Liputan Sosialisasi Implementasi KPPN Percontohan dan SPAN
Cilacap, djpbn.kemenkeu.go.id – KPPN Cilacap Sosialisasikan implementasi KPPN Percontohan dan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Senin (23/4), di gedung PWP Cilacap. Sosialisasi tersebut terkait agenda Ditjen Perbendaharaan dalam pembentukan KPPN Percontohan dan roll out SPAN. KPPN Cilacap direncanakan akan launching pada menjadi KPPN Percontohan pada bulan Juni 2012.
Kepala KPPN Cilacap, Burhani A.S. menyampaikan bahwa latar belakang dibentuknya KPPN Percontohan diantaranya adalah tuntutan reformasi birokrasi Kementrian Keuangan menuju good governance, optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, permintaan dari berbagai satker tentang pelayanan prima dan pemanfaatan teknologi informasi, serta penempatan pegawai secara lebih tepat berbasis kompetensi. Hal itu disampaikan dihadapan sekitar 150 peserta sosialisasi yang berasal dari 56 Satker di wilayah pembayaran KPPN Cilacap.
Lebih jauh dikatakan, “Perlu diketahui bahwa jajaran Kemenkeu khususnya Ditjen Perbendaharaan sudah mendapat pengakuan dari KPK tentang peringkat tertinggi survey integritas layanan, Program Inisiatif Anti Korupsi (PIAK), serta penerima Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI “ papar Burhani.
Dijelaskan pula bahwa model KPPN Percontohan menggunalkan format o
ne stop service (semua pelayanan dilakukan di Front Office ), business process yang sederhana, informasi real time, minimazing paper work , more transparant and accountable, didukung SOP yang jelas dan semua pelayanan tanpa dipungut biaya.
Sementara itu Duta SPAN KPPN Cilacap, Sugino dalam rangka sosialisasi Implementasi SPAN untuk yang kedua kalinya mengatakan, bahwa dalam rangka interkoneksi data Satker dengan KPPN dalam modul pembayaran SPAN diperlukan portal SPAN dan SMS gateway yang menghubungkan antara data SPAN dan data Satker pada Aplikasi SAKTI ( System Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi ) untuk Satker.
“Dengan demikian diharapkan pola koneksitas antara Satker dan KPPN semakin sempurna, penyempurnaan proses bisnis, terdapat penerapan jatuh tempo tagihan dan mengurangi penggunan kertas (less paper)” terang Sugino Dikatakan Sugino bahwa untuk mendukung penerapan jatuh tempo tagihan maka disempurnakan Aplikasi RKAKL/DIPA TA.2012 dengan Rencana Penarikan Anggaran(RPA) yang terintegrasi dalam satu aplikasi sehingga memudahkan satker dalam mengoperasikan aplikasi. Dengan demikian pengiriman Aplikasi Forecasting Satker nantinya dapat disempurnakan.
“Untuk tanggal jatuh tempo tidak dapat berubah, sehingga apabila Satker ingin mengajukan atau mundur penarikan dana harus melakuan update terlebih dahulu” papar Sugino.
Lebih jauh dikatakan bahwa guna lebih meningkatkan pengamanan database ke KPPN, rencananya pada TA.2012 ini juga akan diberlakukan PIN Penerbit SPM (PIN-PPSPM ) yang bekerja layaknya PIN pada ATM. Hal ini dilatarbelakangi adanya perintah undang-undang tehnologi informasi dan transaksi elektronik yang menjelaskan bahwa penggunaan dokumen elektronik harus didukung dengan peningkatan standar keamanan transaksi, disamping sebagai perlindungan hukum kepada pegawai dilingkungan Ditjen Perbendaharaan khususnya pegawai KPPN, apabila terjadi kecurangan, penyusupan data, mengingat data transaksi dan volume yang semakin meningkat dari tahun sebelumnya.
Pada kesempatan itu juga disosialisasikan ketentuan terkait pelaksanaan anggaran tahun 2012 antara lain Penerapan Bagan Akun Standar berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-80/PB/2011, mekanisme pengiriman dan Koreksi data pada KPPN berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan No.PER-89/PB/2011, mekanisme pencairan dana non belanja pegawai khususnya terkait dengan pengujian-pengujian yang dilakukan oleh KPPN terhadap SPM dari Satker berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan No.SE-14/PB/2012 dan ketentuan mengenai Revisi Anggaran/DIPA/POK berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.49/PMK-02/2012 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No.PER-15/PB/2012.
Pada sesi terakhir juga disampaikan materi terkait Aplikasi GPP PNS dan Aplikasi GPP Anggota POLRI seiring dengan rencana pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai di lingkunan POLRI pada tahun anggaran 2012.
Oleh: Ali Rosidin/ Y.Purwanto - Kontributor KPPN Cilacap.








