
Perkembangan Pendapatan dan Hibah, Penerimaan Perpajakan, dan PNBP s.d. hari Kamis tanggal 21 November 2024, mencakup:
- Realisasi pendapatan negara sebesar Rp444,66 miliar, turun sebesar 1,04% (yoy).
- Penerimaan Perpajakan sebesar Rp318,61 miliar, turun sebesar 6,36% (yoy).
- Realisasi penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp126,05 miliar, tumbuh sebesar 15,15% (yoy).
Perkembangan Belanja Negara: Belanja Pemerintah Pusat (BPP) dan Transfer ke Daerah & Dana Desa (TKDD) s.d. tanggal 21 November 2024, mencakup:
- Pagu Belanja Negara sebesar Rp5,62 T terdiri dari Pagu BPP sebesar Rp1,24 T dan Pagu TKDD sebesar Rp4,37 T.
- Realisasi Belanja Negara Rp4,78 T terdiri dari BPP sebesar Rp971,66 M dan TKDD sebesar Rp3,8 T.
- Persentase Realisasi Belanja Negara sebesar 85,16% terdiri dari BPP sebesar 77,91% terhadap pagu dan TKDD sebesar 87,22% terhadap pagu.
- Pertumbuhan year on year (yoy) untuk Belanja Negara tumbuh 9,58% dengan rincian BPP tumbuh 15,09% dan TKDD tumbuh 8,25%.
- Realisasi Belanja 10 K/L pagu terbesar adalah sebesar Rp1.489,94 M atau 84,62% dari pagu dan berkontribusi sebesar 31,12% dari realisasi agregat, serta mengalami kenaikan sebesar 101,02% (yoy).
Analisis Tematik: Proyeksi Pertumbuhan Defisit Belanja Pegawai Tahun 2024: Risiko Penambahan K/L Baru
- Secara historis, realisasi belanja pegawai hampir mencapai 100%, sehingga setiap tahun selalu ada Satker yang mengalami pagu minus.
- Pada tahun 2024, belanja pegawai diproyeksikan mengalami minus sebesar 2,99%.
- K/L yang diproyeksikan mengalami minus belanja pegawai terbesar adalah POLRI, yaitu sebesar 11,49%.



