Liputan Site Visit Pembinaan Perencanaan Kas kepada Satker lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta
Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - “Satker harus mampu dan mau membuat rencana kerja yang terukur,” demikian target atau misi yang diusung oleh Tim Pembinaan Perencanaan Kas Kanwil Ditjen PBN Provinsi D.I. Yogyakarta pada kegiatan site visit pembinaan perencanaan kas yang dilaksanakan dari tanggal 8 s.d. 12 Oktober 2012. Kegiatan kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang Perencanaan Kas kepada Satker di wilayah kerja Kanwil Ditjen PBN Provinsi D.I. Yogyakarta.
Misi Tim pada kegiatan ini adalah bagaimana membuat satker mampu dan mau menyusun jadwal rencana kerja tahun 2013 yang terukur, sehingga dapat digunakan sebagai bahan penyusunan perkiraan penarikan dana bulanan satker yang akan disampaikan ke KPPN dan merupakan pondasi atau prasyarat terwujudnya perencanaan kas yang akurat.
Pembinaan dilakukan terhadap 35 satker dengan rincian 15 satker dalam wilayah pembayaran KPPN Yogyakarta dan masing-masing 10 satker di wilayah pembayaran KPPN Wonosari dan Wates. Satker yang diberikan pembinaan adalah satker dengan kriteria deviasi perencanaan kas tinggi dan belum pernah dilakukan kunjungan pada periode sebelumnya. Tim Pembinaan yang terdiri dari 2 orang bertemu dengan para pengelola keuangan satker antara lain, KPA, PPK, PPSPM, Penanggungjawab Kegiatan, Bendahara Pengeluaran, BPP, Operator AFS dan staf keuangan lainnya.
Pada kegiatan tersebut para pengelola keuangan satker diberikan pemahaman tentang arti pentingnya perencanaan kas secara umum bagi keuangan negara, secara khusus bagi BUN dan bagi satker itu sendiri, sehingga diharapkan satker memahami peran penting dan fungsinya dalam mewujudkan tata kelola Keuangan Negara yang semakin sehat dan akuntabel serta menyampaikan data perencanaan kas bukan semata-mata agar SPM yang diajukan ke KPPN tidak ditolak. Materi kedua adalah teknik penyusunan jadual rencana kerja satker selama satu tahun mendatang, yang merupakan amanat dari UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan bagaimana teknik menerjemahkan jadwal rencana kerja tersebut dalam format perkiraan penarikan dana bulanan satker serta dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, kepada satker terkait telah diberikan panduan pembinaan berupa ceklist isian untuk mengetahui kondisi riil perencanaan kas satker. Khusus pembinaan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo, kegiatan dilaksanakan di KPPN dengan materi yang sama dan melibatkan pejabat/pegawai KPPN.
Adapun hasil pembinaan perencanaan kas satker dapat disimpulkan, antara lain :
1. Sebagian besar satker telah membuat jadwal kegiatan/rencana kerja, namun belum dilakukan secara terukur dan masih sebatas formalitas guna memenuhi persyaratan penyusunan RKA-K/L.
2. Jadwal kegiatan yang disusun belum dituangkan dalam suatu surat keputusan oleh KPA/Ka Satker sehingga tidak bersifat mengikat bagi para penanggungjawab kegiatan dan sering kali tidak dipatuhi/diundur.
Sebagian besar satker melakukan penyusunan perkiraan dana satker belum didasarkan pada kesadaran akan arti pentingnya data tersebut dalam manajemen keuangan negara, renkas hanya merupakan salah satu kewajiban yang ditentukan dalam pengajuan SPM, yang berakibat pada belum adanya kepedulian untuk membuat perencanaan kas yang akurat.
Terhadap hal tersebut diatas, Tim Pembinaan Kanwil memberikan gambaran bagaimana proses perencanaan kas yang baik setidaknya mempersyaratkan kondisi sebagaimana bangun piramida di bawah ini, yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh satuan kerja.

