- Berita
- Dilihat: 153
Evaluasi Pelaksanaan Anggaran: Mengawal Efektivitas Belanja Negara di Jawa Timur

Surabaya, 13 Agustus 2025 — Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik hingga fluktuasi harga energi dan pangan, efektivitas belanja negara menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan alokasi anggaran terbesar, kembali menjadi sorotan melalui kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) Triwulan III Tahun 2025 yang digelar oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (12/8).
Bertempat di Aula Majapahit, kegiatan ini mempertemukan pengelola keuangan dari 10 Kementerian/Lembaga (K/L) dengan pagu anggaran terbesar di Jawa Timur, mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Polri, Kementerian PUPR, hingga Kementerian Kesehatan. Forum one on one meeting ini menjadi wadah penting untuk mengidentifikasi capaian, hambatan, serta rencana tindak lanjut pelaksanaan APBN di daerah.

Menjaga Kualitas Pelaksanaan Anggaran
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kanwil DJPb Jawa Timur, Wahidin, menekankan bahwa EPA bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setelah blokir anggaran dibuka di triwulan II, percepatan penyerapan harus segera dilakukan. EPA ini menjadi sarana menggali kendala di lapangan dan menyusun solusi bersama agar target realisasi dapat tercapai dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga membahas secara mendalam realisasi anggaran triwulan II 2025, proyeksi triwulan III, capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), serta kesiapan program unggulan pemerintah.
Fokus pada Program Prioritas Nasional
Salah satu poin penting dalam EPA adalah pengawalan program prioritas nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di Jawa Timur, program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan non-formal, serta Koperasi Merah Putih untuk pemberdayaan ekonomi lokal menjadi perhatian utama.
Selain itu, infrastruktur vital seperti pembangunan bendungan, irigasi, hingga fasilitas kesehatan juga mendapat sorotan. Pengawasan terhadap kontrak pengadaan barang/jasa dilakukan secara ketat untuk menghindari penumpukan belanja di akhir tahun anggaran, yang selama ini menjadi salah satu tantangan klasik.
Tantangan: Dari Inflasi hingga Revisi Anggaran
Kondisi global memberikan dampak nyata bagi pengelolaan APBN di Jawa Timur. Kenaikan harga energi dan pangan mendorong inflasi, sehingga pemerintah harus melakukan realokasi belanja untuk subsidi energi, bantuan sosial, dan ketahanan pangan. Hal ini menuntut fleksibilitas, efisiensi, sekaligus inovasi dalam pelaksanaan anggaran.
Isu lain yang muncul adalah keterlambatan penyelesaian revisi anggaran di tingkat pusat. Meskipun Kanwil DJPb Jawa Timur mampu memproses revisi dalam 2–3 hari, beberapa satuan kerja masih harus menunggu cukup lama pada level pusat. Situasi ini berpotensi menghambat percepatan program, sehingga perlu ada strategi mitigasi yang lebih terarah.
Hasil yang Diharapkan
Melalui EPA triwulan III ini, Kanwil DJPb Jawa Timur berharap dapat:
- Meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran pada seluruh satuan kerja di wilayah Jawa Timur.
- Mendapatkan data dan informasi terbaru sebagai dasar penyusunan kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran.
- Mengidentifikasi potensi belanja yang tidak terserap, sekaligus merumuskan langkah percepatan untuk menghindari pagu minus.
EPA juga menjadi forum evaluasi terbuka antara pemerintah pusat dan daerah, memastikan bahwa setiap kendala segera mendapat solusi konkret, bukan sekadar catatan administratif.
Mengawal Anggaran untuk Kesejahteraan
Pelaksanaan EPA di Jawa Timur membuktikan bahwa pengawasan anggaran bukan hanya urusan angka di atas kertas. Lebih dari itu, ia menjadi cermin komitmen pemerintah untuk menghadirkan APBN yang sehat, adaptif, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Melalui total belanja negara yang terus tumbuh, pengendalian inflasi yang stabil, serta program prioritas yang berjalan, Jawa Timur diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana sinergi antar instansi mampu memperkuat fondasi fiskal sekaligus menjaga momentum pembangunan.
Seperti disampaikan dalam penutup acara, EPA bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pengawalan berkelanjutan. Harapannya, setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga manfaat anggaran benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur.




























