Ambon, djpbn.kemenkeu.go.id, - Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Dit PPK-BLU) dengan difasilitasi oleh Kantor Wilyah Ditjen Perbendaharan Provinsi Maluku menggelar Sosialisasi “Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum”, Kamis (8/5). Sosialisasi PK-BLU tersebut mengundang 9 satker kementerian/lembaga dan SKPD Kota Ambon yang memilki potensi untuk menjadi satker/SKPD yang menerapkan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum/Daerah (BLU/BLUD). Tampil sebagai nara sumber adalah Kasubdit Kebijakan dan Standardisasi Teknis Dit PPK-BLU, Syaibani dan Kepala Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU III-A, Dwi Apriyani dan Nurul.
Sosialiasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum tersebut dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan nomor: PMK-169/PMK.01/2012 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan nomor: PER-83/PB/2011 dan merupakan wujud kemitraan strategis Dit PPK-BLU/Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku dan satker/SKPD Kota Ambon untuk menjaring pendapat dan feedback serta sebagai saluran untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing knowledge/experience) terhadap kendala yang dihadapi satker/SKPD dalam membentuk Satker/SKPD PK-BLU/BLUD dan sekaligus menemukan solusinya.
Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ini dilaksanakan sebagai implementasi pelaksanaan tugas Dit PPK-BLU dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai pembina keuangan satker BLU/BLUD“ kata Mattaro Nurdin Arta, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku dalam key note speech-nya pada pembukaan FGD tersebut. “selain itu, Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dengan para satker/SKPD dan dengan intens berupaya untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang kendala pembentukan Satker/SKPD yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU dan bersama-sama menemukan alternatif terbaik sebagai jawaban atas hambatan tersebut sehingga dapat pada akhirnya akan terbentuk satker/SKPD yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU di Provinsi Maluku.
Beberapa hal yang mengemuka dan mencuri perhatian dari sosialisasi ini adalah bahwa sebagian satker/SKPD saat ini tengah berada dalam tahapan untuk penetapan menjadi BLUD dan namun mengalami kendala yang bersumber dari internal yaitu kendala institusional.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab yang diberikan, satker/SKPD dengan penuh antusias memberikan apresiasi dan menggunakan kesempatan emas itu dengan baik. Dengan kompetensi yang dimilikinya, nara sumber dapat memberikan penjelasan dan memuaskan para audience. Satker/SKPD mengakui bahwa dalam sosialisasi ini mereka mendapat banyak pengetahuan teknis dan non teknis yang selama ini belum diketahui. Dari senyuman yang terpancar diwajah para hadirin ketika pulang, terlihat jelas bahwa mereka pulang dengan rasa riang. “ Katong datang kasini deng banya masalah, mar katong pulang su seng ada masalah lai”
Oleh : Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku (RJE).












