- Nasional
- Dilihat: 4785
Dirjen Perbendaharaan Di KPPN Sekayu: “Asalkan Kita Ikhlas, Amanah Dalam Menjalankan Tugas Yang Diberikan Oleh Negara, Maka Pahala Akan Terus Mengalir Sepanjang Hari.”
Liputan Kunjungan Kerja Direktur Jenderal Perbendaharaan ke KPPN Sekayu.
Sekayu, perbendaharaan.go.id, - Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Rina Rubiati, Kepala Bagian Umum Setditjen Perbendaharaan, Heru Pudyo Nugroho, dan Kepala Bagian Keuangan Setditjen Perbendaharaan, Ahmad Juhari, serta Kepala Bagian Umum dan para Kepala KPPN Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan berkesempatan berkunjung ke KPPN Sekayu pada Kamis (8/05/2014).
KPPN Sekayu merupakan KPPN di wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan dan berjarak kurang lebih 120 KM dari Palembang, jarak tersebut ditempuh oleh Dirjen Perbendaharaan beserta rombongan melalui jalur darat dalam waktu 3 s/d 4 jam dari Palembang.
Kunjungan orang nomor 1 di Ditjen Perbendaharaan di KPPN Sekayu tersebut langsung disambut oleh Kepala KPPN Sekayu, Ander, dan mempersilahkan Dirjen Perbendaharaan untuk melihat gedung dan ruang kerja KPPN Sekayu yang selanjutnya dilanjutkan dengan bertatap muka langsung dengan seluruh pegawai KPPN Sekayu sambil memberikan arahan yang bertempat di Aula KPPN Sekayu.
Diawal pengarahannya, Marwanto memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pegawai dan pejabat KPPN Sekayu atas pengorbanannya bertugas di luar home base.
&ldquoAsalkan kita ikhlas, amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh negara, maka pahala akan terus mengalir sepanjang hari.&rdquo Pesan pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan itu.
Selanjutnya dalam arahannya diungkapkan pula bahwa Ditjen Perbendaharaan telah memiliki standar gedung pelayanan yang sama, dan ini sekaligus menjadi identitas pelayanan Ditjen Perbendaharaan di daerah, hal ini dapat disimpulkan dari beberapa kunjungannya di KPPN atau Kanwil Ditjen Perbendaharaan beberapa waktu sebelumnya.
&ldquoDengan adanya standarisasi sarana dan prasarana di KPPN dan Kanwil, maka ini adalah langkah yang efesien untuk memperkenalkan kantor kita kepada masyarakat, serta dari sisi renovasi/ pembangunan gedung baru akan lebih mudah dalam perencanaannya.&rdquo  Ungkapnya.
Selanjutnya, Marwanto menjelaskan panjang lebar mengenai reformasi birokrasi yang telah dilakukan di Ditjen Perbendaharaan pada khususnya dan Kementerian Keuangan pada umumnya, Kementerian Keuangan adalah Kementerian yang sudah mendapatkan remunerasi sejak awal. Hal ini disebabkan Kementerian Keuangan dari awal reformasi birokrasi yaitu sejak tahun 2007 sudah melakukan berbagai perbaikan mulai dari penyusunan proses bisnis, pembinaan Sumber Daya Manusia, pembentukan assesment center, serta janji layanan kepada mitra kerja seperti penerbitan SP2D 1 jam melalui pembentukan KPPN Percontohan.
Selain hal tersebut, Marwanto juga menyampaikan bahwa terdapat tugas baru selain tugas rutin yang harus di laksanakan oleh Ditjen Perbendaharaan.
&ldquoAda tugas baru yang harus dilaksanakan oleh kita, sehingga kita harus menyesuaikan diri dengan melakukan perubahan sesuai tuntutan karena apabila tidak maka kita akan terlindas oleh perubahan itu.&rdquo Pesannya.
Dijelaskan lebih rinci lagi mengenai tugas baru tersebut, Marwanto menyampaikan bahwa Ditjen Perbendaharaan telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai wakil Menteri Keuangan di daerah, sehingga Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN tidak hanya harus menguasai mengenai lingkup perbendaharaan saja, tetapi juga materi dan permasalahan makro ekonomi yang ada di wilayah kerjanya. Bahkan beberapa unit eselon I lain telah menitipkan tugas kepada Ditjen Perbendaharaan seperti Badan Kajian Fiskal menitipkan Kajian Fiskal Regional, Ditjen Perimbangan Keuangan menitipkan tugas mengawasi dana perimbangan, dan Ditjen Anggaran menitipkan tugas mengenai revisi DIPA.
