Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - Launching website Government Financial Statistic (GFS) (30/12) merupakan capaian quick win Ditjen Perbendaharaan di penghujung tahun 2015. Saat ini GFS menjadi penting karena lebih dari sekedar laporan keuangan konsolidasi, GFS juga menjadi wujud keterbukaan dan transparansi informasi publik.
Dengan ekspose terbuka melalui website, data GFS dapat digunakan secara luas oleh pengguna layanan, analis, dan akademisi baik tingkat pusat maupun daerah. Informasi ini disampaikan oleh Firmansyah, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Ditjen Perbendaharaan, saat soft launching website GFS di Jakarta (30/12/15).
GFS memiliki keunggulan yaitu menyatukan laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah yang secara teknis memiliki standard akuntansi dan pelaporan yang belum seragam. Hal ini menyebabkan publikasi data GFS yang komprehensif dan terpadu merupakan suatu tantangan tersendiri dan menempuh perjalanan panjang.
“Sudah 11 tahun sejak paket UU Keuangan Negara, kita coba susun. Sejak 2007 sudah dicoba membuat laporan konsolidasian. Upaya (ini) tidak sia sia, semenjak 2007 sudah 8 kali laporan GFS dibuat, disampaikan via website DJPB, dan sekarang memiliki website sendiri” tegas Firmansyah.
Firman menegaskan “Ke depan, GFS dapat lebih menggambarkan posisi aset dan kewajiban pemerintah secara keseluruhan”, tambah Firman lagi. “Data sudah ada baik pusat dan daerah. Data tersebut bisa dilihat untuk bahan pengambilan keputusan / interfensi baik tingkat pusat maupun daerah”, tambahnya lagi.
Data GFS yang dipublikasikan dapat diunduh di http://www.gfs.djpbn.kemenkeu.go.id/.
Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan











