SP-16/WPB.09/2025
Kinerja Gemilang: Pembiayaan UMi 2026 Tembus Rp 50,11 Miliar,
Srikandi Ekonomi Bengkulu Jadi Motor Penggerak Utama
BENGKULU, 11 Juni 2026 — Sebagai pilar komplementer dari ekosistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjangkau masyarakat unbankable, program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Bengkulu mencatatkan kinerja yang sangat impresif pada tahun 2026. Hingga pertengahan tahun ini, fasilitas pembiayaan UMi telah sukses menembus angka penyaluran Rp50.116.500.000 (Rp50,11 miliar) dan memberikan manfaat nyata kepada 7.259 debitur di seluruh penjuru Bengkulu.
Pencapaian terkuantifikasi ini tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah dan lembaga penyalur dalam mendorong inklusi keuangan, tetapi juga menjadi bukti nyata akselerasi ekonomi akar rumput pasca-pandemi yang semakin solid.
Berikut adalah sorotan utama dari kinerja penyaluran pembiayaan UMi di Provinsi Bengkulu tahun 2026:
Srikandi Ekonomi Memimpin Pertumbuhan (Cakupan Gender)
Data mencatatkan anomali yang sangat positif: dari total 7.259 debitur, sebanyak 7.252 debitur (99,9%) adalah perempuan dengan total dana yang dikelola mencapai Rp50,05 miliar. Angka ini merepresentasikan kuatnya gerakan women empowerment (pemberdayaan perempuan) di Bengkulu, di mana kaum ibu menjadi motor utama penciptaan lapangan kerja skala mikro dan penopang ekonomi keluarga.
Kinerja Agresif Per Penyalur (LKBB)
Keberhasilan penyaluran ini didorong oleh kinerja luar biasa dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan sebagai ujung tombak:
- Permodalan Nasional Madani (PNM): Mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp45,89 miliar kepada 6.592 debitur. Menariknya, 100% penyaluran PNM di Bengkulu tahun ini menggunakan Skema Syariah yang sangat diminati oleh masyarakat karena mengedepankan prinsip keadilan dan pendampingan kelompok.
- PT Bahana Artha Ventura (BAV): Menyalurkan Rp3,95 miliar untuk memberdayakan 651 debitur.
- PT Pegadaian & Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jasa: Turut memperluas jangkauan dengan menyalurkan masing-masing Rp175 juta (15 debitur) dan Rp100 juta (1 debitur).
Manfaat Nyata untuk Sektor Penggerak Ekonomi Lokal
Aliran dana UMi terpantau sangat efektif menginjeksi sektor-sektor riil yang langsung bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak:
Sektor Perdagangan Besar & Eceran: Menyerap porsi terbesar yakni Rp47,11 miliar (6.783 debitur). Dana ini secara langsung memperkuat modal kerja warung sembako, pedagang pasar, dan usaha kelontong agar tidak terjerat oleh rentenir.
Sektor Pertanian & Kehutanan: Tersalurkan Rp2,06 miliar kepada 334 debitur yang mayoritas adalah petani buah-buahan musiman dan komoditas lokal, memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sektor Kuliner (Akomodasi & Makan Minum): Memanfaatkan pembiayaan senilai Rp434 juta oleh 72 debitur pengusaha warung makan dan jajanan lokal.
Distribusi Merata dan Tepat Sasaran
Penyaluran pembiayaan UMi juga menunjukkan sebaran yang merata dengan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara sebagai episentrumnya. Kota Bengkulu mencatat serapan tertinggi dengan Rp11,57 miliar (1.503 debitur), disusul ketat oleh Kab. Bengkulu Utara (Rp 10,34 miliar / 1.395 debitur), dan Kab. Bengkulu Tengah (Rp 5,50 miliar / 755 debitur). Distribusi ini membuktikan bahwa akses permodalan kini makin mudah menjangkau wilayah kabupaten, bukan sekadar terpusat di kawasan urban.
Akselerasi Menuju Kelas KUR
Kehadiran pembiayaan UMi dengan rentang fasilitas hingga Rp 20 juta (tanpa agunan tambahan) dirancang agar pengusaha ultra mikro dapat mematangkan kapasitas usahanya. Diharapkan, setelah historis kredit (track record) 7.259 debitur ini terbentuk dengan baik, mereka dapat segera "naik kelas" menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan konvensional guna mendapatkan plafon permodalan yang lebih besar.
Sinergi apik antara Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, Kementerian Keuangan, dan berbagai lembaga penyalur diharapkan terus berlanjut. Ini bukan hanya soal menyalurkan dana, melainkan merajut asa, membangun kemandirian, dan memastikan tidak ada satupun masyarakat yang tertinggal dalam gerbong pertumbuhan ekonomi Indonesia.



