- Nasional
- Dilihat: 3859
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan: "Sebanyak 1.683 Paket Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa, Dengan TOTal Pagu Sebesar Rp284,57 Milyar Di Laksanakan Di Tahun 2014."
Liputan Focus Group Discussion Barang dan Jasa Lingkup Ditjen Perbendaharaan di Jakarta.
Jakarta, Perbendaharaan.go.id,- Untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi teknis terhadap peraturan dan prosedur pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, serta untuk meningkatkan kualitas, dan akuntabilitas di bidang pelaksanaan pengadan barang/jasa, Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengumpulkan para Pejabat Pembuat Komitmen di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan dalam sebuah acara Focus Group Discussion Barang/Jasa di Jakarta pada hari Rabu sd Jumat (11-13/06).
Hadir dalam acara FGD tersebut adalah para kepala bagian lingkup Setditjen Perbendaharaan, Auditor Madya Itjen Kementerian Keuangan, Supardjo.
Dalam pembukaan acara, Kepala Bagian Umum Setditjen Perbendaharaan, Heru Pudyo Nugroho, selaku ketua panitia, melaporkan beberapa materi yang akan di sampaikan selama FGD Barang/Jasa antara lain: pertama, current issue pengadaan barang/jasa pemerintah, kedua tata cara penyusunan HPS dan pembuatan kontrak untuk pekerjaan jasa konstruksi, ketiga, identifikasi dan mitigasi risiko dalam pengadan barang/jasa, keempat, standar prosedur pembangunan gedung dan bangunan negara, kelima, teknis pengendalian pelaksanaan pekerjaan konstruksi serta keenam, monev RUP lingkup Ditjen Perbendaharaan. Sedangkan untuk pendalaman materi dan masukan-masukan yang mungkin ada dari peserta diagendakan pada kegiatan diskusi kelompok dengan topik-topik strategis dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Haryana, dalam pengarahannya yang sekaligus membuka secara resmi acara FGD Barang/Jasa, menjelaskan dan berharap bahwa paket pekerjaan pengadaan yang harus ditangani oleh PPK di lingkungan Ditjen Perbendaharaan sebanyak 1.683 paket, dengan total pagu sebesar Rp284,57 milyar, dapat dilaksanakan sesuai denga ketentuan dan prosedur yang berlaku.
&ldquoSecara kuantitas, volume transaksi tahun ini mengalami sedikit penurunan daripada tahun 2013, namun demikian kami berharap dari sisi kualitas pengadaan diharapkan akan mengalami peningkatan.&rdquo Harap Haryana.
Haryana menyadari bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai PPK tidak mudah, karena sering dihadapkan dengan kompleksitas permasalahan dilapangan dan adanya risiko kerugian negara sampai dengan ancaman fisik, namun ada keoptimisan bahwa pelaksaan tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik asalkan sesuai dengan kententuan dan prosedur yang berlaku.
&ldquoSaya yakin dengan spirit yang kita miliki sebagai insan perbendaharaan yang dilandasi dengan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan, serta dengan berbekal kemampuan teknis di bidang pengadaan barang/jasa yang cukup, Bapak/Ibu sekalian mampu melaksanakan tugas-tugasnya.&rdquo Ungkap Haryana dihadapan 220 peserta yang mayoritas adalah PPK.
Focus Group Discussion Barang/Jasa tahun 2014 dilaksanakan selama 3 hari di Jakarta, di hari pertama atau tepatnya setelah pembukaan diisi dengan pemaparan dari Supardjo dengan materi berjudul Identifikasi dan Mitigasi Risiko Pengadaan Barang dan Jasa, di hari kedua materi dengan tema current issue Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang disampaikan oleh M. Aris Supriyanto, Kasubdit Barang dan Jasa-LKPP, kemudian materi dengan tema Monitoring dan Evaluasi RUP Lingkup Ditjen Perbendaharaan TA. 2014 disampaikan oleh Kabid Registrasi dan Verifikasi Pusat LPSE Kemenkeu, Samsul Hidayat, kemudian dilanjutkan oleh Direktur Kebijakan Pengadaan Umum-LKPP, Setya Budi Arijanto, dengan tema Tata Cara Penyusunan HPS dan Pembuatan Kontrak Pekerjaan Konstruksi. Sedangan pada hari ketiga materi berjudul Standar Prosedur Pembangunan Gedung Dan Bangunan Negara disampaikan oleh Inspektur Khusus Itjen Kementerian PU, Netty Malemna, dan dilanjutkan dengan materi Teknis Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi disampaikan oleh KSD PPERN Direktorat PBL Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Wahyu Kusumosusanto.
Oleh: Sugeng W-Media Center Ditjen Perbendaharaan








Lebih lanjut, Marwanto mengingatkan agenda lain yang harus menjadi perhatian serius adalah tugas baru Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk bisamerepresentasikan tugas-tugas Kementerian Keuangan di daerah. Marwanto mengharapkan kesungguhan Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk melaksanakan tugas-tugas BKF yang telah diserahkan mengingat pekerjaan tersebut bukan nature Ditjen Perbendaharaan .
&ldquoSaya kira ini merupakan momen yang bagus karena ini baru pertama dimana kanwil-kanwil satu pulau berkumpul melakukan rapat koordinasi, sehingga dapat melakukan sharing pengalaman diantara Kantor Wilayah dan KPPN yang berada disatu kepulauan. Karena dengan kantor yang sama, isu-isu yang dibahas merupakan isu-isu yang hampir seragam sehingga solusi yang dilakukan disalah satu kantor bisa diterapkan dengan baik dikantor daerah&rdquo pungkas ayah tiga anak ini.
Dalam arahan tersebut, disampaikan juga bahwa di bidang pelayanan, Ditjen Perbendaharaan meraih indeks kepuasan pengguna layanan di tahun 2013 sebesar 4,09 yang terus meningkat sejak tahun 2011 dan selalu berada di atas rata-rata Kementerian Keuangan. Untuk tahun 2013 yang lalu, Makassar dan Surabaya memberikan kontribusi skor kepuasan pengguna layanan tertinggi, yaitu sebesar 4,23 dari skala 5.
Selain itu, Marwanto mengingatkan bahwa hasil yang telah dicapai di tahun 2013 agar terus dipertahankan dan ditingkatkan, mengingat bahwa beberapa program tersebut masih berlanjut di tahun 2014, yaitu: pertama, penilaian Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) pada KPPN Semarang II dan KPPN Bangko kedua, pelaksanaan survei kepuasan pengguna layanan di semester II tahun 2014 yang akan berkoordinasi dengan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan < em>ketiga, penilaian tingkat kematangan manajemen risiko oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada sampel yaitu Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta keempat, penilaian tingkat penerapan pengendalian intern oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada sampel yaitu Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Senada dengan tujuan dari rakortek tersebut, Rudi Widodo dalam arahannya menyampaikan pesan kepada peserta untuk selalu melakukan koordinasi teknis, menyamakan persepsi serta menyatukan pandang terkait beberapa hal diantaranya yaitu, pertama, terkait dengan penatausahaan Penerimaan Negara melalui MPN-G2, kedua, lebih meningkatkan pemahaman terhadap PMK No. 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan Dan Tanggung Jawab Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta pemahaman terhadap Perdirjen No. 3/PB/2014.
&ldquoTerkait dengan tugas-tugas pokok yang sekiranya memerlukan pemecahan bersama, harap selalu berkoordinasi dengan kanwil dan kantor pusat dan terus dimonitoring.&rdquo Pesan pejabat yang lahir di Yogyakarta 55 tahun yang silam.
&ldquoIni akan menambah peran Ditjen Perbendaharaan terhadap realisasi anggaran pemerintah daerah, dan untuk mewujudkan terlaksananya kegiatan tersebut, diperlukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.&rdquo Imbuhnya.
Tepat pukul 8.00 WIB Dirjen Perbendaharaan yang didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, R. Wiwin Istanti, serta Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setditjen Perbendaharaan, Syafriadi, tiba di KPPN Padang dan langsung disambut oleh Kepala KPPN Padang, Subur Bahariyanto, beserta para pegawai.
&ldquoGedung yang direnovasi tidak ada artinya apabila kita tidak turut merenovasi diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Ke depannya, renovasi ini diharapkan akan menjadikan pelayanan kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat!&rdquo tegasnya. 
Memenuhi agenda berikutnya, Dirjen Perbendaharaan beserta rombongan bertolak ke KPPN Solok yang ditempuh melalui perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dari Padang. Rombongan tiba pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan peninjauan ruang &ldquopelayanan darurat&rdquo sehubungan gedung KPPN Solok tengah dalam renovasi, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan tanya jawab yang dihadiri oleh seluruh pegawai KPPN Solok. Sebelum meninggalkan KPPN Solok, Dirjen Perbendaharaan berpesan kepada seluruh pegawai KPPN Solok agar senantiasa meningkatkan pelayanan kepada 
Dalam kunjungan kerja ini Direktur Jenderal Perbendaharaan juga berkenan menghadiri acara syukuran atas selesainya renovasi gedung dan penataan 
(Oleh: Kontributor: Totok Suyanto, Rizki Dian Bareta)
Selanjutnya dalam arahannya diungkapkan pula bahwa Ditjen Perbendaharaan telah memiliki standar gedung pelayanan yang sama, dan ini sekaligus menjadi identitas pelayanan Ditjen Perbendaharaan di daerah, hal ini dapat disimpulkan dari beberapa kunjungannya di KPPN atau Kanwil Ditjen Perbendaharaan beberapa waktu sebelumnya.
Selanjutnya mengenai implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang merupakan best practice international, Ia memberikan arahan bahwa pengalaman selama piloting dan masa transisi ke SPAN memerlukan beberapa penyesuaian. 

