Liputan rakorwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung
Bandar Lampung, djpbn.kemenkeu.go.id – Akhir tahun anggaran adalah masa-masa kritis dalam pelaksanaan tugas di Ditjen Perbendaharaan. Volume pekerjaan yang tinggi di semua unit kerja membutuhkan kesamaan persepsi dalam melihat suatu masalah. Untuk menghindari perbedaan pengambilan kebijakan pada masa krtitis tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung melaksanakan rapat koordinasi lingkup kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung di Hotel Marbella, Anyer, Provinsi Banten tanggal 18 – 20 Nopember 2011.
Dalam rapat koordinasi yang bertema “Peningkatan Integritas, Profesionalisme, Sinergi, dan Penyamaan Persepsi Guna Mewujudkan Layanan yang Berkualitas kepada Stakeholder” ini dihimpun, disusun sesuai prioritas, dan didiskusikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi unit kerja dalam lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, baik permasalahan di Bidang-bidang maupun di KPPN, untuk mencari penyelesaikan atau solusi-solusi yang konkrit guna meningkatkan kinerja. Diharapkan hasil rumusan pemecahan masalah dan solusi atas permasalahan yang ada hasil rapat koordinasi ini menjadi pemahaman yang sama untuk semua unit kerja dalam menyikapi peraturan, sehingga kebijakan yang diambil oleh unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan juga sama.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Abdul Gofar, menekankan agar semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung meningkatkan kinerja yang saat ini belum mencapai kinerja maksimal. Selain itu, Kakanwil juga menegaskan tiga hal yang harus dilakukan agar di masa datang, kinerja pelayanan dan kualitas pelayanan kepada stakeholder Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung lebih baik. Ketiga hal tersebut adalah (1) Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yang mempunyai kompetensi sama atau lebih daripada yang dibutuhkan, (2) Modernisasi system, penggunaan teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas, dan (3) Akuntabilitas seluruh hasil pekerjaan yang dilaksanakan semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung.
Dengan tingginya volume pengajuan pencairan dana pada akhir Nopember sampai dengan bulan Desember 2011, Kepala Kanwil mengingatkan agar KPPN jangan grusa-grusu, ingin pekerjaan segera selesai dengan mengabaikan keabsahan dokumen-dokumen pendukung pencairan dana, dan agar tetap menjaga akuntabilitas hasil pekerjaan.
Dalam acara yang diikuti semua bagian dari unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung ini, diharapkan juga agar KPPN betul-betul memperhatikan masalah pencairan dana di unit kerjanya masing-masing dengan melakukan pendampingan dan bimbingan kepada satker-satker yang mempunyai kendala dalam pencairan dana. Karena penyerapan anggaran, walaupun bukan merupakan tanggung jawab Ditjen Perbendaharaan, menjadi salah satu IKU Ditjen Perbendaharaan.
“Kunci dalam menghadapi tugas berat di akhir tahun adalah solid, tidak ada yang saling menyalahkan, tidak ada yang beda prinsip atau pertentangan,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Abdul Gofar, kepada para peserta rapat. “Sehingga dihasilkan sinergi yang lebih baik untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder,” lanjutnya menutup kata sambutannya.
Oleh : Puji Astutik – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Ketiga satker tersebut adalah Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Biro Logistik Polda Kalimantan Barat, dan Politeknik Kesehatan Pontianak.
Memasuki sesi pertama, Kepala KPPN Semarang II Dedi Sopandi memaparkan dua aspek utama penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Tahun 2011, yaitu aspek Kinerja Pelayanan Publik dengan bobot 60% dan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan bobot 40%. Pemaparan materi disajikan terkait tema, “Upaya Meraih Unit Pelayanan Publik Terbaik”. Lebih lanjut Dedi Sopandi menjelaskan poin-poin penilaian Kinerja Pelayanan Publik secara detail, termasuk inovasi unggulan yang selama ini dilakukan KPPN Semarang II. Dinahkodai oleh Kepala Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Hendro Baskoro, acara mengalir santai namun mengena. Paparan kedua oleh Kepala Bidang AKLAP Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Haris Budi Susila, mengusung tema “Meraih Penilaian Terbaik LKPP Tingkat Kuasa BUN”. Haris mengungkapkan strategi dan kunci sukses meraih predikat terbaik dan peringkat teratas LKPP tingkat Kuasa BUN selama tiga tahun berturut-turut. Strategi dimaksud yaitu, Kualitas laporan ; Partisipasi yaitu semua kendala yang terjadi di lapangan baik yang terkait dengan peraturan maupun aplikasi disampaikan melalui surat ke Kantor Pusat dan diupload ke helpdesk ; Ketepatan waktu ; Beban kerja. Strategi yang diprioritaskan adalah kualitas LKPP dimana poin ini sangat tergantung pada kualitas data KPPN. Guna mengawal data KPPN tersebut dilakukan validasi harian, setidak-tidaknya meliputi akurasi data transaksi non anggaran: (1) Penerimaan dan pengeluaran kiriman uang dalam rangka TSA; (2) Penerimaan dan pengeluaran pemindahbukuan intern KPPN; (3) Kas di Bendahara Pengeluaran ; (4) Transaksi Transito. Haris menekankan bahwa dedikasi dan etos kerja tidak bergantung pada usia, tercermin dari prosentase pegawai Bidang Aklap Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta yang 80% lebih berusia lebih dari 45 tahun. Yang penting adalah keyakinan, komitmen dan semangat kebersamaan, dukungan penuh dan apresiasi dari pimpinan, serta inovasi tiada henti.
Hari kedua dilanjutkan dengan penyegaran dan ice breaking masing-masing peserta melalui kegiatan senam pagi dan outbound. Suasana semakin mencair manakala eksibisi olahraga berupa voli pasir, tenis lapangan dan futsal pasir antar peserta dua Kanwil digelar. Malamnya merupakan malam apresiasi seni yang menampilkan para peserta membawakan lagu andalannya, diselingi dengan drama, persembahan para pegawai Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah. Sebelum ditutup kedua Kepala Kanwil saling bertukar vandel sebagai cindera mata.
Penganugeraahan Satyalencana Karya Satya kepada pegawai yang telah menunjukkan kesetian dalam bertugas kepada empat puluh empat pegawai yang penyerahannnya dilakukan secara simbolis kepada lima orang pegawai dari masing-masing unit eselon I di Samarinda oleh pembina upacara.
Lambatnya penyerapan anggaran sudah tentu akan mempengaruhi pelaksanaan program pemerintah dalam kebijakan alokasi anggaran yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan ekonomi (pro growth), menciptakan dan memperluas lapangan kerja (pro job), dan mengurangi kemiskinan (pro poor), serta mendukung pembangunan daerah.
Peringkat 3 (tiga) terbaik penyerapan anggaran untuk kategori DIPA UB :

