Liputan Penyerahan DIPA TA 2012 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara
Kendari, perbendaharaan.go.id - “Anggaran yang termuat dalam DIPA merupakan amanah rakyat yang harus dijaga dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab”, ujar Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran (TA) 2012 untuk wilayah pembayaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari, Kamis (22/12) di Ruang Sangia Ni Bandera, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara.
Gubernur menambahkan, dalam mengemban amanah rakyat tersebut, harus berpegang pada 3 (tiga) agenda pembangunan nasional RPJM 2010-2014 yang meliputi (1) sasaran pembangunan kesejahteraan, (2) sasaran pembangunan demokrasi, dan (3) sasaran penegakan hukum, serta mendorong terwujudnya pencapaian Visi Indonesia 2014 yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan. Selain itu berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah yaitu “Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, Inklusif dan Berkeadilan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”, setiap aparatur pemerintah dituntut untuk bekerja cerdas dan berupaya lebih keras untuk mencapai kemakmuran rakyat.
“Dalam pelaksanaan anggaran 2012 ini, kita dituntut untuk bekerja lebih keras. Amanah dipundak kita tidak semakin ringan. Semua membutuhkan pemikiran dan terobosan di atas standar normal” ujar Gubenur di hadapan para Bupati/Walikota, Sekertaris Daerah Provinsi dan Para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Selain itu Gubernur menekankan bahwa dibutuhkan suatu gerakan yang sistematis agar dapat mencapai tujuan nasional yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan kerja kolektif antar instansi guna mengambil langkah-langkah debirokritasi dan deregulasi. Langkah ini diperlukan untuk percepatan pencapaian tujuan, mengurangi hambatan administrasi dan hambatan lain yang tidak perlu. “Saya yakin, apabila bekerja sama dan bersinergi pasti akan mudah mencapai cita-cita nasional yaitu kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip, dalam laporannya kepada Gubernur pada acara tersebut menyampaikan bahwa diperlukan langkah-langkah yang strategis dalam mengemban amanah rakyat melalui pelaksanaan anggaran 2012 ini. Hal ini berkaca pada pengalaman pada tahun anggaran sebelumnya, dimana penyerapan anggaran tidak berjalan dengan optimal. Berdasarkan penelitian, pola penyerapan anggaran yang tidak optimal tersebut disebabkan oleh beberapa factor, antara lain: lemahnya perencanaan kegiatan, lemahnya pelaksanaan kegiatan, kelemahan di bidang pengadaan, kelemahan di bidang regulasi, dan ketidaklengkapan rugulasi dan prosedur.
Kepala Kanwil menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain percepatan penyelesaian dan penyerahan dokumen DIPA TA 2012 sebelum awal tahun. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan anggaran dapat dimulai tepat pada waktunya sehingga setiap instansi pemerintah dapat segera mengeksekusi rencana-rencana yang sudah ditetapkan sesuai dengan fungsinya masing-masing, pejabat perbendaharaan dapat segera ditunjuk, regulasi dan prosedur dapat segera ditetapkan dalam rangka pelaksanaan kegiatan, dan proses pengadaan (procurement) barang dan jasa dapat segera dieksekusi.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil mengucapkan terima kasih kepada Para Kepala Satuan Kerja atas segala upaya dan kerjasamanya sehingga DIPA TA 2012 dapat selesai tepat pada waktunya. Dengan keberhasilan percepatan penyelesaian dan penyerahan DIPA TA 2012 ini, merupakan awal yang baik bagi pelaksanaan anggaran 2012, karena setiap Kuasa Pengguna Anggaran dapat segera memulai langkah pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam melaksanakan tugas Pemerintah dalam mengemban amanah rakyat melalui pelayanan publik dan pembangunan.
Pada acara ini, Gubernur menyerahkan DIPA TA 2012 secara simbolis kepada para Bupati/Walikota dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (12 Bupati/Walikota serta Sekretaris Daerah Provinsi) dan kepada sepuluh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Setelah acara penyerahan secara simbolis selesai, dilaksanakan penyerahan DIPA TA 2012 kepada seluruh Satuan Kerja wilayah pembayaran KPPN Kendari di Ruang Lakidende, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara.
Untuk lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 516 DIPA diserahkan kepada masing-masing KPA oleh Kanwil, KPPN Bau Bau, KPPN Raha dan KPPN Kolaka dengan perincian: DIPA Kantor Pusat yang berlokasi di daerah dan Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga di daerah berjumlah 339 DIPA dengan nilai sebesar Rp 3,257 triliun, DIPA Tugas Pembantuan untuk SKPD di Provinsi/Kabupaten/Kota berjumlah 100 DIPA dengan nilai sebesar Rp 477 miliar, DIPA Dekonsentrasi untuk SKPD Provinsi berjumlah 63 DIPA dengan nilai sebesar Rp 441 miliar, dan DIPA Urusan Bersama untuk SKPD Kabupaten/Kota berjumlah 14 DIPA dengan nilai sebesar Rp 277 miliar.
Oleh: Hendry Wibowo dan Andi Permadi, Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara








Pada pukul 14.00 WIB di hari yang sama, bertempat di auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Kepala KPPN Sekayu melanjutkan rangkaian acara penyerahan DIPA 2012 kepada Bupati Musi Banyuasian untuk diserahkan kepada KPA satker di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Acara ini merupakan kerja bareng antara KPPN Sekayu dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Musi Banyuasin, Pahri Azhari, unsur muspida, anggota DPRD , kepala satker dan SKPD di Lingkungan Pemkab Musi Banyuasin. Acara yang diawali dengan lagu mars Kabupaten Muba yang dinyanyikan oleh seluruh undangan, dilanjutkan dengan laporan Kepala KPPN Sekayu yang antara lain menyampaikan bahwa penyerahan DIPA di daerah merupakan rangkaian kegiatan setelah penyerahan DIPA di Jakarta yang dilakukan presiden beberapa waktu sebelumnya. Disampaikan pula bahwa untuk Kabupaten Musi Banyuasin DIPA yang diserahkan berjumlah 33 DIPA dengan nilai Rp144.003.739.000,- yang meliputi DIPA TP sebanyak 8 DIPA dengan nilai Rp7.367.125.000,-, DIPA KP sebanyak 1 DIPA dengan nilai Rp12.386.000.000,-, Instansi vetikal K/L sebanyak 23 DIPA dengan nilai Rp94.703.054.000,- dan DIPA UB sebanyak 1 DIPA dengan nilai Rp9.547.560.000,-.
Sementara itu Muhammad Uswanas selaku Bupati Fakfak dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Pemerintah yang telah menaikkan alokasi dana DIPA untuk wilayah pembayaran KPPN Fakfak sebesar 66% meningkat dibanding alokasi dana DIPA diawal tahun anggaran 2011. Disamping itu ia berpesan agar Kuasa pengguna Anggaran Satker melakukan koordinasi dengan Pemda agar kegiatan tidak duplikasi, mekanisme tender bisa lebih transparan dan memberikan laporan berkala atas pelaksanaan kegiatan belanja modal sebagai bentuk sinkronisasi dan sinergi antara pendanaan APBN dan APBD.
DIPA baru tersebut diatas dilihat dari kode kewenangannya terdiri dari 4 jenis yaitu Kantor Pusat (KP) ada 2 DIPA, Kantor Daerah (KD) 43 DIPA, Tugas Pembantuan (TP) 8 DIPA, dan Urusan Bersama (UB) 2 DIPA. Dilihat dari jumlah DIPA per Kabupaten, Fakfak memperoleh 38 DIPA (69,09%) sementara Kaimana hanya 17 DIPA (30,91%). Penyerahan DIPA kali ini dilakukan secara simbolis kepada 10 satker mewakili kriteria keragaman kode kewenangan dan wilayah.
Pada penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012 ini diwilayah pembayaran KPPN Merauke sebanyak 105 DIPA dengan total pagu Rp. 1.503.248.430.000,-. Jumlah tersebut mengalami peningkatan baik dari segi pagu dana maupun jumlah DIPA dari tahun 2011. Sebelum ditutup dengan doa, diserahkan DIPA secara simbolis.
Tak henti-hentinya Duta SPAN Unit dengan penuh semangat memberikan penjelasan dan pemahaman tentang SPAN melalui media sosialisasi. Sosialisasi pun digelar secara marathon dari tanggal 13 & 20 September, 11 & 12 Oktober, serta 29 & 30 November 2011 dengan materi Overview SPAN, Aplikasi SAKTI, Infrastuktur SPAN, dan Strategi Masa Transisi SPAN. Tak kalah pentingnya, di penghujung akhir tahun 2011, tepatnya pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2011, untuk me-refresh materi SPAN yang telah disosialisasikan oleh Duta SPAN Unit, kegiatan sosialisasi SPAN kali ini dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu Kuis SPAN dipadukan dengan outbound.
Walaupun terik matahari cukup menyengat di daerah Magelang, namun para pegawai tetap semangat sehingga capai dan lelah pun tak dirasa lagi, yang ada hanya bahu membahu menyelesaikan setiap tugas/game yang diberikan. Itulah Semangat SPAN!! Setelah berbenah diri dan ishoma, untuk menyegarkan ingatan pegawai tentang SPAN dilanjutkan dengan Kuis SPAN, berbagai hadiah pun melayang kepada pegawai yang bisa menjawab kuis. “Ternyata belajar SPAN ga perlu SPANeng” komentar salah seorang peserta.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Bjardianto Pudjiono melaporkan kepada Gubernur Papua bahwa jumlah DIPA 2012 lingkup Provinsi Papua yang diselesaikan yaitu 693 DIPA dengan jumlah Rp9.111.609.085.000,-. Selain alokasi tersebut. alokasi APBN 2012 berupa Dana Transfer untuk Provinsi/Kabupaten/Kota di Papua sejumlah Rp24.191.667.110.800,- dengan rincian DBH Pajak Rp1.368.436.448.532,-, DBH SDA Rp771.424.409.268,-, DAU Rp15.062.396.245.000,-, DAK Rp2.002.611.760.000,-, Dana Otsus Rp3.833.402.135.000,-, Dana Tambahan Infrastruktur Rp571.428.571.000,-, Dana Penyesuaian Rp581.967.542.000,-. Total APBN yang dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Papua Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp33.303.276.195.800,-.
APBN tahun 2012 disusun dengan memperhatikan perkembangan ekonomi makro terkini dan prospeknya ke depan. Beberapa asumsi yang sudah disepakati adalah pertumbuhan ekonomi diharapkan sebesar 6,7%, inflasi sebesar 5,3 persen, dan Nilai tukar Rupiah diasumsikan sebesar Rp8.800,- per US Dollar. Pada tahun depan ditetapkan tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan sebesar 6,0%. Target Lifting minyak sebesar 950 ribu barel per hari, dan tingkat harga minyak diperkirakan 90,0 US Dollar per barel.

