Liputan acara bimbingan teknis AFS KPPN Tuban
Tuban, djpbn.kemenkeu.go.id – Hujan rintik-rintik yang turun membasahi Bumi Ronggolawe, Tuban, tak menyurutkan teman-teman panitia dan narasumber KPPN Tuban untuk melangkah ke lokasi acara Bimbingan Teknis Aplikasi Forecasting Satuan Kerja (AFS) 2012 di Aula Queen Resto, Jumat (4/5). Berbagai persiapan yang telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya, dimantapkan lagi pada pagi hari H. Semangat pagi yang menggebu, terbayarkan dengan rasa bahagia saat melihat teman-teman satker datang memenuhi undangan bimtek AFS 2012. Ada 41 peserta yang datang mewakili 26 satker lingkup KPPN Tuban. Peserta terdiri dari beberapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bendahara Pengeluaran dan didominasi oleh seluruh Operator AFS.
“Bimtek AFS ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan aplikasi AFS dengan baik dan benar, sehingga satker mampu menghasilkan data perencanaan kas yang akurat dan selalu disampaikan tepat waktu ke KPPN Tuban,” kata Kepala KPPN Tuban, Pudji Ardi, saat membuka acara bimtek.
M
ateri bimtek disampaikan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana, Bayu Budi Santosa, Kepala Subbagian Umum, M. Unggul Yudianto, dan Jawawi, pelaksana seksi pencairan dana.
Dalam pemaparannya, Bayu Budi Santosa menyampaikan pentingnya perencanaan kas untuk penyerapan anggaran yang berkesinambungan dan berkualitas sehingga satker dapat melaksanakan kegiatannya dengan lancar dan tidak menumpuk di akhir tahun. Jika ada satker yang penyerapan dananya masih rendah, maka KPPN Tuban akan menyurati satker tersebut agar dilakukan langkah-langkah koordinatif antara perencana keuangan dan pelaksana kegiatan.
Sementara, M. Unggul Yudianto memberikan tips tatacara install AFS dan pengoperasiannya yang aman dan tidak merusak data RKAKL yang sudah ada. Sedangan Jawawi menerangkan bahwa penerapan AFS ini juga menuntut satker agar lebih disiplin dalam penyampaian SPM yang diajukan ke KPPN. Jangan sampai data AFS sudah disampaikan ke KPPN tapi SPM-nya terlambat dibuat.
Penerapan AFS akan membuat sinergisitas interen satker akan semakin meningkat. Semoga hal ini akan meningkatkan profesionalisme dan integritas aparatur negara.
Dalam acara bimtek AFS ini juga disampaikan informasi terkait SPAN dan SAKTI. Satker diminta dapat melakukan penyesuaian dan perubahan cara kerja dan pola pikir karena nantinya semuanya berkaitan dengan teknologi informasi. Dengan adanya SPAN dan SAKTI ini, diharapkan akan meningkatkan produktifitas pegawai, meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses bisnis, dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara.
Oleh : Pudji Ardi – Kontributor KPPN Tuban
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan












