Pelaksanaan anggaran di tahun 2020 ini, sangat berbeda dengan pelaksanaan anggaran tahun –tahun sebelumnya. Adanya Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di seluruh dunia berdampak pula pad apelaksanaan anggaran di Indonesia khususnya di Kab/Kota Wilayah Pembayaran KPPN Madiun. Sampai dengan hari ini Covid-19 belum menunjukan adanya penurunan jumlah pasien positif sebagaimana yang direlease melalui website resmi covid-19. Dalam rangka menekan penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah terus menerapkan berbagai upaya dengan menerapkan protocol pencegahan penyebaran Covid-19.
Akibat Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada penyerapan anggaran masing-masing satker. Pemerintah telah mengambil kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, dan melakukan penghematan anggaran di semua kementerian/lembaga untuk dialihkan dalam upaya menanggulangi Covid-19 baik dari aspek kesehatan, maupun sosial dan ekonomi. Sebagai dampak refocusing anggaran, jumlahpagu DIPA yang dikelola oleh KPPN Madiun mengalami penurunan hingga kurang lebih Rp. 276 Milyar menjadi Rp. 4,1 Trilyun dari pagu sebelum revisi Rp 4,3 Trilyun yang terdiri dari BelanjaPegawaisebesarRp. 2,1 Trilyun, Belanja Barang sebesar Rp. 846,3 Milyar, Belanja Modal Rp.141,5 Milyar, Belanja Bantuan Sosial Rp. 7,8 Milyar sedangkan Belanja Transfer sebesar Rp. 1,036 Trilyun..
Realisasi Anggaran pada KPPN Madiun sampai dengan akhir bulan Juni 2020 (Semester I TA 2020) telah melebihi dari target yaitu Sebesar 1,9 Trilyun (45,73%) dari target 40% yang meliputi belanja pegawai terealisasi sebesar Rp. 922.6 Milyar (43,34%),Belanja Barang Rp.306.2 Milyar (36,18%), Belanja Modal Rp.23,8 Milyar (16,82%), Belanja Bansos Rp. 3,005 Milyar (38,39%) sedangkan Belanja Transfer sebesar 647.6 Milyar (62,45%).
Dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2019 yang paling signifikan adalah penurunan realisasi belanja barang. Penurunan realiasi belanja barang dari 50.21% pada periode yang sama di tahun 2019 menjadi 36,16% pada tahun 2020 (penurunan sebesar14,05%), hal ini disebabkan adanya penundaan berbagai proses pengadaan barang dan jasa dan kegiatan pada satker-satker mitra kerja KPPN Madiun sebagai dampak pandemi Covid-19 yang belum bisa dilaksanakan. Sementara itu, realisasi belanja transfer pada tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan realisasi belanja transfer melalui penyaluran DAK fisik dan Dana Desa meningkat sebesar 20,78 % dari hanya 41,57% pada tahun 2019 menjadi 62.45% pada tahun 2020. Hal inidisebabkan adanya arahan Presiden untuk percepatan penyaluran Dana Desa sebagai mana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Serta Pengalihan Dana Desa untuk penangganan akibat Covid-19 diantaranyaBantuan Langsung TunaiKepada Masyarakat .
Disampaikan oleh Kepala KPPN Madiun, Kutfi Jusmintari bahwa pagu anggaran Dana Transfer, khususnya DAK Fisik Reguler Bidang Kesehatan dan KB, serta Penugasan Bidang Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Penguatan Intervensi Stunting, masing- masing Pemerintah Daerah dalam wilayah kerja KPPN Madiun adalah sebagai berikut : Kab. Madiun sebesar Rp. 28,2 milyar;Kab.Ngawi sebesar Rp. 13 milyar; Kab.Magetan sebesar Rp. 7,5 milyar; Kab.Ponorogo sebesar Rp. 33,4 milyar dan Kota Madiun sebesar Rp. 6,3 milyar. Pada bidang Kesehatan tersebut terdapat sebagaian anggaran khusus untuk penanggulangan bencana Pandemi Covid-19 yang secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 5,1 dan sudah disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah Pemda terkaitpada bulan April 2020 melalui KPPN Madiun.
Ditambahkan pula bahwa adanya kebijakan pemerintah pusat new normal sebagai cara hidup baru di tengah pandemi Covid-19 yang mulai berlaku di awal bulan Juni 2020, diharapkan nantinya realisasi anggaran padatriwulan III dan IV tahun 2020 meningkat dengan rata-rata penyerapan anggaran secara nasional mampu mencapai 95% serta tercapainya output kegiatan, mampu menjadi multiplier efek bagi perkembangan perekonomian di Daerah Madiun Raya.
Sampai saatini, berbagai upaya telah ditempuh pemerintah pusat begitu juga dengan KPPN Madiun agar realisasi anggaran dan peningkatan capaian output kegiatan pada semester II tahun 2020. KPPN Madiun terus berkoordinasi dengan satker-satker mitra kerja KPPN untuk melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan dan peningkatan tata kelola pelaksanaan anggaran menjadi lebih baik.
Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2020 kepada seluruh pegawai diharuskan untuk mengikuti kegiatan peringatan tersebut melalui virtual media elektronik baik melalui TV, instagram, facebook atau yutube yang menyiarkan secara langsung.
Memperingati Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Indonesia mengadakan upacara via video conference, Senin 1 Juni 2020.
Adapun upacara Hari Lahir Pancasila dihadiri Presiden Jokowi, Wakil Presiden Maruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR, dan sejumlah pejabat lainnya.
Di tengah pandemi covid-19 ini, para peserta upacara Hari Lahir Pancasila juga tampak mengedepankan protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker.
Tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2020 adalah Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju.
Resume Pidato Presiden RI Dalam Upacara Harlah Pancasila, 01 Juni 2020
Tema: Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum w.w. dst
Yang saya hormati, Wakil Presiden RI Bpk KH Ma'ruf Amin, dst
Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini kita laksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.
Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi.
Hadirin yang saya hormati, Nilai-nilai luhur Pancasila harus kita hadirkan secara nyata dalam kehidupan kita. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah. Nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia
Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Saya juga mengajak seluruh elemen bangsa di mana pun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan, saling membantu, saling menolong, dan saling bergotong-royong, serta selalu optimis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang. Kekurangan dan kelemahan tidak menghalangi kita untuk terus maju. Kekurangan dan kelemahan harus sama-sama kita perbaiki, harus kita jadikan momentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan agar kita menjadi bangsa yang kuat dan mandiri yang berdiri di atas kaki sendiri.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, tahun ini atau bahkan tahun depan situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu. Kita tidak sendirian, 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita. Semua dalam kesulitan tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba-lomba untuk jadi pemenang. Menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya. Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang, kita harus optimis, kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan, kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi COVID ini.
Mari kita buktikan ketangguhan kita. Mari kita menangkan masa depan kita. Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Sebagai saudara sebangsa dan setanah air mari kita terus memperkokoh persatuan, mari kita peduli dan berbagi untuk sesama, mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat, bukan hanya mampu menghadapi tantangan tetapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi sebuah lompatan kemajuan.
Selamat Hari Lahir Pancasila
Selamat Hari Lahir Pancasila
Selamat Hari Lahir Pancasila
Mari kita selalu bersatu, saling peduli, dan selalu berbagi untuk kemajuan negeri kita tercinta ini.
Terima kasih
Wassalamualaikum w.w.dst

Liputan6.com, Jakarta - Di hari kedua Idul Fitri 1441 H, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar silaturahmi daring (online) dengan keluarga besar Kementerian Keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengakui Lebaran tahun ini dirayakan berbeda dari dari tahun-tahun sebelumnya.
"Dalam sebuah perjalanan kita harus menahan diri, merasa keputusaaan, ketakutan, tapi kita percaya Maha Pencipta memberikan kemudahan karena kita sudah ikhtiar luar biasa. Ada elemen ketawakalan, itu ada rasa daya tahan, meski di situasi kepasrahan tapi tidak menyerah," kata dia dalam silaturahmi daring, Senin (25/5/2020).
Menurut Sri Mulyani, munculnya virus corona hingga menjadi sebuah pandemi telah mengubah setiap segi kehidupan masyarakat.
"Sejak 6 bulan dimana kita mulai mengenal virus corona, kemudian Covid-19 dan pandemi, hidup kita berubah luar biasa. Tetapui kita juga tetap bisa memberikan solusi jawaban bagi bangsa kita untuk menhadapi pandemi yang luar biasa. Kita memiliki harapan dan ikhtiar yang tidak berhenti," ungkap dia.
Meski harus tetap bekerja dan merayakan Lebaran di tengah pandemi Corona, Sri Mulyani berharap jajaran di Kemenkeu tetap bisa menjaga semangat dan upaya dalam rangka memberikan solusi agar perekonomian Indonesia tetap terus berjalan.
"Saya harap seluruh jajaran Kemenkeu, pimpinan di mana pun anda bertugas, saya harap kita semua tetap pelihara semangat, terus beriktiar dan tawal, untuk terus mencari solusi. Saya berterimakasiunh tuk semua yang tetap bekerja di lapangan, mereka yang melakukan pelayanan secara utuh meski dalam suasana yang berbeda," tutup dia.
|
|
|
Jakarta.djpb.kemenkeu.go.id,- Selamat pagi #mitraperbendaharaan, Modernisasi Rekening Pemerintah/ Rekening Pengeluaran pada satuan kerja penting untuk peningkatan kelancaran satuan kerja dalam merealisasikan anggaran guna mendukung tugas dan fungsinya dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Sesuai PMK 183/PMK.05/2019 disebutkan bahwa rekening pengeluaran pada satuan kerja dilakukan restrukturisasi dari rekening giro ke rekening virtual (virtual account), hal ini diharapkan akan dapat mendorong simplifikasi, efesiensi dan efektivitas satuan kerja dalam pelaksanaan APBN karena dengan adanya rekening virtual, jumlah rekening induk cukup dibuka pada K/L induknya saja, sehingga jumlahnya sangat jauh berkurang. Dengan jumlah rekening induk yg sedikit, tentu lebih mudah dikelola dan diawasi kegiatan dan saldonya.
Selain itu modernisasi rekening pengeluaran pada satuan kerja juga memiliki tujuan meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta keamanan dana APBN karena semua pihak yg terkait : satker, K/L induknya, sampai Bendahara Umum Negara (BUN) bisa memantau kegiatan dan saldo rekening secara realtime melalui dashboard yg tersedia dalam sistem.
Untuk mengetahui perkembangan Modernisasi Rekening Pengeluaran pada satuan Kerja/ Modernisasi Rekening Pemerintah tersebut, simak infografis berikut.
Sumber data & grafis
Direktorat Pengelolaan Kas Negara DJPb
Pemerintah tengah menyiapkan skenario new normal untuk Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) di tengah pandemi COVID-19. Skenario ini disiapkan sebagai pedoman bagi PNS agar dapat bekerja secara optimal selama vaksin COVID-19 belum ditemukan.
"Ya kita harus realistis saja bahwa corona ini belum ada obat/vaccine, jadi harus tetap waspada," kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Dwi Wahyu Atmaji, kepada detikcom, Sabtu lalu (23/5/2020).
|
Ada tiga komponen yang diatur untuk menjalankan skenario new normal buat PNS. Pertama, terkait mengenai sistem kerja untuk PNS. Ia menjelaskan nantinya akan diterapkan sistem flexible working arrangement yang mana ASN bisa bekerja dari kantor, rumah, atau tempat lain. |
Secara rinci, sistem kerja ini akan mengatur siapa saja dan jenis pekerjaan apa yang bisa dilaksanakan dengan sistem kerja tersebut. Selain itu, akan diatur juga mengenai berapa hari dalam sepekan skema tersebut berlaku.
Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait siapa dan berapa batasan usia pegawai yang diperbolehkan untuk beraktivitas kembali, kata Wahyu, skema itu masih dalam pembahasan."Masih ditelaah," imbuhnya.
Kedua, penerapan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak di tempat kerja, pemakaian masker dan cuci tangan untuk mencegah penularan virus selama bekerja. Skema ini, kata Wahyu, tentunya nanti membutuhkan penyesuaian sarana dan ruang kerja.
Ketiga, percepatan dan perluasan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik antara lain seperti e-office (less paper/paper less), digital signature hingga rapat fisik dikurangi (sebagian besar rapat melalui video conference).
SAAT ini Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19. Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, masyarakat diminta menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter, social distancing, dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah wilayah wilayah di Indonesia.
Tidak hanya itu, sejumlah Intansi Pemerintah dan Swasta melaksanakan bekerja dari rumah atau work from home WFH) serta dan melarang kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa..
Hingga saat pandemi Covid-19 belum menunjukkan mereda. Bahkan data sempai dengan tgl 18 Mei 2020 sebanyak 18.101 orang di Indonesia positif Covid-19, 1.191 orang meninggal dunia dan 4.324 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya dengan maksimal dalam penanggulangan Covid-19 agar masyarakat semua terhindar dari wabah Covid-19.
Pandemi Covid-19 telah berdampak kepada banyak sektor salah satunya sektor perekonomian. Sebagai bentuk peduli terhadap kondisi yang dialami saat ini, KPPN Madiun memberikan bantuan sembako gratis berupa beras, minyak goreng, dan gula.
Bakti sosial ini dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tgl 17-18 Mei 2020. Sembako gratis tersebut dibagikan kepada pegawai PPNPN, Tukang Becak, pasukan orange/tukang sampah , dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah Kota Madiun yang terkena dampak wabah Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan.
“Untuk membantu meringankan beban dari para PPNPN dan masyarakat sekitar yang terdampak dari Covid-19 dan ini merupakan komitmen dari KPPN Madiun dalam ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam upaya agar Covid-19 ini cepat selesai,” ujar Kutfi Jusmintari selaku Kepala KPPN Madiun.
"Semoga partisipasi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi para penerima dan memberikan motivasi untuk menjaga kesehatan,semangat dan keutuhan dari keluarga serta bangsa dan negara Republik Indonesia," ujarnya.

Bantuan paket sembako gratis yang diberikan ini diharapkan dapat membantu meringankan warga yang terdampak Covid-19, sehingga mereka bisa tetap di rumah dan dapat meredam penyebaran virus Covid-19 di negeri kita tercinta ini sehingga lekas pulih kembali, dan kita dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara normal sebagai mana mestinya.