- Regional
- Dilihat: 2911
Tingkatkan Pemahaman Bendahara Satker, KPPN Barabai Menyelenggarakan Bimtek Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Pelaporan Keuangan
Liputan Bimtek Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Pelaporan Keuangan di KPPN Barabai
Barabai, djpbn.kemenkeu.go.id - Mengawali rangkaian kegiatan pembinaan perbendaharaan kepada satuan kerja pada tahun 2012, KPPN Barabai menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Pelaporan Keuangan dengan mengundang Bendahara dan Operator satuan kerja lingkup KPPN Barabai. Bimtek ini diselenggarakan selama 2 (dua) gelombang yang diikuti oleh sekitar 125 Bendahara satuan kerja lingkup KPPN Barabai yang tersebar di Kab.Hulu Sungai Selatan dan Kab.Hulu Sungai Tengah dan berlangsung dari tanggal 27 - 28 Maret 2012, di Gedung Juang Barabai.
Materi yang disampaikan pada bimtek kali ini meliputi Mekanisme LPJ Bendahara, perubahan Aplikasi SAKPA 2012 , mekanisme koreksi setoran dan pengeluaran SPM sesuai PER-89/PB/2011 tentang Mekanisme Koreksi, dan overview SPAN/SAKTI. Dalam arahannya mengawali bimtek ini, Plh.Kepala KPPN Barabai berpesan bahwa pentingnya kegiatan ini bagi para Bendahara satker guna menghasilkan pertanggungjawaban bendahara yang akurat, dan akuntabel. “ Bimtek ini diperlukan bagi Bendahara karena berguna untuk menghasilkan pertanggungjawaban bendahara yang akurat ” kata Subur,S.E.
Sebagai pemateri pertama yang menyajikan topik LPJ Bendahara, Subur,S.E, yang juga Kepala Seksi Vera berpesan agar akurasi LPJ Bendahara dari sisi kecepatan dan ketepatan penyampaiannya ke KPPN menjadi perhatian bagi satker. Dengan demikian dapat dihindari sanksi penundaan penerbitan SP2D satker. Pada sesi materi Mekanisme koreksi atas setoran, Kepala Seksi Bank/Giro Pos, Udi,B.Sc, menekankan bahwa bendahara harus teliti dalam melakukan pengisian blanko setoran baik SSBP maupun SSPB, untuk menghindari ketidaksamaan pada saat rekonsiliasi dengan Seksi Vera. Lebih lanjut dalam materi Koreksi SPM yang disampaikan oleh Prasetyo Utomo,dijelaskan bahwa dengan diberlakukannya mekanisme koreksi terhadap transaksi saat ini yang tidak mengenal perbaikan transaksi berlaku mundur, maka sangat dianjurkan kepada bendahara satker untuk memeriksa terlebih dahulu kesesuaian dokumen SPM yang diajukan ke KPPN dengan DIPA berkenaan, baik dari kode akun, kode bagian anggaran dan eselon I. Dengan demikian dapat dihindari terjadinya koreksi atas SPM tersebut. Untuk sesi aplikasi dipaparkan perubahan-perubahan terkait aplikasi SAKPA 2012 dan SIMAK BMN 2012 yang disajikan oleh Amran Sakiran, Pelaksana Seksi Vera. Dalam kegiatan ini juga disampaikan materi BAS terbaru sesuai PER-80/PB/2011 yang dipaparkan oleh Parji,S.IP, Kepala Seksi Pencairan Dana. dalam paparannya disampaikan bahwa hendaknya Bendahara mengacu pada BAS setiap mengajukan SPM ke KPPN. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan SPM yang lebih berkualitas.
Pada sesi terakhir dari rangkaian materi yang paparkan pada bimtek ini, disajikan overview SPAN/SAKTI yang dibawakan oleh DSU KPPN Barabai, Amran Sakiran. Dijelaskan bahwa medio 2012 ini transformasi kelembagaan dan Teknologi Informasi akan terjadi di seluruh unit vertikal Ditjen Perbendaharaan melalui implementasi SPAN/SAKTI. Olehnya itu, DSU berpesan agar satker bersiap menghadapi perubahan tersebut dengan menyediakan infrastruktur dan SDM yang memadai sebagai syarat utama implementasi SPAN dan SAKTI.
Antusiasme para bendahara begitu tinggi dalam bimtek ini. Hal itu terlihat dari hasil pretest dan posttest yang menghasilkan nilai rata-rata 70 serta keaktifan peserta dalam bertanya. Pada Bimtek ini juga diberikan penghargaan bagi peserta yang memiliki hasil posttest terbaik dan paling aktif.
Rangkaian kegiatan bimtek ini berakhir pada pukul 16.00 WITA, dengan ditutup secara resmi oleh Plh. Kepala KPPN Barabai, Subur, dengan mengutip semboyan yang disandang sebagai logo daerah Hulu Sungai Tengah yakni “Murakata”…yang berarti…Mufakat dengan seia sekata baik dalam pemikiran maupun dalam pelaksanaan…..yang memiliki pesan moril kepada bendahara satker bahwa hasil dari bimtek ini hendaknya dijadikan sebagai kesepakatan bersama antara KPPN sebagai pemberi layanan dan satker sebagai stakeholder yang dilayani untuk melaksanakan pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan yang ada.
Oleh: Amran Sakiran - Kontributor KPPN barabai








Suasana Try Out dirancang mirip dengan situasi ujian yang sesungguhnya. Selama acara berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias dalam mengerjakan semua soal-soal yang disampaikan hingga akhir acara pelaksanaan. Menurut para peserta, dari tiga jenis materi yang disampaikan, Psikotest merupakan materi yang paling sulit dan menyita waktu bagi hampir semua peserta. Apabila kita menilik kembali perkembangan jenis test yang dilakukan dari tahun 80-an hingga saat ini, materi psikotest ini merupakan salah satu materi yang baru bagi para pegawai yang latar belakang bukan penerimaan dari sarjana dan Prodip/STAN. Oleh karena itu, pada saat sesi penyampaian simulasi Psikotest, sebagian besar para pegawai merasa asing dengan jenis test tersebut. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangat para pegawai untuk memahami materi psikotest yang disampaikan namun dijadikan sebagai tantangan bahwa semuanya bisa dipelajari asal ada kemauan. Berkat latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang, para peserta akhirnya dapat mengerti materi ini namun tetap diperlukan latihan yang lebih intensif.
Antusiasme yang sangat tinggi ditunjukkan oleh satker dilingkup KPPN Sungai Penuh dan para pegawai KPPN Sungai Penuh. Hal ini dikarenakan Satker mendapatkan pencerahan mengenai perkembangan reformasi pengelolaan keuangan Negara di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual, sejalan dengan penerapan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).
“Mari kita bersama-sama bersinergi demi pencapaian akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah yang lebih baik di masa depan. Semoga Sosialisasi SAP ini dapat memberi kontribusi yang berharga bagi perbaikan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara” Sambungnya.
Pada kesempatan yang sama bu Lia, panggilan akrabnya, meminta kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti pembekalan dan terus berupaya agar berhasil lulus saat assessment. Bu Lia juga menyatakan bahwa pimpinan akan selalu memfasilitasi kemauan kuat para pegawainya tersebut dengan mengadakan belajar dan diskusi bersama selepas jam kantor. Nur Amalia pun mengungkapkan rencananya untuk membuat sebuah program latihan mengerjakan soal-soal assessment dengan mendatangkan tenaga pengajar yang berkompeten. “Saya yakin, bila bapak ibu semangatnya terus seperti ini, pasti nanti lulus semua”, tegasnya. Peserta pun mengamini pernyataannya itu.
Sementara itu, Ennoch Sindjang menegaskan bahwa diadakannya assessment adalah sebuah bukti bahwa Ditjen Perbendaharaan bersungguh-sungguh untuk berubah dalam upaya meningkat kinerjanya. Dan diselenggarakannya pembekalan merupakan sebuah bukti bahwa assessment yang dilakukan bukanlah asal-asalan atau karbitan. Di sini menunjukkan bahwa ada keinginan yang sangat kuat agar institusi ini digawangi oleh pegawai-pegawai yang benar-benar berkompeten melaksanakan tuganya.
Semua pegawai terlihat begitu ceria dan semangat mengikuti pembekalan dengan berbagai permainan yang berkaitan dengan sembilan standar kompetensi Pelaksana KPPN Percontohan. Kesepakatan meninggalkan paradigma lama terjadi untuk semua pegawai dan siap menuju perubahan menjadi pegawai KPPN Percontohan yang profesional dan memenuhi sembilan standar kompetensi. Selain itu para pegawai merasakan banyak manfaat dan pelajaran yang dapat diambil setelah pembekalan tersebut.
Kepala KPPN Karawang, Damirah Sukayati,SE., dalam sambutannya berpesan agar para pegawai bersungguh-sungguh dalam mengikuti assessment ini, sehingga dapat lulus 100%. “Seluruh pegawai KPPN Karawang harus bisa lulus assessment calon pelaksana KPPN percontohan,” ujarnya. “Siap semua?” lanjutnya bertanya kepada peserta assessment. Kemudian, terdengar jawaban lantang dari seluruh peserta assessment “Siaaap”. Pegawai KPPN Karawang memang telah mempersiapkan diri selama satu bulan penuh untuk mengikuti kegiatan assessment ini. Setiap minggu dilakukan kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) yang membahas materi hard competency, serta dibentuk kelompok belajar untuk membahas materi soft competency.
Pada bagian lainnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan Surat Direktur Jenderal Perbendaharan Nomor S-2627/PB/2012 tanggal 21 Maret 2012 tentang Pemotongan Anggaran T.A. 2012 untuk ditindaklanjuti oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan seluruh KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan.
melalui mekanisme Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dari pelaksana LPSE GKN Makassar. Materi lain yang tak kalah pentingnya adalah pemberian materi aplikasi tentang Karwas uang makan, Tunjangan guru, profesi dan aplikasi Realisasi per jenis belanja yang disampaikan oleh pelaksana KPPN Makassar II.
Rapat Koordinasi yang diselenggarakan pertama pada Tahun Anggaran 2012 ini diikuti sebanyak 53 peserta yang merupakan para pejabat eselon II, III dan IV Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh baik yang berugas di Bagian/Bidang maupun KPPN di seluruh Provinsi Aceh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan masing-masing kepala KPPN mengenai Persiapan Menuju KPPN Percontohan dan Go Live SPAN serta Rencana Penyerapan DIPA 2012 masing-masing Satuan Kerja . Keesokan harinya rakor dilanjutkan dengan evaluasi kinerja masing-masing Bidang/KPPN. Sesi tersebut dilakukan diskusi pembahasan permasalahan pelaksanaan anggaran tahun 2011 dalam rangka memberikan rekomendasi untuk perbaikannya dan langkah-langkah persiapan pelaksanaan anggaran 2012 berkaitan dengan percepatan penyerapan dan ketepatan penarikan dana dari Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga. 

