SP-19/WPB.09/2025
Akselerasi Ekonomi Sektor Riil: Kanwil DJPb Bengkulu Salurkan Rp160,39 Miliar Dana Desa Tahap I ke 1.334 Desa se-Provinsi Bengkulu
BENGKULU, 13 JUNI 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan data pemantauan per tanggal 12 Juni 2026, penyaluran Dana Desa Tahap I di Provinsi Bengkulu telah menembus angka Rp160.393.904.000 (Rp160,39 miliar). Dana tersebut telah sukses disalurkan ke rekening 1.334 desa dari total 1.341 desa yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu.
Capaian ini menunjukkan tingkat keberhasilan penyaluran Tahap I yang sangat masif, yakni mencapai 99,47% dari total jumlah desa. Penyaluran ini merupakan bagian dari total pagu Dana Desa (DIPA) Provinsi Bengkulu tahun 2026 yang berjumlah Rp377.083.944.000.
Tujuh Kabupaten Capai Penyaluran 100% pada Tahap I
Kinerja luar biasa ditunjukkan oleh mayoritas Pemerintah Daerah di Bengkulu. Tercatat, 7 dari 9 kabupaten telah berhasil menyalurkan Dana Desa Tahap I kepada seluruh desanya (100%), yaitu:
- Bengkulu Utara : 215 Desa (Rp26,22 miliar)
- Bengkulu Selatan : 142 Desa (Rp17,05 miliar)
- Seluma : 182 Desa (Rp21,55 miliar)
- Kaur : 192 Desa (Rp21,06 miliar)
- Mukomuko : 148 Desa (Rp18,71 miliar)
- Kepahiang : 105 Desa (Rp13,34 miliar)
- Bengkulu Tengah : 142 Desa (Rp16,94 miliar)
Sementara itu, proses penyaluran kini tinggal menyisakan 7 desa, yakni 1 desa di Kabupaten Rejang Lebong dan 6 desa di Kabupaten Lebong. Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu terus mendorong dan berkoordinasi intensif dengan Pemda terkait.
Fokus Utama: Menggerakkan Sektor Riil dan Menjaga Daya Beli Masyarakat
Suntikan dana sebesar lebih dari Rp160 miliar ini bukan sekadar angka di atas kertas. Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menekankan bahwa percepatan penyaluran Dana Desa ini dirancang untuk memberikan multiplier effect (efek ganda) secara langsung pada sektor riil di masyarakat Bengkulu, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
Beberapa wujud nyata kebermanfaatan Dana Desa Tahap I bagi sektor riil meliputi antara lain:
- Menjaga Daya Beli melalui BLT Desa
Sebagian dari Dana Desa dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Uang tunai yang beredar langsung di tangan masyarakat rentan ini memastikan roda ekonomi pasar tradisional dan warung-warung kecil di desa tetap berputar. - Menciptakan Lapangan Kerja Lokal (Padat Karya Tunai Desa)
Pembangunan infrastruktur desa seperti jalan usaha tani, irigasi, dan jembatan difokuskan menggunakan skema swakelola. Hal ini menyerap tenaga kerja lokal dari warga desa itu sendiri dan menggunakan material dari sekitar desa, sehingga uang negara benar-benar beredar di tingkat bawah. - Penguatan Ketahanan Pangan
Dana Desa digunakan untuk program ketahanan pangan, yang secara langsung membantu sektor pertanian dan peternakan rakyat. Ini tidak hanya menekan angka stunting melalui asupan gizi yang baik, tetapi juga mengendalikan inflasi pangan di tingkat daerah. - Dukungan BUMDes
Mendorong pergerakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa agar lebih mandiri dan kompetitif.
"Dana Desa adalah instrumen fiskal APBN yang fungsinya menjadi penggerak perekonomian desa. Dengan tersalurnya Rp160,39 miliar di pertengahan tahun ini, kita memastikan bahwa denyut nadi ekonomi, mulai dari petani, kuli bangunan desa, hingga pedagang kecil, terus berdetak kuat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh Pemerintah Kabupaten yang telah bekerja keras mempercepat proses penyaluran ini," ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Muhamad Irfan Surya Wardana.
Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal penyaluran Dana Desa hingga tuntas pada tahap-tahap berikutnya, serta memastikan setiap rupiah dari APBN yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel) dan membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh masyarakat Bumi Merah Putih.



