- Regional
- Dilihat: 2309
TNI Serius Menuju WTP
Liputan Sosialisasi Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara serta Workshop Aplikasi SPM dan SAKPA untuk Satker Tentara Nasional Indonesia Wilayah Kerja KPPN Banjarmasin
Banjarmasin, djpbn.kemenkeu.go.id. - Riuh pekik yel-yel “Keuangan TNI… Aman, Tepat, Akuntabel…” terdengar dari aula KPPN Banjarmasin, Selasa (30/7). Suasana tampak berbeda dari biasanya. Puluhan prajurit berseragam dan berbadan tegap memenuhi ruangan bernuansa biru itu. Sesekali terdengar suara “siap dan!” mengikuti intruksi dari pria yang menenteng tongkat komando di lengan kanannya. Demikian suasana Sosialisasi Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara serta Workshop Aplikasi SPM dan SAKPA untuk Satker Tentara Nasional Indonesia Wilayah Kerja KPPN Banjarmasin.
Dalam sambutan pembuka, Kepala KPPN Banjarmasin, Aris Saputro memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah memenuhi undangan dengan tepat waktu. Bahkan, Komandan Korem 101/ANT Banjarmasin datang langsung menghadiri acara tersebut. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada saudara-saudara karena telah memenuhi undangan kami. Ini adalah wujud sinergi dan keseriusan Kementerian Keuangan dan TNI dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang tepat, aman dan akuntabel”. Demikian disampaikan Kepala KPPN Banjarmasin disambut tepuk tangan para peserta.
“Keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Pertahanan Nomor 67/PMK.05/2013 dan 15 Tahun 2013 akan segera diimplementasikan. Saudara-saudara tidak perlu ragu dengan perubahan ini. KPPN Banjarmasin siap membimbing Pengelola Keuangan dan operator sampai bisa”. Lanjut orang nomor satu di KPPN Banjarmasin itu.
Sosialisasi yang bertujuan memberi informasi yang komprehensif mengenai mekanisme tata cara pelaksanaan Anggaran Belanja Negara ini, dihadiri oleh para Pejabat Pengelola Keuangan (KPA, PPK, PP-SPM, dan Bendahara/Pekas) ditambah dua orang operator dari satker TNI wilayah kerja KPPN Banjarmasin, yaitu: Korem 101/ANT Banjarmasin, Rindam VI/MLW Banjarbaru, Denzipur Banjarbaru, Lanud Syamsuddin Noor Banjarbaru, dan Lanal Banjarmasin.
Acara dimulai pada pukul 08.30 s.d. 16.30 yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi Paparan yaitu Substansi Peraturan Bersama Menteri Keuangan No. 67/PMK.05/2013 dan Menteri Pertahanan No. 15 Tahun 2013 oleh Anang Dwie Kurniawan (Kepala Seksi MSKI) dan Bagan Akun Standar oleh Rahmad Riyanto (Kepala Seksi Pencairan Dana), kemudian dilanjutkan dengan sesi Aplikasi yaitu workshop Aplikasi SPM dan SAKPA oleh tim Instruktur KPPN Banjarmasin.
Danrem 101/ANT, Kolonel (Inf) Suharjono, sebelum bertanya mengenai sistem dan prosedur pengelolaan anggaran mengatakan “TNI sangat serius menanggapi perubahan pengelolaan keuangan ini. Oleh karena itu kami berterima kasih telah diundang dan dibekali hal-hal yang baru”.
Meski puasa, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Berbagai pertanyaan teknis dan kendala yang dihadapi mereka layangkan kepada narasumber. Diskusi dan saling berbagi informasi antar peserta mengenai proses bisnis pembentukan satker di internal TNI pun terjadi. Hal ini dimaklumkan karena peserta berasal dari tiga satuan yang berbeda, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
“Dengan sistem pengelolaan keuangan yang baru ini, kami ditargetkan meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tahun depan” ungkap Mayor Edhi Purwanto, Pa Pekas Bjm, di sela acara.
Oleh : Alam Haris Harjuni –Kontributor Banjarmasin Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Acara di dahului dengan laporan kepala KPPN Padang, Subur Bahariyanto, dilanjutkan dengan sambutan Komandan Lantamal II Padang Brigjen TNI (Mar) Soedarmien Soedar yang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala KPPN Padang yang telah memfasilitasi sosialisasi ini. Ia juga mendorong jajaran pengelola keuangan pada satuan kerja TNI AD, TNI AL dan TNI AU untuk tidak segan-segan bertanya tentang materi yang akan disampaikan oleh narasumber. Turut memberikan sambutan dalam acara itu adalah Pangdam I/BB yang diwakili oleh Asredam I/BB Mayor CKU Irdham Syarif dan Komandan Lanud Padang, Letkol (Pnb) Heri Kris Dri Handaka.
