Jl. H. Adam Malik No. 271 KM 8
Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu 38225

Menyeruput Harapan di Belungguk Point: Kisah Lapak Juice PRJ dan Semangat UMKM Bengkulu

 

Saat senja mulai turun di Kota Bengkulu, kawasan Belungguk Point perlahan bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup. Deretan lampu, aroma kuliner, dan riuh pengunjung menciptakan suasana khas yang kini menjadi ikon wisata baru kota ini. Di antara lebih dari seratus tenant UMKM yang memadati kawasan tersebut, sebuah lapak minuman segar tampak tak pernah sepi—Lapak Juice Buah PRJ. Lapak ini dikelola oleh Nando, seorang pelaku UMKM lokal yang telah menekuni usaha jus buah sejak bertahun-tahun lalu. Belungguk Point bukan sekadar lokasi berjualan baginya, melainkan ruang harapan dan peluang baru untuk bertumbuh.

Merintis dari Pengalaman

Nando menuturkan bahwa ketertarikannya pada usaha jus buah berawal dari pengalamannya membantu usaha pamannya sejak tahun 2017. Dari sanalah ia belajar seluk-beluk bisnis minuman segar —mulai dari pemilihan buah, racikan rasa, hingga melayani pelanggan. Bermodalkan pengalaman dan keberanian, sekitar lima hingga enam tahun lalu ia pun memberanikan diri membuka usaha sendiri.

“Usaha ini saya pilih karena sudah paham betul bagaimana menjalankannya,” ujarnya singkat namun mantap

Rasa Segar yang Jadi Andalan

Di tengah cuaca Bengkulu yang hangat, minuman segar menjadi pilihan favorit pengunjung Belungguk Point. PRJ Juice menawarkan berbagai pilihan jus buah, dengan menu andalan jus buah naga campur alpukat dan jus buah naga campur pisang. Harga yang ramah di kantong-—Rp10.000 untuk jus biasa dan Rp15.000 untuk jus campuran—membuat lapak ini digemari berbagai kalangan. Tak heran, lapak PRJ kerap diserbu pengunjung, terutama pada akhir pekan ketika kawasan Belungguk Point dipadati warga lokal maupun wisatawan.

Dampak Nyata Hadirnya Belungguk Point

Peresmian Belungguk Point di akhir tahun 2025 membawa dampak signifikan bagi pelaku UMKM, termasuk Nando. Sebelum berjualan di kawasan ini, penghasilan bersihnya berkisar Rp150.000 per malam. Kini, setelah Belungguk Point resmi beroperasi, pendapatan bersihnya meningkat menjadi Rp200.000 Rp250.000 per malam, bahkan bisa menembus Rp400.000 per malam pada malam Minggu.

“Perbedaannya terasa sekali. Ramai, tempatnya tertata, dan pengunjung merasa nyaman,” tuturnya.

Bertahan di Tengah Tantangan

Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Cuaca menjadi tantangan terbesar, terutama saat hujan yang kerap mengurangi jumlah pengunjung. Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti buah dan kemasan plastik juga menekan biaya produksi. Namun, Nando memilih strategi bertahan dengan tidak menaikkan harga jual, demi menjaga daya beli konsumen.

“Kalau harga dinaikkan, saya khawatir pembeli berkurang,” katanya.

Usaha Mandiri dan Dukungan Pemerintah

Untuk memulai usahanya, Nando mengandalkan modal pribadi yang dipadukan dengan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total modal awal yang ia keluarkan mencapai sekitar Rp38 juta, mencakup kendaraan, modifikasi lapak, peralatan, serta bahan baku. Ia mengaku sudah tiga kali memanfaatkan program KUR dan seluruhnya telah lunas.

“Program KUR sangat membantu UMKM seperti kami. Prosesnya mudah, cepat, dan tanpa jaminan,” ujarnya.

Menariknya, para pedagang di Belungguk Point tidak dikenakan biaya sewa lapak. Mereka hanya membayar iuran kebersihan Rp2.000 per malam, sebuah kebijakan yang sangat meringankan pelaku usaha kecil.

Profil Penjual Jus di Belungguk Point Bengkulu

Harapan dan Pesan Kehidupan

Sebagai pelaku UMKM, Nando menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang telah menyediakan ruang usaha legal dan terdata bagi pedagang. Ke depan, ia berharap penataan kawasan Belungguk Point, khususnya di zona merah, dapat dilakukan lebih tertib demi kenyamanan bersama. Menutup perbincangan, Nando membagikan pesan sederhana namun penuh makna bagi para perintis usaha.

“Kuncinya sabar dan tekun. Jangan mudah menyerah,” katanya.

Baginya, motivasi terbesar untuk terus bekerja keras adalah tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.

Di bawah cahaya lampu Belungguk Point, di antara gelas-gelas jus segar yang diserahkan pada pelanggan, tersimpan kisah kerja keras, ketekunan, dan harapan. Sebuah potret nyata bagaimana ikon wisata kota mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Tulisan dimuat pada Majalah Pendap Edisi XXVI yang dapat diakses dalam tautan berikut: Buletin Pendap Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu

         

Hak Cipta Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bengkulu
JL. H. Adam Malik No. 271 Km.8
Kec. Gading Cempaka, Kota Bengkulu
Bengkulu 38225
Tel: (0736) 5511-232

IKUTI KAMI

   

 

Search