SP-20/WPB.09/2025
Kinerja APBN Regional Bengkulu Terjaga, Ekonomi Tumbuh Kuat dan Manfaat #UangKita Terus Diakselerasi
BENGKULU, Juni 2026 – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Bengkulu hingga 31 Mei 2026 menunjukkan kondisi yang tetap terjaga dengan tren yang positif. Hal ini menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Pertumbuhan Ekonomi Terjaga dan Inflasi Terkendali
Perekonomian regional Bengkulu menunjukkan ketahanan yang baik, tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026 yang mencapai 4,72% (yoy). Capaian ini disertai dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali, menandakan kondisi perekonomian daerah yang stabil dan terjaga.
Pendapatan Negara Tumbuh Positif
Kinerja pendapatan negara hingga akhir Mei 2026 tumbuh kuat sebesar 18,46% (yoy) dengan total realisasi mencapai Rp1,14 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan penerimaan perpajakan sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi serta capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tetap terjaga di angka Rp209,14 miliar.
Akselerasi Belanja untuk Kesejahteraan Masyarakat
Di sisi lain, realisasi Belanja Negara terus diakselerasi sebagai stimulus ekonomi daerah, mencapai Rp5,89 triliun atau tumbuh 8,07% (yoy). Pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah dari #UangKita dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran untuk mendukung program prioritas, pelayanan publik, serta menjaga daya beli masyarakat.
Beberapa Poin Penting dari Realisasi Belanja yang Dirasakan Masyarakat
Dukungan Pendidikan
Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah yang dilakukan langsung dari Kas Negara ke rekening guru mencapai Rp389,21 miliar hingga Mei 2026, guna meningkatkan kesejahteraan dan motivasi para pendidik.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Hingga Juni 2026, realisasi program MBG mencapai Rp247,36 miliar dengan 348.071 penerima manfaat, sebagai langkah nyata pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas SDM.
Proyek Infrastruktur Strategis
Pembangunan sekolah rakyat, penataan kawasan wisata, serta peningkatan jaringan irigasi di berbagai kabupaten terus didorong untuk memperkuat konektivitas, ketahanan pangan, dan ekonomi lokal.
Pengawasan Kepabeanan dan Cukai Semakin Kuat
Selain pengelolaan fiskal, peran pengawasan juga terus ditingkatkan. Hingga Mei 2026, jumlah penindakan kepabeanan dan cukai meningkat 40,58% (yoy) menjadi 97 kasus, dengan potensi penyelamatan kerugian negara mencapai Rp858,2 juta. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Komitmen Pelayanan Publik
Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas dalam memberikan layanan yang Profesional, Akuntabel, Cepat, Amanah, dan Kolaboratif (PACAK). Masyarakat dan mitra kerja diimbau untuk turut serta dalam menjaga integritas dan melaporkan jika ditemukan indikasi benturan kepentingan melalui kanal pengaduan resmi yang telah tersedia.
Dengan pengelolaan APBN yang responsif dan berkelanjutan, pemerintah optimis dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperkuat fondasi masa depan Bengkulu yang lebih baik.