Workshop yang dihadiri hampir seluruh utusan satker di wilayah Kabupaten Poso dibuka oleh Kepala KPPN Poso, Komar Tauchidi Sumiarsa. Dalam sambutannya Komar menekankan beberapa hal antara lain tentang rata-rata penyerapan anggaran yang baru mencapai 29,90%, dari target 40% yang telah ditetapkan. Untuk itu, dalam workshop ini diharapkan dapat ditemukan solusi untuk memecahkan berbagai kendala yang ada. Komar juga mengingatkan agar para satuan kerja lebih mendisiplinkan diri dalam menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara bersamaan dengan pelaksanaan rekonsiliasi. Persoalan retur yang masih saja terjadi juga tidak luput menjadi salah satu arahan Kepala Kantor.
Sesi kedua dipimpin oleh Kasi Vera, Djoko Julianto. Dalam sesi tersebut Djoko memberikan apresiasi kepada satker yang telah secara tepat waktu melaksanakan rekonsiliasi dan menyampiakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara dengan benar. Satker MIN Mayoa Kabupaten Poso berhasil mendapatkan kartu bebas antrian karena merupakan satker yang pertama kali melakukan rekonsiliasi pada bulan Juni 2013.
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kepala Kanwil, Kepala Bidang, seluruh Kepala KPPN dan perwakilan eselon IV lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Jabar ini membahas terkait dengan implementasi peraturan menteri keuangan No. 169/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Drektorat Jenderal Perbendaharaan. Pembahasan peraturan menteri keuangan ini terkait dengan perubahan struktur organisasi baru dan tugas-tugas baru yang harus dilaksanakan Kanwil dan KPPN.
Tepat pukul 10.15 WIB, rapat evaluasi dibuka oleh Setyarta selaku Kepala KPPN Sragen. Dalam sambutannya Kepala KPPN Sragen menyampaikan bahwa layanan bank persepsi dan bank opersional merupakan bagian dari pengabdian pada negara dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan penghargaan yang akan diberikan kepada bank persepsi dan bank operasional diharapkan dapat menjadi penyemangat dan memberikan pelayanan kepada stakeholder KPPN Sragen. Kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan evaluasi pelaksanaan layanan penerimaan negara dan penyaluran dana SP2D/SPT oleh Bank/Pos Mitra Kerja dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan evaluasi pelaksanaan layanan penerimaan negara dan penyaluran dana SP2D/SPT, pemaparan mengenai kriteria penilaian serta pengumuman hasil penilaian pelaksanaan layanan Bank/Pos Persepsi dan BO I Mitra Kerja KPPN Sragen. Berdasarkan Keputusan Kepala KPPN Sragen Nomor KEP-336/WPB.14/KP.0430/2013 tanggal 25 Juni 2013 di tetapkan Bank Jawa Tengah Cabang Karanganyar sebagai Bank/Pos Persepsi Terbaik dan Bank BRI Cabang Sragen sebagai Bank Operasional I Terbaik. Acara diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Sragen.
Di sore hari, acara dilanjutkan dengan kegiatan capacity building dengan tema “Membangun integritas, mengembangkan sinergi untuk profesionalisme dan pelayanan terbaik” . Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan dan menjaga semangat kerja dan kebersamaan dengan mengusung slogan Holobis Kuntul Baris yang artinya Bergerak bersama, bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama. Konon slogan tersebut merupakan teriakan orang-orang terdahulu sebagai penyemangat kekompakan dalam bergotong royong.
Selanjutnya, Kepala Seksi Verifikasi, Akuntansi dan Kepatuhan Internal, Jakson Sunario Panjaitan berkesempatan untuk menyampaikan materi. Dalam pengantar pemaparannya sebelum menyampaikan materi inti dijelaskan kembali bahwa masalah penanganan korupsi, gratifikasi, pungli bukanlah sesuatu yang baru bagi para pegawai khususnya bagi pegawai yang bertugas di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Sejak dilaunching sebagai kantor layanan unggulan, KPPN telah melaksanakan berbagai cara strategis dalam memberantas Korupsi, Gratifikasi dan sejenisnya. Dari segi Sumber daya manusia, Ditjen Perbendaharana telah melaksanakan assessment untuk memperoleh pelayan unggulan yang sepenuhnya mendukung keberhasilan reformasi birokrasi. Dari segi business proses dan kelembagaan, telah dilaksanakan pemberian layanan dengan Standar Operating Prosedur (SOP) yang jelas dengan konsep one stop service pada front office. Disamping hal tersebut di atas, berbagai sarana pendukung yang informatif seperti pamplet, brosur, janji layanan terus dipampangkan di daerah strategis baik di dalam maupun luar kantor dengan maksud untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada stakeholders. Berbagai usaha yang telah dilaksanakan tersebut tentunya tidak berhenti sampai di situ saja, namun tetap dilakukan berbagai pengendalian baik pengendalain internal maupun eksternal.
Dalam materinya, Santi memaparkan Perlunya mengembangkan secara terus-menerus Innovasi Layanan dengan contoh Perusahaan Teknologi yang terus mengembangkan produknya dengan tayangan video kehidupan masa depan. Service adalah layanan yang dengan ruang lingkup Internal dan Eksternal, Pelayanan kepada stakeholder maupun pelayanan internal dalam kantor (kepada Pegawai) harus mengedepankan pelayanan prima; 