Oleh : Arief-Kontributor Kanwil Ditjen PBN Prov DIY








m pidato sambutan kedua, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Hari Utama, menceritakan tentang perjuangan awal pembentukan KPPN Percontohan sejak tahun 2007 yang dilaksanakan secara bertahap dan kerja keras dengan bermodal sarana dan prasarana yang belum memadai dan Sumber Daya Manusia yang tidak begitu banyak. Para Pegawai KPPN Percontohan merupakan pegawai pilihan hasil assestment melalui penilaian soft competency dan hard competency. KPPN Percontohan memberikan pelayanan dengan prinsip one stop service, bisnis proses sederhana, pemanfaatan single database, pemanfaatan teknologi informasi dan dukungan SDM yang berkualitas.
dari perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Lebak yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD), Hj.Virgoyanti, juga memberikan ucapan selamat dan salam serta terima kasih dari pemerintah daerah Kabupaten Lebak, karena selama ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapat Dana Tugas Pembantuan (TP) dan Urusan Bersama (UB) melalui KPPN Rangkasbitung mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, transparan dan tanpa biaya sehingga pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lebak dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Beliau juga mengajak kepada para SKPD agar selalu berkonsultasi ke KPPN Rangkasbitung jika ada hambatan atau kesulitan dalam pelaksanaan APBN.
Memulai penyampaian materi, narasumber memaparkan definisi, pentingnya dan tujuan akhir dari excellence service. “Semangat Pagi!! Sukses Luar Biasa!!” ujar Herlin dengan semangat selaku narasumber dari Bank Mandiri. Peserta menjawab dengan salam serupa sembari mengepalkan tangan penuh antusias. Seluruh peserta tampak bersemangat mengikuti pelatihan ini ditandai dengan aktifnya para peserta. Beragam ekspresi dan pertanyaan timbul dari tiap peserta dalam kegiatan ini.
Dalam acara launching ini juga salah satu satker yang memberikan sambutan dan testimoni. Satker tersebut menyampaikan dukungan terhadap reformasi birokrasi kementerian keuangan khususnya di KPPN Percontohan. Satker merasa puas dengan pelayanan KPPN yang cepat, yaitu penyelesaian SP2D (Surat Perintah Pencairan dana) selama satu jam, bebas dari pungutan. Disamping itu satker juga merasa puas dengan penyediaan fasilitas di ruang tunggu serta keramahan dan pemberian layanan serta bimbingan kepada satker terkait masalah pencairan dana.
Pakta Integritas dihadapan semua undangan dan masyarakat bahwa KPPN Bantaeng akan memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, bebas korupsi, pungutan dan gratifikasi. Menyaksikan pernyataan terbuka tersebut, para hadirin tampak takjub dan merasakan merinding saat mendengar ketegasan dan kesungguhan dalam pembacaan pernyataaan integritas. Para hadirin pun memberikan tepuk tangan yang meriah atas pernyataan tersebut.
Soft Launching KPPN Percontohan termasuk KPPN Tanjung Pandan ini merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar Ditjen Perbendaharaan. Kerja keras jajaran Ditjen Perbendaharaan untuk memiliki kantor layanan modern yang menerapkan proses bisnis yang sederhana, sumber daya manusia yang berkualitas, memanfaatkan teknologi informasi dan nyaman di seluruh Indonesia telah terwujud, meskipun masih terdapat beberapa hal masih memerlukan penyempurnaan. KPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder Ditjen Perbendaharaan.
Masalah yang selama ini menyebabkan penyerapan anggaran tidak sesuai dengan target antara lain sebagaimana hasil survey yang telah dilaksanakan terhadap 62 satker menunjukkan bahwa tingkat pemahaman satker terkait pelaksanaan anggaran sebesar 75%. Yang masih perlu mendapat perhatian adalah klasifikasi penyelesaian hak tagih yang hanya mencapai 55%, hal ini menunjukkan bahwa ketentuan dalam PMK Nomor : 170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas Beban
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kalimantan Barat Teddy Rukmantara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan khususnya Ditjen Perbendaharaan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelayanan publik. Hal ini ditandai dengan pembentukan KPPN Percontohan yang dibentuk secara bertahap sejak tahun 2007. Pada Tahun 2012 pembentukan KPPN Percontohan sampai pada tahap VI sehingga lengkap 176 KPPN di Indonesia saat ini berstatus sebagai KPPN Percontohan. Beliau juga meminta dukungan dan kerja sama kepada semua pihak yang hadir untuk ikut serta menjaga agar reformasi birokrasi di Ditjen Perbendaharaan selalu berjalan sukses dan lancar.
an agar kinerja KPPN Singkawang selama ini yang sudah baik agar dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. 

