- Regional
- Dilihat: 2735
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung: Manfaatkan Anggaran Secara Efektif dan Efisien
Liputan Penyerahan Dipa Tahun Anggaran 2013 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Pangkalpinang, djpbn.kemenkeu.go.id. – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung menyerahkan DIPA (Daftar Isisan Pelaksanaan Anggran) Tahun Anggaran (TA) 2013 kepada satuan kerja lingkup Provinsi Bangka Belitung, Senin (17/12), di Kantor Gubernur. Kegiatan Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2013 kali ini dihadiri oleh 268 Satker lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebelum acara inti dimulai, diperdengarkan latunan Lagu Nilai-Nilai Kementerian Keuangan oleh salah satu pegawai KPPN Tanjung Pandan Tri Septiarini.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai wakil pemerintah yang menerima pendelegasian kekuasaan atas pengelolaan keuangan dari Presiden, Eko Maulana Ali dalam sambutannya menyampaikan arahan presiden agar jajaran pemerintahan lebih fokus dalam melaksanakan tugas.
Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2013 dilaksanakan lebih awal adalah cerminan dari keinginan bersama agar proses pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih tepat waktu sehingga masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan lebih cepat. Untuk meningkatkan kualitas penyerapan dan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan pada Tahun Anggaran 2013, Gubernur mengingatkan agar setiap satuan kerja segera manfaatkan anggaran secara efektif dan efisien sesuai prioritas program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Ia mengintruksikan Bupati/Walikota dan Instansi Vertikal agar secepat mungkin melaksanakan kegiatan.
Gubernur menambahkan, bahwa semua satuan kerja harus menyusun disbursement plan dan procument plan dengan baik. Terakhir, ia meminta seluruh satuan kerja untuk berpedoman dengan seksama kepada peraturan pengadaan barang/jasa dan susun procument plan serta optimalkan penggunaan e-procument.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung, Winarto dalam sambutannya menyampaikan asumsi dasar ekonomi makro yang dijadikan acuan dalam penyusunan APBN 2013 dan besaran APBN Tahun Anggaran 2013. Peningkatan kualitas pelayanan kepada stakeholder yang diwujudkan dengan adanya perubahan proses bisnis penyusunan RKAKL dan Pengesahan DIPA Tahun Anggaran 2013 yang dilakukan oleh satu eselon I di Kementerian Keuangan yaitu Ditjen Anggaran.
Winarto menjelaskan DIPA Tahun Anggaran 2013 lingkup wilayah Provinsi Bangka Belitung terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp. 1.996.764.032.000,- dan Transfer ke Daerah adalah sebesar Rp. 4.684.134.394.242,-. Menurutnya, Forum komunikasi pemerintah daerah dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan hendaknya lebih ditingkatkan untuk menghadapi tantangan berat di bidang keuangan dalam kurun waktu yang sangat dekat. Tantangan tersebut antara lain penyusunan laporan keuangan konsolidasi antara pusat dan daerah, penyusunan laporan keuangan accrual basis dan Penyusunan Statistik Keuangan Pemerintah (Government Financial Statistic) sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Pada kesempatan penyerahan DIPA TA. 2013 dimaksud juga disampaikan data realisasi penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2012 sampai dengan Tanggal 30 Nopember 2012 sebesar Rp. 1.534,1 milyar atau 69% dari pagu sebesar Rp. 2.208,8 milyar. Melihat dari realisasi penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2012 tersebut, menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung pada Tahun Anggaran 2013 perlu ada komitmen bersama untuk melakukan upaya konkrit guna mendorong pertumbuhan perekonomian melalui perencanaan dan penyerapan anggaran yang proporsional, antara lain :
a. Para KPA sungguh-sungguh menyusun rencana penarikan dana (disbursement plan) dan rencana pengadaan barang dan jasa (procurement plan) yang dapat dipertanggungjawabkan.
b. KPA dan PPK diharapkan senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap realisasi penyerapan belanja yang menjadi tanggungjawabnya secara berkala sejak awal tahun, sehingga tidak terjadi penumpukan SPM pada akhir tahun.
c. Proses pengadaan barang dan jasa bisa dilakukan lebih cepat.
d. Implementasi Nilai-Nilai Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan di bidang keuangan agar terwujud pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel serta tidak terlibat dengan perkara hukum.
Di penghujung acara Winarto menyampaikaan sebait pantun, Air mengalir disukai ikan sepat, Bisa dipakai mencuci kain belikat, Kalau pencairan dana sudah tepat, Pertumbuhan ekonomi Insya Allah akan meningkat.
Oleh : sakop-dwi Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung








“Disinilah letak pentingnya forum komunikasi seperti ini, jika ada permasalahan yang mungkin akan terjadi di lapangan nantinya, cepat ditemukan solusi dan koordinasinya.” lanjut Hendro.