Selanjutnya mengenai implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang merupakan best practice international, Ia memberikan arahan bahwa pengalaman selama piloting dan masa transisi ke SPAN memerlukan beberapa penyesuaian.
&ldquoJika SPAN dan SAKTI sudah berjalan maka pelaksanaan tugas akan semakin praktis karena pekerjaan yang saat ini akan digantikan oleh sistem sehingga banyak tugas-tugas kita nantinya lebih banyak dalam bentuk penyuluhan, pendampingan, konseling. Sisa waktu yang ada akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan tambahan lain yang akan diberikan kepada Ditjen Perbendaharaan.&rdquo Terangnya.
Terkait dengan layanan kepada satker, Marwanto Harjowiryono juga menyampaikan bahwa tuntutan tingkat kepuasan satker terhadap layanan yang diberikan oleh Ditjen Perbendaharaan akan terus meningkat.
&ldquoLayanan yang sudah kita berikan sebaik mungkin, lama-kelamaan akan dianggap oleh satker sesuatu hal yang biasa sehingga diperlukan ide-ide baru untuk mendukung peningkatan layanan tersebut.&rdquo Pesan pejabat yang lahir di Yogyakarta 55 tahun yang lal itu.
Diakhir pengarahannya, Marwanto Harjowiryono berpesan agar setiap pegawai tetap berusaha dan bekerja dengan baik sehingga akan menghasilkan pelayanan yang baik kepada satker, amanah dan ikhlas.
Tepat pukul 14.00 WIB, Direktur Jenderal Perbendaharaan beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sumatera Selatan di Palembang. (edit.sw)
Oleh: KPPN Sekayu








Pada pembukaan kegiatan Diklat Penyuluh Perbendaharaan pada hari senin tanggal 5 Mei 2014, Direktur Sistem Perbendaharaan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Subdit Pengembangan Profesi dan Program Pensiun dan unit-unit terkait yang sejak awal memprakarsai pembentukan Penyuluh Perbendaharaan hingga akhirnya Direktorat SP dapat melaksanakan kesinambungan program pembentukan tenaga Penyuluh Perbendaharaan melalui mekanisme Diklat sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyuluh Perbendaharaan.
Kepala KPPN Tanjungpinang, Setijo Budi Pramono, pada awal acara melaporkan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk membangun sinergi yang baik dan berkelanjutan antar Unit Kementerian Keuangan khususnya yang ada di Tanjungpinang dengan bank/pos persepsi mitra kerja KPPN Tanjungpinang terkait pengelolaan penerimaan negara.
Direktur Pengelolaan Kas Negara, Rudi Widodo, dalam paparan selanjutnya, menyampaikan materi sistem penerimaan negara secara elektronik (MPN G2) yang merupakan penyempurnaan sistem MPN dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas data transaksi penerimaan negara. Dengan sistem yang baru ini akan diperoleh manfaat antara lain akuntabilitas, fleksibilitas, kecepatan penguasaan kas, ketersediaan layanan tanpa tergantung waktu dan tempat, dan kepercayaan publik (WTP). Beliau juga menyampaikan bahwa MPN G2 rencananya akan di launching secara resmi pada bulan Juli 2014 dan diharapkan pada akhir tahun ini dapat diikuti oleh seluruh bank/pos persepsi. Pemaparan ini diakhiri dengan demo MPN G2 oleh Tim Teknis MPN G2 dari Subdit PN Direktorat PKN dan BRI.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan training bagi change agent dengan materi kolaborasi narasumber dari Change Agent Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan dan lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan kegiatan value gathering yang diisi dengan performance dari para pegawai Kanwil DJPBN prov Sulawesi Utara, KPPN Manado, KPPN Bitung serta penyampaian materi pengenalan Nilai-Nilai Kemenkeu, diskusi kelompok yang dipandu oleh mentor change agent dan Tim Pengembangan pegawai, serta pemilihan Duta Nilai.
Nilai-Nilai Kementerian Keuangan tetapi juga dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kerja sehari-hari sehingga bisa mewujudkan Kinerja Bernilai, Prestasi Kelas Dunia yang terejawantahkan dalam kehidupan kerja sehari-hari&rdquo ucap Kabag Kepegawaian, Teguh Dwi Nugroho pada sambutan laporan kegiatan.


