Bandung, djpbn.kemenkeu.go.id - Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat penting bagi Ditjen Perbendaharaan. Ada dua tugas penting yang menanti yaitu memastikan SPAN berjalan lancar dan Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual. “Walaupun tugas ini dinilai berat, namun dengan kerja sama dan bahu membahu serta sinergi yang kuat antar eselon I
bukan tidak mungkin semua itu akan terwujud” kata Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Ditjen Perbendaharaan Yuniar Yanuar Rasyid saat membuka acara Penyuluhan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) di Bandung(23/03) .
Acara ini diikuti oleh satu orang pejabat/pegawai pada Bidang PAPK dan satu orang Duta Akrual dari masing-masing Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan dan Bagian Anggaran BUN. Acara diisi dengan pemberian materi Gambaran Umum Pelaporan Keuangan Basis Akrual dan Transaksi Akrual (Pendapatan Diterima Dimuka, Pendapatan yang Masih Harus Dibayar, Belanja DIbayar Dimuka, Belanja yang Masih harus Dibayar, Aset Tetap dan Penyusutan). Materi yang diberikan berupa teori, kasus, dan pengaplikasiannya pada SAIBA. “Pada kesempatan ini merupakan waktu yang tepat untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai Sistem Akuntansi instansi” kata Kepala kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat Joko Wihantoro saat membuka kegiatan yang dilakukan 3 hari itu. Narasumber dari Government Partnership Fund Australia - Indonesia Partnership, Mrs. Anita juga dihadirkan untuk memberikan sahring informasi.
Seliain acara penyuluhan SAI, terdapat acara lain yang masih ada kaitannya dengan Akuntansi Berbasis Akrual, yaitu Pelantikan Duta Akrual kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Bagian Anggaran BUN. Duta Akrual adalah pegawai pada Kementerian/Lembaga negara yang bertindak sebagai agen pembaharu atas implementaasi akuntansi akrual di unit kerjanya. Duta Akrual mempunyai tugas membuat jalinan komunikasi dan koordinasi tentang permasalahan akuntansi berbasis akrual di unit kerjanya, menjadi fasilitator jalannya perubahan penerapan basis akuntansi dari basis kas menuju basis akrual, dan membangun kesadaran atas berhasilnya implementasi akuntansi berbasis akrual pada unit kerjanya seperti yel-yel Akrual, yaitu “GO AKRUAL! GO WTP! YES!! YES!! YES!!” .
Kontributor: Muhammad Nur, Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan DKI Jakarta.











