Liputan In-House Training, Public Speaking and Presentation Skills di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo
Gorontalo, djpbn.kemenkeu.go.id - Sebuah terobosan baru dilakukan oleh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo di awal tahun 2013 ini, dengan menyelenggarakan In-House Training tentang Public Speaking and Presentation Skills. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 23 Januari 2013 di aula kanwil dengan diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat di Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam hal public speaking, khususnya presentasi.
Hal ini didasari pada kenyataan bahwa tuntutan kegiatan pekerjaan sehari-hari sangat memerlukan keahlian public speaking dan presentasi, terutama dalam memberikan pemahaman kepada para stakeholder terkait kebijakan maupun ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, terutama Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Selain itu, banyak pegawai yang selama ini belum memiliki pemahaman tentang sikap dan teknik yang baik ketika berbicara di depan publik maupun ketika membawakan presentasi. Hal tersebut pada dasarnya merupakan fenomena yang wajar, mengingat masih banyak di antara mereka yang selama ini belum pernah mengikuti pelatihan seperti ini.
Satu hal yang menarik, panitia tidak mendatangkan trainer dari luar tetapi justru mendaulat “orang dalam”, yaitu Jamaluddin Ambo Dai, Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan, dalam kapasitasnya sebagai public speake. Jamal, panggilan akrabnya, juga sering menjadi Master of Ceremony (MC) untuk berbagai acara ketika masih bertugas di Kupang, Merauke, Jakarta, maupun di Gorontalo saat ini. Ketika di Kupang dan Merauke selain sebagai MC, pria kelahiran Niki Niki ini juga aktif sebagai penyiar radio.
Kemampuan public speaking, khususnya presentasinya semakin terasah ketika menjabat sebagai Kepala Seksi Pencairan Dana I di KPPN Jakarta IV periode tahun 2008-2011, karena sering diberi kesempatan menjadi narasumber bagi satuan kerja mitra KPPN Jakarta IV. Selain itu, selama periode tersebut, Jamaluddin juga beberapa kali berkesempatan menjadi MC pada acara Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, misalnya Grand Final Cepat-Tepat dalam rangkaian kegiatan Pekan Kompetensi dan Kreativitas DJPBN tahun 2009 dan Treasury Idol tahun 2011, serta MC di berbagai acara di luar kedinasan.
Atas dasar pengalaman serta pendalaman terhadap teori-teori public speaking dan presentasi dari berbagai literatur, dilandasi semangat berbagi, ia akhirnya mantap melangkah menjadi trainer.
Tiga materi pokok yang diberikan dalam In-House Training ini adalah Teknik Menghadapi dan Mengatasi Ketakutan Berbicara di Depan Umum, Teknik Merancang Presentasi (termasuk Merancang Slide Presentasi yang Menarik), dan Teknik Membawakan Presentasi dengan Memukau. Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam tersebut diikuti secara antusias oleh seluruh audiens karena materi yang disampaikan cukup mudah dipahami dan dipraktikkan, selain diselingi dengan tips-tips praktis. Sebagian besar peserta mengungkapkan bahwa waktu pelatihan yang hanya dua jam serasa berlalu begitu cepat karena presentasi yang dibawakan dengan metode yang sangat menarik dan didukung oleh teknik audio visual yang sangat menghibur.
Dalam reviu pada akhir acara, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Rina Robiati menyampaikan apresiasinya terhadap acara tersebut, dan mengakui banyaknya ilmu dan pelajaran berharga yang dapat diperoleh. Rina yang duduk di barisan belakang bersama Kepala Bagian Umum serta para Kepala Bidang juga menyampaikan bahwa selama pelatihan, hadirin tampak terpukau dengan presentasi yang disampaikan, sebagaimana pengamatan beliau. Ia menegaskan pula bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti di sini, tetapi akan secara rutin dilaksanakan setiap hari Rabu melalui kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) sebagaimana yang telah berjalan selama ini. Selain sebagai media pembelajaran terhadap berbagai aturan dan kebijakan, juga sekaligus sebagai sarana latihan public speaking dan presentasi bagi para pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo.
“Apalah artinya ilmu presentasi yang sudah didapatkan, kalau ilmu itu tidak dipraktikkan,” pungkasnya.
Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo











