Kunjungan Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Gorontalo ke KPPN Marisa
Marisa, djpbn.kemenkeu.go.id - ”Kinerja KPPN Marisa sudah baik, sudah mencapai predikat juara II kategori prospektif pada lomba kinerja KPPN Non Percontohan. KPPN ini merupakan model KPPN masa depan. Kalau sudah demikian, mengapa tidak menjadi the best? Yakin bisa!” kata Yuniar Yanuar Rasyid, Kepala Kantor Wilayah DJPBN Provinsi Gorontalo, saat melalkukan kunjungan ke KPPN Marisa Kamis, 24 Februari 2011.
”Saya minta semua pegawai KPPN Marisa bekerja secara konsisten, mempertahankan kinerja, mempertahankan profesionalisme dan integritas, serta meneruskan berbagai upaya inovasi,” pesannya. ”Think out of the box, sehingga selalu lahir inovasi-inovasi baru,” katanya lagi.
Selain itu, Kepala Kanwil kelahiran Jakarta berdarah Minang ini juga mengingatkan bahwa reformasi kelembagaan memerlukan langkah capacity building. Para pegawai diharapkan memanfaatkan berbagai kursus, pendidikan dan pelatihan, maupun beasiswa yang ditawarkan. Peningkatan kemampuan maupun keterampilan tersebut pada gilirannya harus ditularkan kepada pegawai lainnya.
Hal menarik lain yang diungkapkan oleh kepala kanwil adalah pembinaan kepada satuan kerja. “Saat ini kita harus melakukan perubahan mindset tentang ketergantungan satker. Jangan membuat satker bergantung kepada kita, tugas kita adalah bagaimana membuat satker menjadi pandai,” kata orang nomor satu di DJPBN Provinsi Gorontalo ini.
”Tugas pembinaan satuan kerja bukan hanya tugas kanwil, KPPN mempunyai peran yang besar dalam melakukan pembinaan, apalagi KPPN merupakan ujung tombak yang lebih dekat dengan satker,” tambahnya.
”Pembinaan tidak cukup hanya sekali. Ada yang harus dibina berkali-kali baru mengerti,” ungkap kepala kanwil. ”KPPN harus selalu menjalin hubungan dekat dengan satker dengan pemerintah setempat. Kepala KPPN dapat membentuk forum atau sekadar ikatan komunikasi dengan para Kuasa Pengguna Anggaran serta para bupati atau sekretaris kabupaten,” tambahnya lagi.
Pertemuan kepala kanwil dengan segenap pimpinan dan staf KPPN Marisa berlangsung selama tiga jam. Berbagai topik dibicarakan, termasuk berbagai informasi, pertanyaan, dan masukan dari para punggawa KPPN Marisa. Menjelang maghrib Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Gorontalo bertolak kembali ke Kota Gorontalo.
Kontributor : Suwandi Pringadi – KPPN Marisa dan Duktek Kanwil Gorontalo
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Setelah selesai menyanyikan lagu “padamu Negeri” secara bersama-sama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, Hendro Baskoro dalam sambutannya mengatakan, bahwa pengucapan sumpah merupakan bagian awal dari suatu proses pengabdian pegawai sebagai aparatur dan abdi negara.
Hendro Baskoro juga mengingatkan perlunya peningkatan disiplin sebagaimana diatur dalam PP 53 tahun 2010 sebagai pengganti PP 30 tahun 1980 maupun PMK No. 48 tahun 2007 tentang kode etik pegawai Ditjen Perbendaharaan. Peraturan itu menegaskan mengenai semua kewajiban dan larangan pegawai agar selalu dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan sedikit humornya, Hendro mengingatkan agar selalu berpakaian rapi dan sopan serta tidak lupa menggunakan nametag sehingga akan tercipta suasana kantor yang tertib,rapi dan berwibawa.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan Bimbingan Teknis Aplikasi 2011. Pemaparan materi terkait masalah retur SP2D disampaikan oleh perwakilan dari Seksi Bank/Giro Pos Suwatno. Dalam bagian pemaparan materi ini, dijelaskan pengertian retur SP2D, peraturan yang mengaturnya, penyebab retur, alur retur SP2D dan proses penyelesaiannya serta trik dan tips untuk menghindari retur SP2D. Di sela-sela pemaparan materi, diberitahukan bahwa jumlah nominal retur SP2D yang terjadi selama tahun 2010 mencapai angka 4 milyar rupiah. Angka tersebut cukup tinggi oleh karena itu perlu penanganan khusus dalam penyelesaiannya. Pemaparan materi retur SP2D ini sebagai langkah antisipasi dalam meminimalisir jumlah retur SP2D dalam tahun anggaran 2011.
Yang lebih parah lagi, ada rumah dinas yang disewakan kepada pihak ketiga.
Pada kegiatan GKM kali ini, Ria Hot Juanita Simbolon membahas tentang tiga peraturan, PMK 190/2008, PMK 86/2010 dan PMK 78/2010.
Affandi Rahanyamtel dan Yune I. Kainama.
Tenggara. Pengambilan sumpah untuk agama Islam didampingi oleh rohaniawan Jusman Rumra, sedangkan pengambilan janji untuk agama Kristen Protestan didampingi oleh rohaniawan Joseph Bakker.
pentingan Negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang atau golongan. Dan akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan, serta akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.
Dalam arahannya, Pak Anto menekankan perlunya penambahan kelengkapan pada ruangan front office. 

