Liputan kunjungan kerja Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi lampung
Bandar Lampung, perbendharaan.go.id - Penyerapan anggaran menjadi isu yang sangat penting bagi Ditjen Perbendaharaan. Tingkat penyerapan anggaran sangat berpengaruh pada tingkat perekonomian nasional. Oleh karenanya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Lampung, Abdul Gofar, menyempatkan diri monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran secara langsung ke satuan kerja dalam wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, pada tanggal 15 s.d. 17 September 2011. Didampingi oleh Kepala Bagian Umum Usman Rumalutur, Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran Piter Sitohang, dan Kepala Seksi PA C Immada, Abdul Gofar mengunjungi satuan kerja di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Saat mengunjungi Kota Metro, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung beserta tim diterima langsung oleh Walikota Metro, Lukman Hakim, beserta para kepala dinas di lingkungan pemda Kota Metro. Di Kabupaten Lampung Utara, diterima oleh Asisten III Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, beserta para kepala dinas di lingkungan pemda Kabupaten Lampung Utara. Sedangkan pada kunjungan ke Kabupaten Lampung Tengah, orang nomor satu di Kabupaten Lampung Tengah, Ahmad Pairin menyambut kedatangan orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan Propinsi Lampung tersebut.
Dalam ketiga kunjungannya, ada empat hal pokok yang disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung kepada para Bupati/Walikota berkenaan, yaitu permintaan bantuan kepada bupati dan walikota untuk memantau percepatan penyerapan dana Tugas Pembantuan, permintaan percepatan penyerapan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dan permintaan percepatan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pendidikan. Selain itu, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan juga mengingatkan percepatan pencairan dana BOS di masing-masing kabupaten dan kota.
Hal ini dikarenakan masih terdapat satuan kerja penerima DIPA Tugas Pembantuan (DIPA TP) yang realisasi penyerapan anggarannya sampai dengan tanggal 5 September 2011 masih di bawah rata-rata nasional (belanja barang 38%, belanja modal 28%, dan belanja sosial 41%). Di Kota Metro, 4 DIPA satuan kerja, di Kabupaten Lampung Utara 3 DIPA dan di Kabupaten Lampung Tengah 3 DIPA yang penyerapan anggarannya masih di bawah rata-rata nasional. Selain itu, pencairan dana BOS untuk tahun 2011 di Kabupaten Lampung tengah dan Kabupaten Lampung Utara baru dicairkan sampai dengan triwulan II. Sedangkan pencairan dana BOS untuk tahun 2011 di Kota Metro sudah sampai pada triwulan III.
Menanggapi penyampaian Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, para bupati dan walikota meminta kepada para kepala dinas yang juga hadir dalam pertemuan untuk mempercepat penyerapan dana DIPA. Mereka juga menekankan agar satker penerima DIPA TP yang masih di bawah rata-rata nasional segera melakukan pencairan dana agar prosentase penyerapan dananya tidak lagi di bawah rata-rata nasional. Kepada satker penerima DIPA TP yang penyerapan anggarannya sudah di atas rata-rata nasional agar meningkatkan lagi proses penyerapan anggarannya.
Dari kunjungan ke Kota Metro, Kabupaten Lampung Utara, dan Kabupaten Lampung Tengah tersebut, ada beberapa kendala yang disampaikan para bupati dan walikota kepada Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, antara lain tidak adanya data DIPA di pemda yang disebabkan tidak adanya tembusan DIPA kepada mereka. Kendala kedua yaitu belum adanya petunjuk teknis pelaksanaan penggunaan DAK untuk pendidikan dari Kementerian Pendidikan Nasional. Selain itu, di Kabupaten Lampung Utara terdapat satu satker dengan dua DIPA TP dari Kementerian Pertanian yang realisasinya masih 0. Hal ini dikarenakan satu DIPA TP satker tersebut semua dananya diblokir yang sampai saat ini belum ada pembukaan blokirnya dan satu DIPA TP ditunda pencairannya.
Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan proses percepatan penyerapan dana APBN di wilayah Provinsi Lampung meningkat. Melalui silaturahmi ini juga diharapkan ada kerja sama dengan pemda kabupaten/kota sehingga ada peningkatan pencairan DAK untuk pendidikan serta percepatan pencairan dana BOS.
Oleh : Puji Astutik – kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prop. Lampung, Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Armizali, Kasubag Umum yang mewakili Kepala KPPN Jambi mengatakan bahwa KPPN Jambi yang selama ini selalu dikunjungi oleh satker-satker dalam wilayah kab. Batanghari maka pada hari ini sengaja datang melihat dan merasakan perjuangan satker-satker di Kab. Batanghari.
Rakorwil dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra pada pukul 10.30 WITA dan diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Kanwil dan perwakilan seluruh KPPN lingkup Kanwil Sultra. Tema rakorwil kali ini adalah “Melalui Rapat Koordinasi Wilayah Mari Kita Bangun Komitmen dan Persepsi yang Sama antara Kanwil dan KPPN Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban APBN yang dilandasi dengan Nilai-nilai Kementerian Keuangan”.
Acara dimulai pada pukul 10.30 WITA di ruang pertemuan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Pada kesempatan tersebut, Agus Suprijanto menyampaikan sambutan terkait dengan pengalamannya memulai karier di KPPN Singaraja, dimana waktu itu masih bernama Kantor Bendahara Negara (KBN) Singaraja. Oleh karena itu, acara halal bihalal ini sekaligus menjadi ajang reuni dengan segenap teman-teman di Bali.
Sesi selanjutnya adalah penyampaian materi khususnya pelaksanaan PMK.192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas dan PER-03/PB/2010 tentang Perkiraan Penarikan Dana Harian dan Perkiraan Pencairan Dana Harian KPPN oleh Agus Supriyanto Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Serang.
Tujuan utama pelaksanaan bimbingan teknis ini adalah untuk mengejar target sebagaimana yang tercantum dalam surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-7139/PB/2011 tanggal 26 Juli 2011 hal penggunaan Aplikasi Forecasting Satker (AFS) dan Jadwal Implementasi ketentuan Pasal 8 PMK 192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas serta Pasal 17 Per-03/PB/2010 tentang Perkiraan Penarikan Dana Harian Satker. Untuk melengkapi satuan kerja dalam melaksanakan ketentuan tersebut maka KPPN Surabaya I secara pro aktif meningkatkan kemampuan mitra kerjanya di bidang penyusunan perkiraan penarikan dana dan LPJ Bendahara Pengeluaran.
Pardiharto juga berpesan agar para duta SPAN Unit menyosialisasikan istilah-istilah dalam implementasi SPAN kepada masyarakat.
Selepas kunjungan ke Pemda, I.B.G. Kartika Manuaba bertolak ke KPPN Tual untuk meninjau kondisi dan ruang kerja yang ada disana. Dia juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa pegawai dalam suasana yang akrab dan santai. Sore harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan pertemuan dengan seluruh pegawai KPPN Tual di ruang serba guna KPPN. Dalam acara tersebut, Kepala Kanwil kembali mengingatkan kepada para pegawai KPPN Tual bahwa target LKPP tahun 2011 adalah WTP, oleh karena itu KPPN Tual sebagai salah satu ujung tombak DJPB dalam penyusunan LKPP tingkat daerah diminta agar memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan LKPP Tahun 2010 mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dan memperbaikinya. Salah satu faktor yang ditekankan oleh Kakanwil dan menjadi salah satu faktor utama penyebab LKPP Tahun 2010 mendapat opini WDP adalah masalah MPN (Modul Penerimaan Negara). 