Karenanya, Kakanwil Ditjen PBN Prov.Sumsel mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dari sekedar business as usual menjadi inovatif, intens mencari peluang dan alternatif solusi atas permasalahan, mau menciptakan dan menampilkan prestasi serta berorientasi pada pencapaian visi-misi organisasi, bukan hanya mengejar kepentingan individu/kelompok. Juga ditekankan bahwa keterbatasan SDM, sarana-prasarana serta keterbatasan kondisi lainnya jangan menjadi masalah yang dijadikan bahan keluhan, tetapi hendaknya dijadikan sebagai tantangan untuk disiasati dan diantisipasi. Pengembangan kompetensi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai prasyarat mutlak bagi terlaksananya peran/fungsi baru serta peningkatan tanggung jawab unit vertikal DJPBN di daerah, utamanya Sumatera Selatan. Seluruh tuntutan dinamika ini juga hendaknya dihadapi dengan bermodalkan mindset positif bahwa apa-apa yang telah digariskan pucuk pimpinan sesungguhnya dimaksudkan untuk membawa Ditjen PBN ke arah yang lebih baik.
b. Alokasi Dana Transfer ke Daerah untuk Provinsi Maluku Utara per Pemerintah Daerah dengan total sebesar Rp 5.8 triliun lebih dengan rincian sebagai berikut :
Sejalan dengan itu pula, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan mulai tahun ini akan mengadakan kegiatan spending review atas pelaksanaan dan penggunaan belanja untuk setiap kementerian/ lembaga. Spending review adalah evaluasi penggunaan dana yang diarahkan kepada penilaian apakah suatu program, suatu kegiatan, atau suatu output yang dibiayai oleh APBN dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Hasil akhir yang ingin dicapai dari spending review adalah adanya rekomendasi pemotongan anggaran (cutting) terhadap program yang tidak efektif dan efisien dan realokasi anggaran (realocation) untuk program yang lebih bermanfaat. ungkap Sahat M.T Panggabean.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan DIPA secara simbolis kepada 22 pimpinan daerah/satuan kerja secara langsung oleh Gubernur NTB. Penyerahan DIPA secara simolis tersebut diberikan kepada seluruh Walikota dan Bupati di wilayah NTB, dan beberapa satker yang dinilai memiliki prestasi dalam pengelolaan keuangannya.
Pada sambutannya pula, Gubernur NTB menyampaikan kembali delapan pesan Presiden kepada para Bupati/Walikota terkait pelaksanaan perekonomian daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perekonomian nasioanal.
Pada hari kedua, Selasa tanggal 27 November 2012 acara sosialisasi diadakan di Gedung Griya Patra Bluemoon (milik Pertamina) Cilacap, dengan mengundang para Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) dan Bendahara Pengeluaran pada 65 Satker di Wilayah Pembayaran KPPN Cilacap. Acara sosialisasi dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala KPPN Cilacap, Burhani AS.
n meningkat antara KPPN Cilacap dengan Satker yang dilayani, sehingga KPPN Cilacap dapat memberikan pelayanan yang optimal menuju pada kesempurnaan.
“Diharapkan pemberian penghargaan ini akan memacu satker lainnya untuk memaksimalkan penyerapan anggarannya sebelum batas akhir pengajuan SPM ke KPPN Cilacap” jelas Burhani AS dihadapan sekitar 120 peserta yang hadir.
Ada empat materi yang disampaikan pada kegiatan ini. Materi pertama tentang SAKTI disampaikan oleh Muhdi dan dilanjutkan secara teknis oleh Lutfi. Narasumber ketiga, Andrian Rendra Lesmana menyampaikan 3 materi lainnya (Service Desk SPAN, Insfrastruktur IT dan SPAN User Management). Bertindak selaku moderator adalah D. Gatit Heriastuti (DSU Kanwil).
Rp10,4 Triliun dari total pagu nasional sebesar Rp1.683 triliun. Jika dibandingkan, maka sejak tahun 2010 total anggaran yang di alokasikan untuk Provinsi Kalimantan Timur terus naik secara signifikan. Jika pada tahun 2010 total pagu hanya Rp5,1 Triliun, kemudian naik 43,69% pada tahun 2011 dengan total pagu senilai Rp7,46 Triliun, dan di tahun 2012 naik kembali sebesar 19,75 %, terakhir naik 16,98% di tahun ini. 

Selain itu, Pemerintah Pusat juga mengalokasikan anggaran Transfer Daerah sebesar Rp4.96 Triliun untuk Provinsi dan Rp21,03 Triliun untuk Kabupaten/Kota. Dengan total seluruh alokasi yang mencapai Rp36,46 Triliun, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Timur memaparkan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan internal Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Perbendaharaan, dalam rangka mendorong percepatan penyerapan anggaran. Adapun langkah-langkah tersebut diantaranya berupa peningkatan kapasitas pengelola keuangan satker dengan cara mengintensifkan pembinaan dan bimbingan teknis pengelolaan anggaran terhadap satker.
Dalam acara serah terima DIPA tersebut, beberapa satker memperoleh penghargaan dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Timur yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur. Adapun urutan tiga satker terbaik yang diberi penghargaan karena dinilai memiliki kedisiplinan dalam menerapkan rencana penarikan dana TA 2012 yakni Pengadilan Agama Samarinda, Dinas Pertanian,Kehutanan dan Perkebunan Kota Samarinda, dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan untuk satker yang masuk kategori Pengelola Sistem Akuntansi Keuangan Tingkat UAPPA-W terbaik TA 2012 adalah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Timur, dan Balai Pemantapan kawasan Hutan Wilayah IV Samarinda. 

