- Regional
- Dilihat: 5039
SEBUAH KESADARAN YANG PATUT DITELADANI, MANTAN KAKANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI BALI SERAHKAN ASET NEGARA BERUPA RUMAH DINAS
Satu langkah maju berhasil dicapai dalam upaya penertiban Barang Milik Negara berupa Rumah Negara yang masih digunakan oleh pensiunan di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Mantan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali periode 2002-2004 Bapak Gde Sudjaja,SH mengembalikan rumah dinas yang sebelumnya masih digunakan olehnya, Jumat (1/7).
Kegiatan serah terima rumah dinas tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Bali yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara dan penyerahan kunci rumah dinas dari Gde Sudjaja, SH kepada Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati selaku Kuasa Pengguna Barang.
Upaya pengembalian rumah dinas yang berlokasi di Jalan Nangka No. 16 Denpasar tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak sebelum terbitnya Instruksi Menteri Keuangan Nomor 299/IMK.06/2010 tanggal 27 Juli 2010, namun belum menemui hasil. Akhirnya setelah melalui beberapa kali dialog dan pendekatan intensif kepada Gde Sudjaja oleh Kakanwil dan Kabag Umum, beliau bersedia untuk menyerahkan rumah dinas yang masih digunakan olehnya.
Bermula dari terbitnya Instruksi Menteri Keuangan Nomor 299/IMK.06/2010 tanggal 27 Juli 2010 tentang Penertiban Barang milik Negara Berupa Tanah, Rumah dan/atau Kendaraan Bermotor yang digunakan oleh Pensiunan Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor SE-823/SJ/2010 tanggal 31 Desember 2010, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali segera menindaklanjuti langkah-langkah penertiban yang diatur dalam dua peraturan tersebut dengan menyampaikan surat peringatan kepada para pensiunan agar segera mengembalikan rumah negara yang masih dikuasainya melalui surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali Nomor 162/WPB.21/2011 tanggal 31 Januari 2011.
Disamping itu, strategi lain yang menjadi fokus dalam upaya penertiban rumah dinas yang masih dikuasai pensiunan PNS di lingkungan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali adalah melakukan pendekatan kepada mantan pejabat yang masih menguasai rumah dinas agar bersedia untuk menyerahkan rumah dinas yang masih dikuasainya. Hal tersebut dipandang penting mengingat selama ini pensiunan pejabat yang masih menguasai rumah dinas selalu menjadi salah satu alibi bagi para pensiunan lainnya untuk tidak mau menyerahkan rumah dinas yang masih dikuasainya.
Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati pada acara serah terima BMN menyatakan sangat berterima kasih dan mengapresiasi kesediaan Gde Sudjaja yang dengan penuh kesadaran dan kerelaan telah menyerahkan aset berupa rumah negara yang selama ini ditempati beliau dan keluarga kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Semoga langkah bijak beliau yang bersedia untuk mengembalikan aset negara berupa rumah dinas tersebut dapat menjadi contoh dan teladan bagi para pensiunan PNS Kementerian Keuangan lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Rumah Dinas di Jalan Nangka No. 16 Denpasar yang dikembalikan
Oleh: Heru Pudyo Nugroho, Djoko Julianto – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali








Anwari, Branch Manager Bank Mandiri Pontianak Ngurahrai kemudian memaparkan, bahwa keberhasilan Bank Mandiri mendapatkan predikat sebagai Bank dengan pelayanan terbaik tidaklah mudah, semua harus dimulai dari perubahan mindset dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan kepada customers. Konsistensi dalam pelayanan sangat diperlukan, sehingga membentuk suatu budaya kerja dengan pelayanan terbaik atau service excellent. Anwari juga memaparkan bahwa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah materi standar pelayanan Bank Mandiri sebagai corporate, agar dapat disesuaikan dengan pelayanan di KPPN. Instruktur yang menyampaikan adalah customer service officer Bank Mandiri Pontianak Ngurahrai Risye Noorhakim dan Via Dolok Pasaribu.
Kepala KPPN Tual, Eriswan, menekankan pentingnya penyusunan perkiraan penarikan dana harian satker. “Penyusunan perkiraan penarikan dana harian satker sangat penting terkait dengan tingkat realisasi APBN serta kebijakan pemerintah dalam melakukan pembiayaan APBN,” kata Kepala KPPN Tual, Eriswan sambutannya.
Kartu Mitra Utama (KAMU) diberikan kepada satker yang mempunyai kinerja terbaik pada masing-masing wilayah pada periode Semester I. Kinerja satker ini dinilai dari berbagai aspek diantaranya adalah ketepatan dan kecepatan dalam menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara dan rekonsilisasi tingkat UAKPA serta tingkat realisasi APBN. Dengan masa berlaku kartu selama 3 (tiga) bulan.
Direktur Jenderal Perbendaharaan, Agus Suprijanto, didampingi Direktur Pelaksanaan Anggaran, Tri Buwono Tunggal , Direktur Sistem Penganggaran DJA, Rakhmat , dan Direktur Sistem Perbendaharaan, Abdurrahman Ritonga. Sebagai peserta sosialisasi ini adalah Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara beserta jajarannya dan para kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) satuan kerja di wilayah kerja Kanwil DJPBN Prov. Sumatera Utara. Sekitar seribu undangan memenuhi Ballroom Hotel JW Marriot Medan mengikuti sosialisasi tersebut.
Orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan itu menjelaskan bahwa reward akan diberikan kepada kementerian atau lembaga yang mampu mengoptimalkan APBN tahun lalu.Sementara, masih kata beliau, punishment berupa pemotongan pagu belanja akan dikenakan pada kementerian atau lembaga yang tidak sepenuhnya melaksanakan anggaran belanja pada tahun sebelumnya. Dalam rangka mendukung percepatan penyerapan anggaran, beliau juga menyampaikan bahwa Ditjen Perbendaharaan telah membangun sistem monitoring dan evaluasi (Monev) penyerapan anggaran untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penyerapan anggaran dan merumuskan solusi serta tindak lanjut atas permasalahan-permasalahan tersebut.
Dalam kesempatan itu, KPPN Parepare menayangkan 10 besar satker yang penyerapan anggarannya paling tinggi. Kepala KPPN yang baru sebulan menjabat di Parepare itu memberikan apresiasi positif kepada mereka. Di samping itu kepala KPPN juga menyampaikan bahwa bagi satuan kerja tingkat penyerapan anggarannya rendah akan mendapatkan peringatan.

