Gorontalo, djpbn.kemenkeu.go.id - Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang sampai saat ini merupakan satu-satunya aplikasi perbendaharaan negara yang diresmikan oleh Presiden di Istana Negara, harus dikawal pelaksanaannya oleh segenap insan Kementerian Keuangan. Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono, dalam kunjungan kerjanya ke Gorontalo (15/1).
Karena salah satu fitur andalan SPAN adalah monitoring pelaksanaan anggaran secara real time, yang dapat dilakukan oleh para Menteri bahkan Presiden, akurasi SPAN dalam pengelolaannya harus selalu dijaga (lihat Presiden RI : dengan SPAN “jangan sampai 1 (satu) rupiah pun lolos dari pantauan”).
Masih terkait SPAN, Marwanto juga mengingatkan agar implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) sebagai sistem pendukung SPAN mendapat perhatian penuh. Di tahun 2016 ini, SAKTI akan diimplementasikan secara penuh di lingkup Ditjen perbendaharaan untuk selanjutnya diimplementasian secara nasional di tingkat Satker.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perbendaharaan juga kembali menyoroti penyerapan anggaran sebagai salah satu isu krusial yang berskala nasional karena menjadi perhatian Presiden dan Wapres.
“Di tahun 2016, akan dilakukan percepatan proyek-proyek pembangunan di awal tahun karena Presiden dan Wapres menganggap permasalahan rutin pelaksanaan anggaran selama bertahun-tahun adalah terlambatnya proses tender sehingga pertanggungjawabannya menumpuk di akhir tahun” ujar Marwanto. Oleh karena itu, Marwanto meminta agar Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) mengintensifkan komunikasi dengan Satker terutama untuk Satker yang memiliki pagu anggaran yang besar supaya mempercepat realisasi proyek-proyek pembangunan di tahun 2016.
*link Liputan Peresmian SPAN oleh Presiden RI
Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan










