Tapaktuan, djpbn.kemenkeu.go.id. KPPN Tapaktuan yang terletak di ujung Selatan Provinsi Aceh, berlokasi sekitar 8 jam dari Kota Medan, atau sekitar 10 jam dari Kota Banda Aceh dengan kendaraan darat. Merupakan KPPN tipe A2 yang membawahi 137 satuan kerja, yang meliputi wilayah pembayaran 1 Kota dan 3 Kabupaten, yaitu Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Barat Daya, dan Kabupaten Aceh Singkil.
KPPN Tapaktuan baru-baru ini mengadakan sosialisasi di awal tahun anggaran 2012. Pada hari Sabtu (11/2) yang lalu, bertempat di aula Hotel Khairul Syah, Kota Subulussalam diadakan sosialisasi dengan mengundang para Kuasa Pengguna Anggara (KPA) satuan kerja (satker) lingkup Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil. Sebenarnya ini adalah sosialisasi kedua kalinya untuk materi yang sama setelah sebelumnya diadakan pada tanggal 11 Januari 2012 utnuk satker dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Sosialisasi bertema “Mekanisme Pencairan Dana TA. 2012” bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para KPA/Bendahara akan peraturan-peraturan di bidang Perbendaharaan serta perbaikan-perbaikan dalam mekanisme pencairan dana di Tahun Anggaran 2012 yang baru berjalan ini. Penyamaan persepsi di kalangan satker dalam bentuk sosialisasi dipandang perlu mengingat masih banyak terjadi kesalahan satker disaat mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM). “Mumpung masih di awal tahun anggaran, mari kita samakan persepsi kepada satker,” ujar Azwar, Kepala KPPN Tapaktuan.
Acara sosialisasi dimulai dengan pembacaan doa pada pukul 09.00 WIB, setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala KPPN Azwar, sembari memberikan materi tentang tata cara penyampaian SPM. Kepala Seksi Bank/Giro Pos Makdi menjadi narasumber tentang pembayaran belanja pegawai negeri sipil (PNS) oleh KPPN serta pencegahan kemungkinan terjadinya retur SP2D. Materi selanjutnya disampaikan Kepala Seksi Pencairan Dana Teguh Wrihatno tentang peraturan-peraturan yang perlu menjadi perhatian para KPA, juga dokumen apa saja yang harus dilampirkan dan yang tidak perlu dilampirkan dalam pengajuan SPM serta kesalahan-kesalahan dalam penerapan pajak. “Untuk TA 2012, SPM Gaji Induk tidak perlu melampirkan daftar gaji, hal ini sesuai PER-37/PB/2009 dan selain lebih ringkas juga akan dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian kertas,” tutur Teguh dalam presentasinya.
Kesalahan yang banyak terjadi dan berulang antara lain pencatuman BAS yang tidak tepat, uraian dalam SPTB, SPTJM dan SPM yang tidak sesuai dengan peraturan yang menyebabkan pengembalian SPM oleh KPPN diharapkan dapat diminimalisasi dengan adanya sosialisasi tersebut. Antusiasme para peserta dari Stakeholder cukup besar ini dibuktikan kehadiran yang melebihi target undangan dan dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta sosialisasi pada sesi tanya-jawab. Dan sekitar pukul 13.30 acara pun berakhir namun masih ada beberapa peserta yang masih antusias mengajukan pertanyaan masalah perbendaharaan di luar acara resmi, dan dari pihak KPPN dengan sabar tetap melayani pertanyaan para peserta sehingga peserta dapat pulang dengan hati puas.
Kontributor KPPN Tapaktuan








Mengawali kegiatan ini, KPPN Batam khususnya Seksi Verifikasi dan Akuntansi selalu mengingatkan kembali kepada seluruh satuan kerja mengenai batas waktu rekonsiliasi, batas waktu penyampaian Laporan Keuangan dan LPJ Bendahara yang dikirimkan melalui email para satuan kerja. Pada penilaian Bulan November 2011, selain dengan pengumuman tersebut KPPN Batam juga memberikan penghargaan kepada dua satuan kerja untuk Laporan Keuangan terbaik, yaitu Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Tanjung Batu, dimana waktu penyerahannya disampaikan di depan Walikota Batam, Ahmad Dahlan saat penyerahan DIPA 2012 yang bertempat di kantor Walikota Batam.
