Selamat pagi, rasa syukur aku ucapkan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah menghadirkan Mamak Salimah ke dunia ini. Lantaran kasih dan sayangnya, yang telah menjadikan aku wanita seperti sekarang ini. Di mana pun aku berada, pada setiap tanah yang ku pijak, benar bahwa aku akan selalu merindukan tempat yang ku sebut, rumah.
‘Ibu’, begitu mulia peran seorang ibu hingga pada kitab suci Al Qur’an namanya disebut sebanyak tiga kali sebelum engkau menyebut kata ‘Ayah’. ‘Ibu’, berjuta kata manis nan indah yang engkau panjatkan pada Sang Pencipta, hingga menembus batas dunia ini, untuk mendoakan anak-anakmu. Agar hidupnya damai dan bahagia, agar nasibnya baik dan tak kurang suatu apapun. Rasanya, apabila aku mampu untuk memberikan dunia beserta seisinya, takkan mampu untuk membalas cintamu. Penderitaan serta luka yang engkau rasakan, kau sembunyikan, lalu kau biaskan pada senyummu yang tulus.
‘Ibu’, dia ada pada jalan-jalan, rumah-rumah, sawah, kebun untuk mencari berkah dari Tuhan. Rela terluka dan menyapu lelah demi menyambung hidup. Ia yang menahan malu ketika meminjam uang pada mandor untuk membayar buku sekolah anaknya. Ia yang sudah tak peduli ketika dimarahi oleh majikan karena lalai bekerja, bahwasanya ia menangis dalam hati oleh sebab anaknya sakit. Wanita rela terluka demi buah hati dan keluarganya. Kesejahteraan, terkadang hanya menjadi angan-angan saja bagi sebagian mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.


