Liputan Pelatihan Service Excellent Petugas Front Office dan Satpam Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh
Banda Aceh, djpbn.kemenkeu.go.id - “Satu Tim, Satu Tujuan, Pelayanan Prima” itulah tema yang diangkat dalam kegiatan Pelatihan Service Excellent Petugas Front Office dan Satpam Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh Sabtu (30/7) di Ruang Rapat Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta dari petugas Front Office dan Satpam Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh.
Hal ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh dalam rangka meningkatkan pelayanan prima dalam sektor pelayanan publik oleh KPPN di wilayah Provinsi Aceh. Meskipun kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari libur, yang bertepatan dengan tradisi “meugang” yaitu salah satu tradisi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432 H di Aceh, namun tidak menyurutkan semangat para pegawai untuk mewujudkan pelayanan prima yang dijanjikan saat reformasi birokrasi pertama kali digulirkan. Kegiatan ini, berawal dari gagasan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh untuk segera melaksanakan pelatihan petugas Front Office dan Satpam, maka terlaksanalah kegiatan tersebut bekerja sama dengan Bank Mandiri Cabang Banda Aceh. Bertindak sebagai nara sumber adalah Hilwasi selaku Service Quality Officer PT. Bank Mandiri Cabang Banda Aceh.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Isrin yang mewakili Kakanwil yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti Rapat Kerja Kementerian Keuangan Tahun 2011 di Jakarta. Dalam sambutannya Bapak Isrin berpesan bahwa untuk mendapatkan kepuasan Stakeholders pelayanan tidak hanya berhenti pada level expected melainkan juga harus ditingkatkan sampai pada level unanticipated.
Sebelum menyampaikan materi secara keseluruhan, Hilwasih sedikit sharing mengenai pengalaman Bank Mandiri yang senantiasa selalu ingin meningkatkan pelayanan kepada customers hingga pada akhirnya Bank Mandiri dinobatkan sebagai bank dengan pelayanan terbaik selama empat tahun berturut-turut.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk mencapai Costumer Satisfaction itu diperlukan 4P (product, people, process, and place). Product, artinya output yang kita hasilkan harus berkualitas. People, artinya memberikan pelayanan kepada Stakeholders harus ramah, professional, selalu menerapkan 3 S (senyum, sapa, salam), helpful, dan memiliki product knowledge. Process, artinya dalam memberikan pelayanan kepada Stakeholder harus cepat, akurat, dan simple. Dan yang terakhir adalah Place, artnya tempat atau kantor harus bersih, nyaman, rapih, antrian tidak panjang, dan terdapat petunjuk pelayanan. Dalam materi pelayanan Costumer Service/Front
Office peserta diajarkan mulai dari bagaimana cara menyambut Stakeholders dengan baik sampai dengan cara memberikan pelayanan hingga urusan Stakeholders selesai. Disamping itu beliau juga berbagi pengalaman bagaimana pelayanan Bank Mandiri terhadap Customer.
Pada materi berikutnya, yaitu Satpam, Hilwasi menyampaikan bahwa tugas seorang Satpam tidak hanya sebagai penjaga keamanan di kantor, melainkan merupakan navigator Satakeholders yang datang ke kantor. Disini diajarkan bahwa Satpam harus dapat membuat Stakeholders merasa nyaman. Selain itu di sela-sela penyampaian materi peserta juga diajak bermain game-game yang mempunyai makna bahwa sesama peserta harus kompak dan saling bekerja sama, sehingga peserta tidak mengantuk dan suasana ruanga belajar menjadi ceria.
