SP-18/WPB.09/2025
Kawal Ekonomi dan Kesejahteraan Warga, Kanwil DJPb Bengkulu Dorong Layanan Kesehatan Mandiri dan Buka Akses Beasiswa untuk Anak Muda
BENGKULU, 12 Juni 2026 – Peran Kementerian Keuangan di daerah kini tidak lagi sebatas menyalurkan dana negara. Melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu, pemerintah kini hadir lebih dekat Regional Chief Economist yang memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari urusan kesehatan hingga masa depan pendidikan anak muda Bengkulu.
Komitmen ini diwujudkan melalui dua langkah konkret yang baru saja diinsiasi konkrit oleh Kanwil DJPb Bengkulu: mendukung terwujudnya kemandirian Rumah Sakit Daerah dan Puskesmas agar layanannya makin cepat, serta menggandeng alumni Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam wadah Mata Garuda Bengkulu untuk membantu putra-putri Bengkulu meraih beasiswa pendidikan tinggi.
Dukungan untuk Tata Kelola BLUD Yang Modern
Selama ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan lambatnya peningkatan fasilitas di puskesmas atau rumah sakit daerah. Berdasarkan hasil Joint Research (Penelitian Bersama) yang dilakukan Kanwil DJPb Bengkulu pada tahun 2026 terhadap 90 unit layanan kesehatan di Bengkulu, ditemukan bahwa kunci dari pelayanan yang cepat adalah status Kemandirian (BLUD).
Artinya, ketika sebuah Puskesmas atau RSUD sudah mandiri, mereka bisa langsung menggunakan pendapatan dari layanan mereka untuk membeli obat-obatan darurat, memperbaiki fasilitas, atau menyewa tenaga ahli tanpa harus menunggu proses birokrasi pencairan dana dari pemerintah daerah yang memakan waktu.
"Dukungan kami melalui aksi ini yaitu kita ingin masyarakat yang sakit dan butuh pertolongan mendapat fasilitas terbaik dan tercepat. Dari data kami, Puskesmas Ujan Mas dan RSUD Harapan dan Doa menjadi contoh nyata layanan yang sangat mandiri. Kami di DJPb terus mendukung dan mendampingi kebutuhan puskesmas dan rumah sakit lain agar bisa meniru kesuksesan ini, sehingga tata keuangan semakin baik dan mendukung Pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum lainnya," jelas Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu.
DJPb Bengkulu juga mendorong agar rumah sakit daerah mulai menggandeng UMKM lokal untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya, seperti katering pasien atau penatu (laundry). Dengan begitu, ekonomi warga sekitar rumah sakit ikut berputar dan tumbuh.
Dukungan Informasi Beasiswa LPDP untuk Pemuda Bengkulu
Tidak berhenti di sektor kesehatan, Kanwil DJPb Bengkulu menyadari bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, DJPb Bengkulu resmi berkolaborasi dengan Mata Garuda (Ikatan Alumni Penerima Beasiswa LPDP) untuk memberikan pendampingan gratis bagi anak-anak muda Bengkulu yang ingin melanjutkan kuliah S2 atau S3 lewat jalur beasiswa.
Sebagai bentuk dukungan nyata yang inklusif dan merata, Kanwil DJPb membuka pintu kantor-kantor pelayanannya (KPPN) yang tersebar di Bengkulu, Curup, Manna, dan Mukomuko untuk dijadikan kanal informasi persiapan beasiswa secara gratis. Para pemuda di pelosok kini tidak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan bimbingan trik lolos wawancara atau menyusun esai beasiswa dari para ahli.
"Kami membuka pintu lebar-lebar untuk generasi muda Bengkulu. Kita optimalkan fasilitas unit kami di daerah. Kami berharap, dengan dukungan ini, makin banyak anak Bengkulu yang bisa kuliah ke luar negeri maupun kampus top dalam negeri dengan dana negara, lalu pulang membawa ilmu untuk membangun tanah kelahirannya," tambah pernyataan tersebut.
Melalui kiprah nyata di bidang optimalisasi layanan kesehatan dan pengembangan SDM ini, Kanwil DJPb Bengkulu menegaskan posisinya bukan sekadar 'Kasir Negara', melainkan mitra strategis dan pelayan masyarakat. Semuanya bermuara pada satu tujuan: menciptakan Provinsi Bengkulu yang sehat warganya, cerdas generasi mudanya, dan mandiri ekonominya.



