Liputan Rapat Koordinasi Tingkat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra
Kendari, djpbn.kemenkeu.go.id – Peraturan Menteri Keuangan Nomor 169 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Ditjen Perbendaharaan mengamanatkan tugas-tugas dan fungsi-fungsi tambahan yang relatif baru bagi Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN. Tugas-tugas dan fungsi-fungsi baru tersebut di antaranya penyusunan spending review, statistik keuangan daerah (Government Finance Statistic), dan analisis kinerja anggaran belanja daerah. Dalam pelaksanaan tugas-tugas itu, terutama yang masih relatif baru, baik Kanwil maupun KPPN menghadapi titik-titik rawan atau risiko-risiko yang berpotensi mengganggu kinerja. Titik-titik rawan ini perlu dipetakan dan dibuat mitigasinya.
Hal tersebut menjadi intisari Rapat Koordinasi Tingkat Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, 23—25 Agustus 2013. Diselenggarakan di Wonua Monapa Resort, Konawe Selatan, acara ini diikuti oleh para pejabat eselon dan pelaksana Kanwil Ditjen Provinsi Sulawesi Tenggara, KPPN Kendari, KPPN Baubau, KPPN Kolaka, dan KPPN Raha. Rapat ini merupakan rapat koordinasi kedua yang digelar Kanwil dalam tahun ini dan dikhususkan untuk membahas pemetaan titik rawan di Kanwil dan KPPN serta mitigasinya.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Tiarta Sebayang, mengungkapkan, “Tiap unit punya titik rawan sendiri. Titik-titik itu harus dipetakan dan dibuat kesepakatan untuk mitigasinya.” Apalagi, lanjut Tiarta, terkait tugas-tugas baru sesuai amanat PMK 169/2012, pemetaan tersebut membutuhkan ilmu yang baru juga.
Dalam acara dua hari tersebut, tiap eselon III memaparkan materi titik rawan dan mitigasi di unit masing-masing. Dari Kanwil, Kepala Bagian Umum, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I dan II, Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, dan Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal berurutan menyampaikan materinya. Sementara itu, dari KPPN Tipe A1 diwakili oleh Kepala KPPN Kendari dan KPPN Tipe A2 oleh Kepala KPPN Baubau. Titik rawan atau potensi gangguan yang paling umum berkisar pada masalah kurangnya SDM, sulitnya memperoleh data untuk keperluan laporan, benturan kepentingan di tiap-tiap unit, hingga gratifikasi.
Mengambil tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Indonesia, Kita Satukan Tekad ‘One Team, One Goal, One Spirit’ untuk Mencapai Kinerja Terbaik”, acara ini juga diselingi dengan kegiatan outbond dan ice breaking di lapangan yang dikoordinasi secara mandiri oleh pihak Kanwil. Kegiatan ini, selain sebagai penyegaran, juga untuk memupuk kerja sama antarpegawai dari berbagai unit. Ada pula penandatanganan ikrar One Team, One Goal, One Spirit oleh seluruh peserta rapat dengan harapan seluruh pegawai dapat senantiasa satu tujuan dan semangat dalam bekerja. Dalam kalimat penutupnya, Kepala Kanwil berpesan agar hal-hal yang sudah dibahas dalam rapat menjadi renungan bersama. Tiarta juga mengingatkan, setelah kembali dari rapat, semua pegawai agar senantiasa berdoa dan meningkatkan kinerja dengan semangat membara.
Oleh: Agustina Rahayuningtyas dan Affandi Pattangai – kontributor Kanwil Kendari
Editor: Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan




