Bojonegoro, djpbn.kemenkeu.go.id, - Menjelang akhir tahun, Dirjen Perbendaharaan mempunyai kerja besar dalam dalam konteks pelaksanaan anggaran belanja. Pembayaran APBN dengan segala administrasinya yang akan harus diselesaikan pada tanggal 31 Desember. Mengingat pengelolaan keuangan negara adalah sebuah proses, maka setiap tahun Menteri Keuangan selaku Chief Financial Officer (CFO) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal tentang Langkah-langkah Akhir Tahun Anggaran dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan proses penerimaan dan pembayaran tagihan kepada negara.
Merujuk dari pelaksanaan Rapimnas pimpinan Ditjen Perbendaharaan yang mengamanatkan untuk segera melaksanakan sosialiasi langkah-langkah akhir tahun anggaran 2013 dan sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : S-7523/PB/2013 tanggal 19 November 2013 tentang Langkah-Langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran 2013, maka KPPN Bojonegoro memandang perlu untuk segera melakukan sosialisasi tersebut dengan materi draft langkah-langkah akhir tahun kepada mitra kerja KPPN Bojonegoro (Satuan Kerja dan Bank/Pos).
Hal ini bertujuan agar mitra kerja KPPN Bojonegoro segera dapat menyiapkan diri lebih dini untuk segera mengambil langkah yang perlu dilakukan mengingat berdasarkan evaluasi pelaksanaan anggaran sampai dengan akhir bulan Oktober 2013, ditemukan masih banyak (di atas 40% dari seluruh satker) satuan kerja lingkup wilayah pembayaran KPPN Bojonegoro dengan realisasi belanja sebesar 60% dari pagu DIPA yang dimiliki.
Sosialisasi Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2013 diadakan pada tanggal 20 November 2013 dengan peserta adalah Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen satuan kerja, pegawai bank/pos di bidang persepsi dan pencairan dana, dengan rincian 60 orang petugas satker, 12 orang petugas bank/pos. Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bojonegoro, Kepala Bappeda Kab. Bojonegoro, unsur Muspida Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan serta pimpinan Bank/Pos juga turut menghadiri acara sosialisasi tersebut.
Sosialisasi Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2013 yang mengambil tema ”Peningkatan Kinerja dan Penyerapan Anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat” diadakan di aula KPPN Bojonegoro, Jalan Untung Suropati nomor 63, Bojonegoro.
Sebagai acara pembukaan Bustami selaku Kepala KPPN Bojonegoro menyampaikan tujuan dilaksanakannya acara Sosialisasi Langkah-Langkah Menghadapi Akhir Tahun Anggaran (LLAT) 2013, adalah untuk menyatukan langkah dan menyamakan persepsi didalam melaksanakan kewajiban selaku pengelola anggaran negara, antara KPPN selaku Bendahara Umum Negara di daerah, Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dan Perbankan/PT.Pos Indonesia sebagai Mitra Kerja Utama, sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, dan juga merupakan implementasi dari Tugas dan Fungsi KPPN. Di ujung sambutannya, Kepala KPPN Bojonegoro juga menyampaikan harapan agar dapat tercipta sinergi yang baik agar pelaksanaan tutup tahun anggaran 2013 dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Acara sosialisasi LLAT 2013 terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Bojonegoro, Suyoto. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas acara yang diselengggarakan oleh KPPN Bojonegoro yang menghadirkan pihak-pihak yang berkepentingan terkait pengelolaan keuangan negara (Satker dan Bank/Pos) dan unsur Muspida Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan. Pertemuan untuk menghasilkan sinergi seperti ini diperlukan untuk menciptakan tata kelola keuangan negara khususnya di daerah menjadi lebih baik. Selanjutnya beliau juga membahas tentang tata kelola keuangan yang diharapkan dapat tercipta di daerah seperti pencairan anggaran yang tertib dan tidak menumpuk di akhir tahun agar dapat tercipta stimulus fiskal dan ekonomi yang dapat meningkatkan taraf perekonomian daerah.
Acara selanjutnya adalah pemaparan materi langkah-langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran 2013 terdiri 4 (empat) sesi yaitu:
1. Bidang pengeluaran oleh Seksi Pencairan Dana & Manajemen Satker
2. Bidang penerimaan oleh Seksi Bank
3. Bidang pelaporan keuangan oleh Seksi Verifikasi, Akuntansi & Kepatuhan Internal
4. Bidang revisi anggaran menjelang akhir tahun anggaran 2013 oleh Kanwil DJPBN Prov. Jatim
Tepat pukul 12.30 pemaparan materi telah selesai disampaikan yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang langsung dipimpin oleh Kepala KPPN Bojonegoro. Pada sesi ini peserta dipersilakan untuk bertanya secara langsung atas apa yang telah disampaikan oleh narasumber.
Setelah sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, akhirnya pada pukul 13.15 Kepala KPPN Bojonegoro menutup acara Sosialisasi Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2013. Dalam penutupannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para undangan dan peserta mitra kerja KPPN Bojonegoro dan beliau juga berharap akan terciptanya sinergi yang baik dalam menghadapi tutup tahun anggaran 2013 antara KPPN, Satuan Kerja dan Bank/Pos.
Kontributor KPPN Bojonegoro – Pandu Esmana RHP








Kegiatan sosialisasi diadakan di aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kalbar tanggal 4 Desember 2013 yang lalu. Peserta yang hadir berasal dari seluruh pimpinan/perwakilan Bank persepsi/Devisa Persepsi/Pos Persepsi, Bank Operasional I, II dan III PBB, para Kepala Seksi Bank KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat serta pegawai SKKI Kanwil. Acara dibuka oleh Marni Misnur dilanjutkan dengan pemaparan tentang hak dan kewajiban Perbankan. Usai paparan, acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan ke pihak bank/pos persepsi, sebagai bentuk perhatian dan apresiasi Kanwil terhadap kinerja Perbankan/Pos. Penghargaan mengusung 4 (empat) kriteria penilaian. Pertama, untuk kriteria bank/pos persepsi dengan setoran penerimaan terbesar diraih oleh Bank Mandiri Diponegoro Pontianak. Kriteri kedua, bank/pos persepsi dengan transaksi setoran terbanyak diraih Kantor Pos Pontianak. Ketiga, kriteria Bank persepsi swasta terbaik diraih Bank Central Asia Tbk dan kriteria terakhir bank/pos persepsi dengan inisiatif terbaik diraih oleh Bank Kalbar.
Usai penyerahan awards, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi kedua. Aprijon, Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal selaku narasumber, menyampaikan materi tentang tindakan dan cara mengatasi permasalahan teknis yang dihadapi KPPN dan perbankan, ketentuan khusus diakhir tahun anggaran serta pembahasan tentang potensi pembukaan kantor bank/pos persepsi maupun kantor layanan penerimaan negara baru di lingkup wilayah KPPN yang berada dibawah naungan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kalbar. Aprijon menghimbau dan memotivasi pihak Perbankan/Pos untuk bisa memanfaatkan kans terhadap potensi tersebut, dengan membuka bank devisa persepsi/bank persepsi/kantor layanan penerimaan yang baru, sebagai ekspansi usaha. Dari respon positif mereka kita berharap, akan tercipta efisiensi biaya dan waktu bagi nasabah yang berdomisili jauh dari kantor bank/pos persepsi dan pada akhirnya secara konkret membantu Negara mengoptimalkan penerimaan Negara dari sektor perpajakan dan non pajak.
“Apa kabar?” teriak pembawa acara, Fitri, membuka acara. “Baik, baik, baik” saut para pegawai dengan semangatnya. Dilanjutkan dengan pembacaan doa dan kata sambutan dari Kepala KPPN Singkawang, Herkwin. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa seluruh pegawai harus ikut aktif dalam mengikuti acara ini dan dapat di implementasikan nantinya dalam pekerjaan sehari-hari. “Diharapkan dalam acara ini kita semua dapat sama-sama belajar lebih mendalam mengenai service excellence sehingga dapat meningkatkan kinerja kita di kantor dan dapat meningkatkan pelayanan kita kepada seluruh stakeholder KPPN Singkawang” tutup Herkwin. Kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Pimpinan PT. Bank Mandiri Cabang Singkawang, Gunanto. Beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaan KPPN Singkawang dalam dua tahun terakhir memberikan kepercayaan kepada Bank Mandiri untuk memberikan materi mengenai service excellence. 
Dalam sambutan mengawali kegiatan seminar tersebut, Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah, Dedi Sopandi menyampaikan antara lain bahwa seminar tersebut adalah suatu bentuk kerjasama Kementerian Keuangan dengan Ahli Ekonomi Daerah atau Regional Economist, serta kalangan akademisi kampus yang dikenal objektif dalam menyampaikan keilmuannya. Selain itu, disampaikan pula bahwa Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang didukung segenap pihak terkait, akan semakin bekerja keras untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan akselerasi pertumbuhan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, materi Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini mengetengahkan beberapa paparan yang terkait langsung dengan kebijakan fiskal terkini di tingkat nasional maupun di Provinsi Sulawesi Tengah. Narasumber pertama adalah Bpk. Abdurrahman, Kepala Bidang Analisis Fiskal, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF, yang membawakan tema Perkembangan Perekonomian Terkini dan Respon Kebijakan. Menurut Abdurrahman, meskipun pada saat ini perekonomian Eropa masih belum menunjukkan pemulihan signifikan pasca euro debt crisis, fundamental ekonomi Indonesia masih terhitung sangat sehat. Kemudian, Abdurrahman juga menyampaikan beberapa paket kebijakan pemerintah yang bekerja secara simultan dan saling melengkapi untuk mengatasi tekanan perekonomian yang sedang maupun yang akan dihadapi. Narasumber kedua, Bpk. Wawan Juswanto, Kepala Bidang Evaluasi Kebijakan Pendapatan Negara, Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, BKF, memaparkan Perkembangan dan Arah Kebijakan Pendapatan Negara. Pada pemaparannya, Wawan menjelaskan bahwa perkembangan penerimaan negara dari tahun 2005 meningkat menjadi tiga kali lipat pada tahun 2013 ini. Selain itu, disampaikan pula berbagai paket kebijakan pendapatan negara dan tantangan yang dihadapi pada tahap pelaksanaannya. Narasumber ketiga, Bpk. Abdul Hamid Paddu, Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, yang juga merupakan Regional Economist BKF untuk Provinsi Sulawesi Tengah, pada kesempatan ini mengambil judul paparan Perekonomian dan Kinerja Keuangan Daerah Sulawesi Tengah. Pokok-pokok penting yang disampaikan Abdul Hamid antara lain adalah arah pengelolaan keuangan daerah, serta keadaan perekonomian makro dan kinerja keuangan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah pada saat ini. Kemudian disampaikan pula berbagai permasalahan yang masih banyak dihadapapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan anggaran.
Selanjutnya, acara dipandu oleh Tim Service Exellence BRI. Pada Sessi I, peserta training diajak untuk melakukan pemanasan dengan senam mulut, menaikan dan menurunkan tumit kaki serta gerakan merentangkan kedua tangan ke samping dengan mengepalkan dan membuka telapak tangan. Menurut Ulwan, Ketua Tim Training Service Exellence :
Di akhir acara, service exellence training ditutup oleh Kepala Bagian Umum, Rizki Tavianto Karipany, dengan yel-yel :
Dalam sambutannya, Alfiah mengharapkan agar rakorwil ini menjadi forum penyelesaian masalah dan menyamakan persepsi dan pemahaman dalam menghadapi akhir tahun anggaran khususnya antar KPPN di lingkup Kanwil DIY. Selepas pembukaan, ia memaparkan isu-isu strategis terkait hasil Rapimnas yang diselenggarakan bulan November 2013 di Jakarta. Poin penting yang disampaikan antara lain bahwa tahun 2014 akan menjadi tahun yang sangat krusial mengingat adanya Implementasi SPAN dan SAKTI, Operasional Kanwil dan KPPN baru, MPN G2, Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual dan Pembentukan Treasury Dealing Room (TDR). Hal ini menuntut kesiapan semua jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.
Untuk penyampaian informasi terbaru seputar SPAN dan SAKTI, panitia menghadirkan Supervisor Kanwil, Gatot Prasetyo untuk memberikan pencerahan kepada peserta terkait materi yang diperoleh saat TOT SPAN dan SAKTI belum lama ini. Sedangkan paparan terakhir disampaikan oleh Kepala KPPN Yogyakarta, Edy Prayitno tentang Langkah-langkah dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2013.
Kepala Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Kalselteng, Mekar Satria Utama selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, manyambut positif kegiatan rakor ini dan bahkan memberikan dukungan dan spirit luar biasa atas serangkaian kegiatan memperingati hari uang ke-67 yang antara lain diisi dengan upacara pengibaran bendera merah putih, donor darah, rapat koordinasi dan pada tanggal 16 November 2013 mendatang akan ditutup dengan kegiatan jalan sehat keluarga besar Kementerian Keuangan se Kalimantan Selatan. 

