- Regional
- Dilihat: 5370
Menyatukan Persepsi, Menuju Efisiensi
Liputan Rapat Koordinasi Bank Indonesia, KPPN Samarinda, Kanwil DJPB Prov Kaltim, Bank Operasional Persepsi dan Pos.
Samarinda,perbendaharaan.go.id. “ Serahkan semua pekerjaan pada ahlinya,” demikian diungkapkan oleh Pimpinan Bank Indonesia Samarinda Androecia Darwis dalam membuka acara Rapat Koordinasi antara Bank Indonesia Samarinda, KPPN Samarinda, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov Kalimantan Timur, Bank-Bank Persepsi ,Bank Operasional III, dan Kantor Pos, dalam lingkup wilayah keja KPPN Samarinda, Senin (4/10), di Aula Bank Indonesia Samarinda. Acara ini digagas oleh Bank Indonesia Samarinda bekerja sama dengan KPPN Samarinda.
Rapat Koordinasi ini membahas beberapa hal yang menyangkut penerimaan dan pelimpahan Negara, diantaranya adalah reversal, BI RTGS ( Bank Indonesia Real Time Gross Settlement, suatu sistem transfer dana elektronik –red. ), pengelolaan Kas, perjanjian jasa pelayanan perbankan, dan pelimpahan penerimaan negara. Bagi KPPN Samarinda, pertemuan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya di wilayah pembayaran Kota Bontang pada tanggal 22 dan 23 September 2011.
Acara Rapat Koordinasi ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama merupakan pengantar dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Abdullah Nanung. Dalam pengantarnya, Kepala Kanwil menyampaikan bahwa pengeloaan kas merupakan amanat dari Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan bahwa diperlukan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan kas.
Sesi kedua adalah pemaparan materi terkait penerimaan negara. Materi pertama tentang refresh tugas-tugas bank persepsi dan pos yang disampaikan oleh Kepala KPPN Samarinda Widoyoko Sapto Putro. Materi kedua tentang BI RTGS yang disampaikan oleh Kasi Layanan Nasabah dan Penyelenggaraan Kliring BI Samarinda Slamet Sudiarto dan Materi terakhir tentang tata cara pembukuan reversal, perjanjian jasa pelayanan perbankan, dan pelimpahan penerimaan negara yang disampaikan oleh Kepala Seksi Bank/Pos KPPN Samarinda Nazuar.
Sesi ketiga adalah sesi tanya jawab. Peserta rapat rata-rata menanyakan tentang teknis-teknis pelaksaan pelimpahan negara dan BI RTGS. Antusiasme peserta dalam sesi ini sangat tinggi dilihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan.
Kesan peserta ( Bank-Bank Persepsi dan Giro Pos red. ) sangat baik terhadap acara ini. Seperti yang diungkapkan Dini dari BPD Kaltim Cabang Bontang “ Saya sangat senang karena selama ini komunikasi kita ( BI,Bank, Pos dan KPPN red.) bisa lebih baik lagi terutama dalam konsultasi apalagi mereka sangat open “. Senada dengan Dini, Vivi dari Bank Mandiri Cabang Bontang “ Saya rasa cukup baik ya karena kita lebih ngerti proses-prosesnya dan alur-alurnya”.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketaatan bank persepsi terhadap jam-jam pelimpahan sehingga tidak terjadi keterlambatan pelimpahan penerimaan negara.
Oleh: Vina Eriyandi – Kontributor KPPN Samarinda








Dalam pembukaannya Teguh Dwi Nugroho mengatakan bahwa SPAN ini diibaratkan sebuah pesawat yang akan landing, supaya landing-nya itu bisa smooth tanpa goncangan, diperlukan sebuah sosialisasi yang intens. Untuk itulah GKM SPAN dilaksanakan, tegasnya. Setelah pembukaan, materi overview dan perkembangan SPAN secara umum disampaikan oleh Saiful Islam. Saiful berpesan kepada seluruh pegawai agar tidak perlu takut dan khawatir terhadap Implementasi SPAN, karena semua pegawai rencananya akan di training, baik yang terlibat langsung maupun yang tidak terlibat langsung, tujuannya agar semua pegawai bisa saling menggantikan.
Dalam rapat koordinasi tersebut turut hadir Kepala PT. Bank Mandiri (Persero) Cabang Banda Aceh selaku mitra kerja Bank Operasional I dan Kepala PT. Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh. Dalam sambutannya Kepala PT. Bank Mandiri Cabang Banda Aceh menyampaikan informasi kepada peserta rapat koordinasi mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi Bank Mandiri sebagai mitra kerja KPPN, yaitu masih terdapat Satuan Kerja yang memiliki rekening pasif, kemudian banyak ditemukan kesalahan
KPPN Painan, sebagai salah satu unit vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan ruang lingkup kerja 54 satuan kerja dan 68 DIPA, mempunyai tanggung jawab membina seluruh satuan kerja tersebut dalam rangka pencapaian opini LKPP yang lebih baik lagi. Oleh karena itulah, pada tanggal 28-29 September 2011 yang lalu, KPPN Painan mengadakan acara sosialisasi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran sesuai standar akuntansi pemerintah (SAP) menuju LKPP yang akurat dan tepat waktu.
Dana, Agus Walfaizin. Sebagai Duta SPAN, Agus Walfaizin juga menyinggung perencanaan kas yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SPAN. Dimulai dengan penyampaian kembali gambaran umum perencanaan kas, jenis, jadwal waktu penyampaian dan pokok-pokok pikiran perkiraan penarikan dana, bimbingan teknis kali ini difokuskan pada langkah-langkah penyusunan perkiraan dana yang harus dilakukan oleh satuan kerja.
Ada tiga perubahan yang disyaratkan dalam SPAN yaitu perubahan mindset, perubahan sistem hingga perubahan budaya. Mindset atau pola pikir lama yang tidak sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi perlu ditinggalkan diganti dengan pola pikir baru. Sistem kerja lama yang terbiasa menggunakan banyak kertas nantinya akan diubah menjadi tanpa kertas. Etos kerja juga perlu ditingkatkan guna mendukung perubahan budaya/ kultur.
Kegiatan ini diharapkan dapat membekali kanwil DJPBN dalam melakukan komunikasi sebagai pembina dengan satker BLU disamping itu juga evaluasi terhadap kendala yang masih dihadapi satker BLU (22/9). Acara pembukaan dilaksanakan dengan didahulu kata sambutan oleh Kepala Kantor Wilayah DJPBN Prov. Sumbar yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum, Suharyanto. Dalam sambutannya Suharyanto menyampaikan bahwa kegiatan Ini diikuti oleh 30 orang peserta, dengan rincian 6 orang dari satker BLU (RSUP M. Jamil, Unand, RS Stroke Bukittinggi), 4 orang dari KPPN Terkait (KPPN Padang, KPPN Bukittinggi) dan 20 orang dari kantor wilayah.

