Liputan Pelaksanaan Gugus Kendali Mutu (GKM) SPAN di KPPN Nabire
Nabire, djpbn.kemenkeu.go.id -KPPN Nabire kembali mengadakan GKM (Gugus Kendalai Mutu) SPAN untuk kesekian kalinya, Selasa, (11/9). Menyadari tuntutan untuk menjadi institusi yang profesional, maka KPPN Nabire secara rutin telah melaksanakan kegiatan GKM. Sejalan dengan itu, dalam rangka pemantapan persiapan implementasi KPPN Percontohan dan implementasi SPAN, maka GKM tersebut dilaksanakan secara lebih intens.
Materi yang menjadi pokok penyajian pada GKM tersebut adalah Infrastruktur SPAN. Sebagai Penyaji GKM Modul SPAN adalah Yuda Gustama, selaku Duta SPAN Unit KPPN Nabire. Para Pegawai KPPN Nabire mengakui, bahwa cukup sulit untuk memahami Modul SPAN, karena baik penyaji maupun peserta mencoba mendeskripsikan kondisi dan hal-hal yang belum pernah dilakukan. Namun, dengan penyajian dari DSU dalam pertemuan GKM tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal para pegawai KPPN Nabire.
Suasana antusias dan semangat, itulah gambaran yang terlihat dalam setiap pelaksanaan GKM SPAN para pegawai KPPN Nabire. Hal yang paling mudah terlihat dari gambaran tersebut adalah banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada penyaji. Sikap antusias tersebut merefleksikan keinginan besar para pegawai agar mampu menyesuaikan dengan perubahan yang sedang dan akan terjadi dalam organisasi Ditjen Perbendaharaan.
Muncul beberapa pertanyaan di luar topik pembahasan GKM hari itu, namun masih terkait dengan SPAN. Salah satu pertanyaan terkait dengan adanya konsep “jatuh tempo” pada Modul Pembayaran, yakni tentang keterkaitan atau perbedaan dengan konsep “penyelesaian 1 jam” yang sekarang berlaku. Penyaji memberikan penjelasan bahwa hal tersebut terkait dengan jatuh tempo pencairan atas permintaan pembayaraan oleh Satker yang diajukan ke KPPN. Dalam system SPAN, nantinya akan muncul work list (daftar perkerjaan) yang harus diselesaikan setiap pemegang otoritas ketika sudah melakukan login pada aplikasi SPAN. Pada work list itulah akan tercantum batas waktu penyelesaian pekerjaan. Teknis pelaksanaannya akan diatur dalam peraturan perundangan lebih lanjut.
Pada kesempatan tersebut Kepala KPPN Nabire, Amra, menyampaikan arahan bahwa Modul SPAN sangat penting untuk dipahami seluruh pegawai. Melalui GKM Modul SPAN, beliau berharap seluruh jajaran pejabat/pegawai KPPN Nabire dapat menggali dan memahami betul tentang SPAN. GKM merupakan salah satu media bagi para pegawai untuk meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan organisasi.
Selanjutnya, Amra juga menyampaikan hasil assestment Pelaksana KPPN Nabire. Tingkat kelulusan KPPN Nabire mencapai 75% dengan perincian 8 lulus murni, 4 lulus cadangan, dan 4 pegawai belum lulus. Kepada yang telah lulus, Kepala KPPN Nabire mengucapkan selamat sekaligus berharap agar capaian tersebut memotivasi pegawai untuk terus berbenah diri. Kepada yang belum lulus, Bapak Amra berpesan agar jangan berkecil hati, tetap bersemangat. Sebagaimana penegasan dari Kantor Pusat dalam surat nomor S-7302/PB/2012, kepada yang belum lulus akan diberikan kesempatan mengulang. Beliau yakin Pimpinan Ditjen Perbendahraan telah merumuskan kebijakan yang terbaik untuk organisasi sekaligus terbaik untuk pegawai.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata untuk kelancaran pelaksanaan tugas organisasi KPPN Nabire dalam menyongsong implementasi KPPN Percontohan di bulan Oktober 2012 dan implementasi SPAN tahun 2013. Sikap antusias yang tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul sudah menyiratkan kesiapan awal KPPN Nabire dalam menyongsong agenda besar dimaksud.
Oleh: Endarto, Kontributor KPPN Nabire




