Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id, - Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia sudah teruji dapat bertahan bahkan mendorong roda ekonomi di Indonesia ketika krisis ekonomi 10 tahun silam.
“Indonesia tetap tumbuh dan tahan terhadap krisis karena pada saat itu UMKM berperan sangat aktif dalam menggulirkan roda ekonomi masyarakat, tantangannya sekarang adalah bagaimana masyarakat UMKM dapat memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang sekarang untuk mendorong perekonomian Indonesia.” ungkap Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono dalam keynote speechnya di Talkshow “Peran Teknologi Informasi Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat UMKM” di Jakarta, Rabu (20/12).
“Baru tahun ini pemerintah melalui Kementerian Keuangan menggagas pola baru bagi UMKM yaitu dengan Kredit Ultra Mikro(UMI), untuk melengkapi peran Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit yang dapat diberikan dibawah 10 juta serta kemudahan dalam proses pengajuannya. Diharapkan teknologi informasi dapat mendampingi keberhasilan program ini bagi UMKM” tambah Marwanto.
Dalam Talkshow yang dihadiri oleh Direktur Sistem Manajemen Investasi Ari Wahyuni, Direktur Utama BP3TI Anang Lathif, Founder UMKM Jagoan Dias Satria, VP of Product Amartha Aria Widyanto, dan Founder Qlapa Benny Fajarai mengupas pemberdayaan mayarakat UMKM melalui pemanfaatan tekonologi informasi diantaranya tentang bagaimana melakukan branding produk melalui website dan portofolio, kolaborasi antar pelaku UMKM, serta memanfaatkan information technology untuk mengembangkan modal UMKM.
“Kami belajar memahami apa sebenarnya masalah yang dihadapi UMKM sekarang, misalnya di Banyuwangi mereka(UMKM) punya kakao dan perkebunan kopi, tapi masalahnya bagaimana mereka meningkatkan value added produk mereka kalau tidak ditunjang dengan branding dan pemasaran keluar daerah yang baik” ungkap Dias Satria. Hal pertama yang dapat segera dilakukan dengan mudah antara lain membangun database produk UMKM serta melakukan kurasi produk supaya barang yang akan dinikmati calon konsumen merupakan produk terbaik yang bisa diberikan oleh UMKM, tambah Dias.
(DK/Foto:TAP)