Selesai melakukan peninjauannya, Tata Suntara melakukan pertemuan bersama seluruh pegawai KPPN Batam. Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar para pegawai memberikan kesungguhan dan kerjasama dalam melaksanakan tugas. Selain itu, para pegawai didorong untuk mau belajar dan meningkatkan kemampuan termasuk dalam menghadapi assesment KPPN Percontohan dan penerapan SPAN.
sar kepada pihak yang bertanya. Terakhir dirinya berpesan agar seluruh pegawai KPPN Batam dapat menjalani pekerjaan secara tawakal.
it berlebihan, dapat diibaratkan layaknya semangat yang dibawa oleh pejuang Sparta, dengan jumlah pejuang yang sedikit mereka berhasil mengalahkan lawan yang jauh lebih banyak bermodalkan semangat, strategi, kemauan, keuletan, dan pengorbanan. Delapan orang ingin mengalahkan soal-soal seleksi KPPN Percontohan hingga lulus dengan nilai terbaik, demikian ungkapan beberapa orang dari mereka.
eluruh rangkaian kegiatan pembekalan berjalan lancar dan menyenangkan, Manfaat dari acara pembekalan tersebut benar-benar dirasakan oleh pegawai KPPN Sekayu. Pengetahuan, semangat, dan percaya diri pegawai semakin bertambah, rasa takut yang mungkin dulu menyelimuti pegawai akan diadakannya assessment kini telah pudar dengan diadakannya pembekalan ini.
Pembekalan hari kedua dipandu oleh Wahyu Musukhal. Ia menguraikan kompetensi yang harus dimiliki pegawai pelaksana pada KPPN Percontohan mulai dari adapting to change sampai dengan Interpersonal communication, melalui berbagai analogi. Dengan teknik pembawaan yang menarik dan atraktif, Wahyu mampu membawa peserta menjadi bersemangat dan senang mengikuti pembekalan. Disela-sela acara diberikan permainan yang diikuti oleh semua peserta, peserta sangat antusias dan tertantang untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh pemandu. Walaupun pembekalan ini berlangsung satu hari penuh, namun tidak nampak adanya rasa lelah tetapi sebaliknya wajah-wajah ceria yang ada.
sment adalah suatu proses yang harus dijalani oleh semua pegawai Ditjen Perbendaharaan termasuk pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I.Yogyakarta,” demikian ungkap Hendro Baskoro.
Berhubung Kapolres Binjai sedang ada tugas. Kedatangan petugas KPPN Mobile diterima oleh Wakapolres Binjai, Kompol Aries Setia Budi, S.IK. Wakapolres Binjai menyambut baik adanya KPPN Mobile dan mengucapkan terima kasih karena keberadaan KPPN Mobile akan sangat membantu kelancaran penerbitan SPM/SP2D. Suasana pagi yang cerah dan kicauan burung bersahutan menambah semangat dengan harapan semoga menjadi awal yang baik bagi perjalanan KPPN Mobile ke depannya.
Karena mempunyai tanggung jawab moral dan perhatian yang cukup besar agar seluruh pegawai KPPN Batam dapat berhasil dalam proses Assessment, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Harry Basar Hutapea disertai Kepala Bagian Umum turun langsung pada tanggal 12-13 April memberikan motivasi, mengarahkan dan memberi gambaran kepada seluruh pegawai KPPN Batam agar dapat berhasil dalam Assessment.
“virus perubahan” pada benak pegawai KPPN Batam. Cara penyampaian yang atraktif dan menarik ditambah pendekatan yang humanis, tidak terbantahkan energy positif yang beliau pamerkan menular keseluruh pegawai. Hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria dan optimis seluruh pegawai KPPN Batam.
Dalam arahannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Achmad Saefudin menekankan kepada para pegawai tidak hanya memperhatikan masalah duniawi saja, namun juga jangan sampai melupakan urusan akhirat. Dalam kesempatan tersebut, dirinya kembali memberikan motivasi kepada para pegawai untuk tetap semangat dalam mengikuti tes assessment tersebut. Harapan beliau nantinya para pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh dapat lulus semuanya. Kemudian materi pembinaan mental disampaikan oleh Ustadz Umar Ismail, S. Ag. Ia mengajak para pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, para pegawai diharapkan untuk senantiasa mengingat Allah baik dikala senang maupun susah, di keramaian maupun sendirian karena Allah SWT akan menolong umat-Nya yang selalu mengingat Tuhan-Nya.
Ustadz Umar Ismail menambahkan, cobaan adalah bukti kasih sayang Allah kepada umatnya, begitu juga assessment adalah salah satu bentuk perhatian pimpinan kepada para pegawai. Dengan cobaan diharapkan akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang, dengan assessment diharapkan akan meningkatkan kualitas kinerja para pegawai. 

