Jl. H. Adam Malik No. 271 KM 8
Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu 38225

Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu: Tinjauan Multidimensi terhadap Ekonomi, Tata Kelola, Etika Politik, dan Kesehatan Masyarakat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintahan baru Indonesia menandai sebuah pergeseran paradigma fundamental dalam strategi pembangunan sumber daya manusia nasional. Kebijakan ini tidak lagi memandang pemenuhan gizi semata-mata sebagai urusan domestik rumah tangga, melainkan mentransformasikannya menjadi tanggung jawab negara yang bersifat imperatif. Dalam diskursus kebijakan publik, inisiatif ini merepresentasikan sebuah "Big Push Strategy" untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi yang sering kali bermula dari malnutrisi kronis dan stunting. Berdasarkan tinjauan literatur yang komprehensif, urgensi program ini didorong oleh data empiris yang mengkhawatirkan: prevalensi stunting yang persisten, rendahnya skor PISA siswa Indonesia, dan ketimpangan akses terhadap pangan berkualitas antara kelompok pendapatan atas dan bawah.

Program ini dirancang dengan skala yang masif, menargetkan lebih dari 82 juta penerima manfaat pada puncaknya, yang mencakup anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, santri di pesantren, serta kelompok rentan biologis seperti ibu hamil dan balita. Alokasi anggaran awal sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025 menunjukkan komitmen fiskal yang serius, namun sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan, efisiensi, dan tata kelola.1 Di sinilah letak krusial dari analisis kebijakan yang mendalam: bagaimana menerjemahkan visi nasional yang ambisius ini ke dalam eksekusi teknokratis yang efektif di tingkat daerah, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan fiskal yang kompleks seperti Provinsi Bengkulu.

Provinsi Bengkulu, yang terletak di pesisir barat Sumatera, menyajikan sebuah mikrokosmos tantangan pembangunan Indonesia. Dengan topografi yang didominasi oleh Pegunungan Bukit Barisan di satu sisi dan Samudera Hindia di sisi lain, Bengkulu memiliki karakteristik wilayah yang unik sekaligus menantang. Wilayah ini memiliki potensi agraris dan maritim yang melimpah, namun sering kali terkendala oleh konektivitas logistik dan struktur pasar yang belum efisien. Oleh karena itu, menerapkan analisis literatur reviu MBG ke dalam konteks Bengkulu bukan sekadar proses replikasi kebijakan, melainkan sebuah upaya adaptasi yang harus memperhitungkan variabel lokalitas, mulai dari kearifan pangan lokal, kapasitas fiskal daerah, hingga kesiapan infrastruktur dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Tulisan dimaksud telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui tautan berikut: Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu: Tinjauan Multidimensi terhadap Ekonomi, Tata Kelola, Etika Politik, dan Kesehatan Masyarakat

         

Hak Cipta Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bengkulu
JL. H. Adam Malik No. 271 Km.8
Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu
Bengkulu 38225
Tel: (0736) 5511-232

IKUTI KAMI

   

 

Search