Keuangan Sat.Brimob Polda Kepri, Aipda.Sugiyono mengatakan bahwa motivasi untuk meraih peringkat satu ini adalah ingin menjadi yang terbaik dalam mengelola keuangan. Selalu mengadakan koordinasi dengan anggota bagian keuangannya serta mengadakan rapat setiap seminggu sekali untuk mengevalusai kinerja para anggotanya. Inilah beberapa kiat-kiat khusus yang diterapkan oleh Sat.Brimob Polda Kepri. Sehingga dapat meraih nilai yang terbaik pada Bulan Desember 2011 dari sebelumnya peringkat ke-41 pada penilaian Bulan November 2011.
Pada kesempatan kali inilah para pegawai Kanwil dan KPPN Banda Aceh sangat antusias mengajukan beberapa pertanyaan, salah satunya adalah Syahrawi Munte, pelaksana KPPN Banda Aceh. “Kami sangat siap dimutasikan kemanapun juga asal mendapatkan kejelasan sampai berala lama kita ditugaskan di suatu daerah, sehingga dapat mengatur apa yang harus dipersiapkan kedepannya,” kemudian ia melanjutkan, “Hendaknya mutasi pegawai itu dilaksanakan dengan memperhatikan jadwal kenaikan kelas anak,” harapnya disampaikan kepada Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian.
Sosialisasi ini merupakan yang pertama kalinya diadakan pada tahun anggaran 2012. Tema tentang penatausahaan kas dan LPJ Bendahara diambil dengan harapan bahwa untuk penatausahaan kas, pembukuan, dan penyusunan LPJ Bendahara jika telah benar dari awal maka akan berpengaruh dengan ketertiban pengelolaan keuangan pada satuan kerja. Selain itu, adanya pergantian bendahara baru pada satuan kerja berakibat kurangnya pemahaman prosedur pencairan dana, tata cara pembukuan, dan penyusunan LPJ Bendahara. Sosialisasi dihadiri 58 peserta dari satker Kab. Grobogan dan Kab. Blora. Dalam sambutan dan penyampaian materinya, Sri Utami mengatakan bahwa konsepsi baru sesuai dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan PMK nomor 73/MK.005/2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan LPJ Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor dan Satker, bendahara tidak dapat dipengaruhi oleh atasan langsung dan dapat menolak perintah bayar oleh KPA (Kuasa pengguna Anggaran) jika persyaratan tidak terpenuhi. Dengan kata lain bendahara dapat disebut sebagai bos karena perintah KPA saja bisa ditolak dan jabatan bendahara juga tidak bisa dirangkap oleh siapapun.
Hadir dalam kegiatan ini adalah Kakanwil DJPBN Prov. Sulsel, Pardiharto. Saat memberikan sambutan dan arahan dalam pembukaan acara, Parfiharto mengatakan, “APBN adalah stimulus penggerak perekonomian. Dengan semangat putra daerah yang ingin memajukan perekonomian daerahnya, mari segera realisasikan APBN 2012,”ucap Pardiharto.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Bjardianto Pudjiono dalam sambutannya mengatakan bahwa kita berharap tahun 2011 menjadi bahan evaluasi untuk menutupi kekurangan maupun kesulitan yang dihadapi, sehingga dengan forum ini kita bisa diskusikan hal-hal tersebut agar tahun anggaran 2012 kesulitan tersebut tidak kita hadapi lagi. Ditjen Perbendaharaan sebagai pembina merasa terpanggil untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pencairan dana maupun pelaporan keuangan, karena satker kementerian lain, laporan tingkat kementerian bisa mencapai opini WTP,seharusnya Kementerian Keuangan menjadi contoh yang harus dipedomani oleh kementerian lainnya. “Kita saudara dalam lingkup kementerian keuangan, Sinergi merupakan salah satu nilai kemenkeu yang harus kita jalankan, jangan terkotak-kotak karena beda eselon atau beda dirjen contohnya untuk penyerapan pajak yang baik, kita kerjasama dengan pajak untuk mengetahui pemetaan daerah mana saja yang penerimaan pajaknya lumayan besar tapi Bank persepsi sedikit atau tidak ada,” papar Bjardianto.
Pada sesi pertama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara Bilmar Parhusip memaparkan arah kebijakan belanja pemerintah pusat, program-program penanggulangan kemiskinan berdasarkan klaster penanggulangan kemiskinan, serta gambaran umum alokasi dananya baik secara nasional maupun lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara. Dijelaskan pula trend alokasi anggaran kemiskinan yang meningkat dari tahun ke tahun berhasil diikuti dengan menurunnya trend tingkat kemiskinan penduduk. Di samping itu dipaparkan pula permasalahan-permasalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan Bantuan Sosial yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, disertai strategi langkah-langkah untuk melakukan percepatan penyerapan Bantuan Sosial pada Tahun Anggaran 2012. 