Pada kegiatan pelatihan service excellent tersebut juga diberikan sertifikat kepada masing-masing peserta. Dalam sambutan penutupannya Isrin berharap agar sepulangnya dari acara tersebut, masing-masing peserta mempunyai komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada Stakeholders di kantornya masing-masing, dan dapat berbagi ilmu yang mereka dapatkan kepada rekan-rekannya di kantor nanti. Dalam acara penutupantersebut juga diberikan hadiah kepada dua orang peserta terfavorit, terpilih yaitu Riswandi, petugas Front
Office KPPN Meulaboh, dan Mayhiddin pegawai Front Office Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. Terakhir dalam pelatihan service excellent tersebut, diberikan plakat dan sertifikat secara simbolis kepada Bank Mandiri Cabang Banda Aceh sebagai wujudu capan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bank Mandiri Cabang Banda Aceh atas kontribusinya dalam memberikan sharing service excellent kepada para peserta.
Oleh : Sachrul Damhudi (Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh)








“Target tersebut harus disambut dengan kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh oleh KPPN dan para pengelola keuangan satuan kerja di daera,” lanjutnya.
“Kalau Bendaharanya professional dan mandiri, temuan berulang BPK terkait realisasi belanja yang tidak sesuai peruntukkannya dan tidak didukung bukti pengeluaran yang sah, tidak akan terjadi lagi. Dengan sendirinya apabila bendaharanya berkualiatas maka laporan keuangannya akan akuntable,” terangnya lagi.
Pada bagian lain sambutannya, Haryana menekankan pentingnya jajaran Kanwil dan KPPN meningkatkan mutu pelayanan kepada mitra kerja seiring dengan meningkatnya tuntutan pelayanan dari mitra kerja. “Setelah menciptakan motto pelayanan cepat, tepat, bebas biaya, dan pelayanan yang transparan, mitra kerja menuntut pelayanan yang ramah, murah senyum dan sepenuh hati. Kita perlu mengembangkan model-model layanan yang melampaui harapan mitra kerja tanpa mengabaikan layanan kepada pegawai sendiri”, tambah Haryana.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula data dan fakta mengenai penyerapan anggaran satuan kerja sampai dengan semester I tahun 2011. Kepada satuan kerja yang mampu menyerap anggaran lebih tinggi dari rata-rata nasional, KPPN Karawang memberikan apresiasi dan ucapan selamat. Sedangkan untuk satuan kerja yang realisasi anggarannya masih di bawah rata-rata nasional, diminta untuk lebih meningkatkan kinerja keuangannya agar mampu merealisasikan anggarannya dengan lebih baik.
Shanty Sartyka Dewi, SQO PT. Bank Mandiri (Persero) Area Yogyakarta, wanita cantik yang menjadi narasumber ini mengawali paparannya mengenai service excellence dengan penekanan pada culture/budaya. Budaya kerja membentuk karakter sebuah organisasi, karena image sebuah organisasi di mata stakeholdernya tercermin dari budaya kerjanya. Ada empat konsep dasar service excellence yaitu dengan menyusun standar, training, measurement, dan improvement. Shanty juga menjelaskan mengenai tangga kepuasan yang menunjukkan tingkatan sebuah organisasi dalam memberikan pelayanan prima, tangga kepuasan tersebut terdiri atas : level basic (biasa saja dan tidak ada bedanya dengan yang lain), expected (sama dengan yang lain), desired (sudah mengetahui keinginan stakeholders), dan unanticipated yang merupakan tingkatan tertinggi yang menjadi tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini.
Dari paparan dan role play selama sekitar 2,5 jam dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mendapatkan kualitas layanan yang excellence harus diciptakan dan dibangun culture organisasi, menyusun standar layanan dan prosedur, sikap peduli lingkungan, dan yang paling utama adalah costumer focus. Penyelenggara berharap dengan terselenggaranya pelatihan ini dapat menumbuhkan budaya kerja yang baik untuk meningkatkan kualitas layanan kantor-kantor pelayanan lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta sehingga dapat mencapai level tertinggi tangga kepuasan untuk meningkatkan citra Ditjen Perbendaharaan pada khususnya dan Kementerian Keuangan pada umumnya. Perbendaharaan!... Jaya!!, Perbendaharaan!... Jaya!!, Yogyakarta!.... Juara!!!,..... demikian Shanty mengakhiri pelatihan dengan yel-yel yang membakar semangat dan memotivasi peserta. 

