Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id – Peran Ditjen Perbendaharaan yang berkaitan dengan kepentingan publik terus ditingkatkan melalui penciptaan tatakelola yang baik guna mendukung fungsi Bendahara Umum Negara (BUN).
“Optimalisasi pengelolaan kas ini juga didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan perbaikan berkelanjutan” demikian disampaikan Muhdi, Kasubdit Litbang dan Kerjasama Kelembagaan, Direktorat Sistem Perbendaharaan selaku pemateri pada acara Ekspose Komunikasi Publik Ditjen Perbendaharaan dengan civitas akademika Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Cirebon (17/2).
Fungsi pengelolaan kas negara dan pencairan dana APBN yang mencapai Rp784 triliyun (per Januari 2016) yang dikelola oleh Ditjen Perbendaharaan melalui instansi vertikalnya (Kanwil dan KPPN) yang tersebar di 33 provinsi dan 181 kota merupakan peran yang strategis karena langsung berhubungan dengan kepentingan publik. Hal ini diungkap Kasubbag Pengembangan Organisasi Bagian OTL, Moudy Hermawan ketika menyampaikan materi profil serta tugas dan fungsi Ditjen Perbendaharaan dalam acara tersebut.
Walaupun demikian, peran penting tersebut ternyata belum terlalu terekspose kepada publik secara luas. Demikian diutarakan oleh Kepala Bagian Umum Ditjen Perbendaharaan, Heru Pudyo Nugroho di awal acara.
“Direktorat Jenderal Perbendaharaan memegang peranan strategis dalam pengelolaan belanja pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pembayaran gaji PNS pusat dan daerah beserta perangkatnya, serta menghimpun seluruh penerimaan negara. Tapi sayangnya publik banyak yang belum tahu” ujarnya.
Menanggapi tantangan ini, Ditjen Perbendaharaan terus mengembangkan dan menajamkan strategi komunikasi publiknya. Komunikasi publik akan dibangun dengan khalayak luas, termasuk kalangan akademis sebagai segmen target utama. Salah satunya seperti kegiatan edukasi public berupa ekspose kepada mahasiswa dan dosen UNTAG kali ini.
“Kami menyadari bahwa akademisi memiliki peran penting sebagai mitra komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan perekonomian dan pertumbuhan nasional.” tambah Heru Pudyo lagi di hadapan 62 orang civitas akademika UNTAG.
Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan











