Soft Launching Implementasi KPPN Percontohan Tahap VI Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel di KPPN Baturaja
Baturaja, djpbn.kemenkeu.go.id - Layanan Perbendaharaan di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel memasuki era baru, ketika Implementasi KPPN Percontohan untuk KPPN Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau dan Sekayu resmi diuncurkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Iskandar, Selasa (16/10), di KPPN Baturaja. Sebelumnya, KPPN Palembang telah menyandang status Percontohan sejak tahun 2007.
Acara soft launching kali ini yang bertajuk “Pewujudan Integritas, Profesionalisme, Sinergi,Pelayanan, dan Kesempurnaan yang lebih baik demi kesinambungan Reformasi Birokrasi”. Di bawah naungan cuaca yang cerah, acara dimulai tepat waktu pada pukul 9.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, terlihat hadir Wakil Bupati OKU beserta jajaran, unsur Muspida, mitra kerja seperti Perbankan dan Pos, serta para pimpinan satker di wilayah kerja KPPN Baturaja. Mereka memberi respons positif, ditandai dengan applaus yang meriah di beberapa moment, baik sambutan maupun peresmian simbolik. Termasuk pula appresiasi yang disampaikan secara lisan khususnya oleh jajaran Pemda yang menilai kondisi layanan KPPN Baturaja baik dari layout, ketersediaan sarana prasarana maupun prosedur dapat menjadi benchmark layanan publik di daerah.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu penyampaian laporan dari KPPN Baturaja yang disampaikan oleh Kasubag Umum KPPN Baturaja, Sri Wiyono selaku Plh. Kepala KPPN Baturaja mewakili Kepala KPPN Baturaja yang sedang mengikuti Diklatpim III, Soft Launching implementasi KPPN Percontohan di Baturaja ini diresmikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan. Peresmian secara simbolik ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan plakat simbol soft launching kepada seluruh Kepala KPPN di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Iskandar.
Dalam sambutannya, Iskandar menyatakan bahwa implementasi KPPN-P merupakan jawaban dan koreksi atas stigma lama pelayanan birokrasi yang lamban, berbelit-belit, tanpa kepastian dan sarat KKN. Menurutnya, sesuai amanat reformasi birokrasi, dengan SOP percontohan yang baku, serta didukung perbaikan sarana-prasarana, SDM terseleksi kompetensinya, serta uji prosedural dengan kriteria yang ketat, pelayanan perbendaraan terutama pencairan dana APBN seperti yang selama ini dikenal masyarakat bisa berjalan cepat, tepat, transparan, jelas norma waktunya, jelas prosedur dan persyaratannya serta terutama tidak lagi bernuansa KKN. Ia menambahkan , sebagai contoh yang paling nyata adalah penyelesaian Surat Perintah Membayar (SPM) dari satuan kerjamenjadi Surat Perintah Percairan Dana (SP2D) sebagai dokumen pencairan anggaran yang semula waktu penyelesaiannya 1-3 hari bahkan 1 minggu, kini bisa diselesaikan hanya dalam tempo 1 jam saja.
Dengan perbaikan layanan ini, diharapkan keberadaan KPPN dapat bersinergi, menjadi mitra kerja yang baik bagi instansi pemerintah di daerah (satker), termasuk Pemda, dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional serta memberi dampak positif bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Sumsel juga menyampaikan agar segenap jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Sumsel, utamanya KPPN Percontohan dapat senantiasa mewujudkan layanan perbendaharaan dengan semangat “melayani dengan hati” sebagai pengejawantahan nilai-nilai utama Kementerian Keuangan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati OKU mewakili Pemda dalam sambutannya menyatakan bahwa KPPN Percontohan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi di segala lini. Di samping itu, ia mengemukakan pula harapan bahwa pelayanan yang diberikan dapat diwujudkan tidak hanya cepat dan simple, tetapi juga dengan ramah dan menyenangkan bagi pengguna layanan publik. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh perwakilan satker yang diwakili oleh Kepala BPS OKU dalam sambutannya yang mengungkapkan perbedaan nyata pelayanan perbendaharaan oleh KPPN di era lama dan di era percontohan ini.
Tak ke
tinggalan, untuk memperkuat penyampaian komitmen layanan percontohan, juga dideklarasikan janji layanan KPPN Percontohan yang dibacakan oleh pejabat/pegawai KPPN Baturaja mewakili segenap jajaran insan Perbendaharaan di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel. Mengawali tinjauan layanan percontohan di front office KPPN Baturaja, dilakukan pengguntingan pita/rangkaian melati oleh Wakil Bupati OKU, Kuryana Azis didampingi istri, sebagai tanda telah beroperasinya SOP Percontohan pada KPPN Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau dan Sekayu.
Dalam tinjauan yang dipandu langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, ia kembali mengutarakan kepada Wakil Bupati, unsur Muspida dan para hadirin tentang berbagai upaya improvement di berbagai lini yang telah dilakukan dalam mewujudkan layanan percontohan. Ia melanjutkan bahwa implementasi SOP Percontohan sendiri di KPPN Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau dan Sekayu sesungguhnya telah dilaksanakan sejak tahun 2009 yang lalu. Sesi tinjauan ini juga disertai presentasi video klip profil KPPN Percontohan serta prestasi-prestasi yang telah diraih Ditjen Perbendaharaan dalam hal layanan dan implementasi reformasi birokrasi produksi Media Centre Ditjen Perbendaharaan. Oleh: Purwo Widiarto – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sumsel