Liputan Peringatan Hari Oeang ke 67 di Poso
Poso, djpbn.kemenkeu.go.id - Mengejawantahkan nilai-nilai Kementerian Keuangan terutama Sinergi, KPPN Poso menjadi inisiator lomba-lomba memperingati Hari Oeang ke 67 dengan menghadirkan peserta KPPN, KPP Pratama, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, PT Pegadaian, PT Bank BRI, PT Bank BNI, PT Bank Mandiri dan PT BPD Sulawesi Tengah.
Selama dua minggu penuh, para atlet berlomba secara fisik dan keterampilan dalam berbagai cabang olah raga, seperti bulu tangkis, tenis meja, futsal, dan bola volley. Tak ketinggalan adu otak yaitu Catur.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini digelar mengejawantahkan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang bertepatan dengan peringatan Hari Oeang ke-67 di Poso. Berbagai pihak menjalin tali silaturahim, menguji indurance yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari dari pagi hingga sore, sportivitas sebagai basic attitude yang dekat dengan integritas, serta asah strategi. Bukan untuk sekadar mendapat pengakuan sebagai sang juara, namun spirit memperjuangkan prestasi hingga tetes peluh terakhir itulah yang lebih bermakna.
Rangkaian kegiatan lomba diselingi dengan jalan sehat memperebutkan berbagai door prize dengan mengambil tempat start di KPPN Poso. Tepat tanggal 30 Oktober 2013 sebagai hari yang bersejarah bagi sebuah bangsa yang berdaulat, diselenggarakan Upacara Bendera memperingati Hari Oeang ke 67 bertempat di halaman KPP Pratama Poso. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Komar Tauchidi Sumiarsa, Kepala KPPN Poso yang dalam arahannya menyampaikan sambutan Menteri Keuangan RI.
Pengumuman dan pembagian piala kepada pemenang lomba menjadi moment yang ditunggu-tunggu. Ada yang bersuka cita karena memborong hadiah, ada yang hanya mendapat satu tropi namun ada juga yang tidak mendapatkan satu pun penghargaan. Namun semuanya bisa berjabat tangan dengan senyum tulus. Mengakhiri rangkaian Hari Oeang ke 67 di Kabupaten Poso, para Kepala Kantor dan Pimpinan Bank mengunjugi pantu asuhan Al Muqoddas – Poso dan menyerahkan santunan beserta sembako sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang kurang mampu.
Oleh : Kontributor KPPN Poso - Djoko Julianto












