure dari laporan keuangan pemerintah pusat atau yang sering disingkat LKPP. Jika laporan mereka merah, maka merah pula LKPP-nya.
Adalah cita-cita bersama antara Ditjen Perbendaharaan yang dalam hal ini KPPN dan satuan kerja untuk menjadikan LKPP beropini wajar tanpa pengecualian. Sebagai bentuk dukungan kepada satker dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan, KPPN Sekayu mengadakan sosialisasi penyusunan laporan keuangan dan AFS, Rabu (30/11).
Sebanyak 64 orang kuasa pengguna anggaran dan bendahara pengeluaran dalam lingkup pembayaran KPPN Sekayu hadir pada acara sosialisasi tersebut.
Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil, dalam sambutannya menghimbau menghimbau agar seluruh satuan kerja mampu menunjukkan semangat dalam menghadapi akhir tahun ini.
“Saya menghimbau agar seluruh satuan kerja menunjukkan semangatnya dalam menghadapi momentum tutup tahun anggaran 2011 ini,” kata Raden Muhammad Adil.
“Mengingat opini wajar tanpa pengecualian telah yang menjadi target pemerintah tahun ini. Tidak kalah penting dari itu, optimalisasi realisasi penyerapan dana diharapkan dapat terwujud,’ lanjutnya.
“Kami akan selalu memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan,” ungkap Raden Muhammad Adil di hadapan para peserta sosialisasi.
Pada kesempatan sosialisasi tersebut, KPPN Sekayu juga memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan terbaik satu, dua dan tiga bagi satker yang telah menyampaikan dan menyajikan laporan keuangan yang berkualitas serta telah melakukan penyerapan dana dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan penghargaan tersebut diharapkan dapat memacu semangat satuan kerja untuk bekerja lebih baik di tahun 2012.
Selain bimbingan teknis penyusunan LKPP, pada acara tersebut ditekankan pula mengenai pentingnya perencanaan kas. Seperti yang telah disosialisasikan beberapa waktu yang lalu, pelaksanaan perencanaan kas akan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2012. Jika pada tahun 2011 sanksi bagi yang tidak melaksanakan perencanaan kas belum diterapkan sepenuhnya, maka pada tahun 2012 mendatang sanksi akan diberlakukan secara penuh. Sanksi berupa tidak diprosesnya SPM yang diajukan ke KPPN.
Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil, secara terbuka mempersilahkan satuan kerja untuk berkonsultasi sehubungan dengan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan pelaksanaan perencanaan kas.
“Dengan sangat senang hati dan terbuka, kami, KPPN Sekayu, akan memberikan bimbingan tanpa biaya kepada Bapak Ibu,” pesan Muhammad Adil menutup sambutannya.
Oleh : Kontributor KPPN Sekayu
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











