- Regional
- Dilihat: 2622
Satukan Langkah Optimalkan Capaian Kinerja TA 2012
Liputan Rakorda II Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng
Wonosobo, djpbn.kemenkeu.go.id - ”Dengan Rakorda II tahun 2012 Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Percepatan Penyerapan DIPA dan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat” menjadi tema dalam Rakorda II Tahun 2012 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. Acara yang dibuka oleh Kepala Kanwil, Bjardianto Pudjiono, dilaksanakan pada tanggal 22 s.d 24 Oktober 2012 dengan mengambil tempat di Hotel Kresna, Wonosobo.
Dalam sambutannya, Bjardianto Pudjiono menyampaikan bahwa Kanwil Ditjen Perbendaharaan mempunyai peran strategis dalam upaya mewujudkan misi Ditjen Perbendaharaan. Tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan adalah melaksanakan koordinasi, pembinaan, penyuluhan bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi, penyusunan laporan, verifikasi dan pertanggungjawaban di bidang perbendaharaan.
Sementara itu, ia melanjutkan, KPPN mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pebendaharaan dan bendahara umum negara. Dalam melaksanakan tugas yang berat tersebut tentunya diperlukan sinergi dari semua jajaran. Sebagai instansi vertikal di daerah kita berfungsi sebagai tulang punggung keberhasilan tugas pokok dan fungsi Ditjen Perbendaharaan.
“Mari kita bahu membahu untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan” ujarnya.
Rakorda kali ini juga mengusung materi Penilaian Kinerja yang belakangan ini menjadi trending topic dengan aplikasi e-Performance-nya. Sebagai narasumber, Kasubag Evaluasi Hasil Pemeriksaan dan Kinerja Bagian OTL, Jordan, yang menjelaskan mengenai e-Performance, diawali dari pemahaman mengenai IKU sampai dengan pemanfaatan aplikasi e-Performance tersebut pada masa depan . Pencerahan dari narasumber dapat menjawab pertanyaan dan menghilangkan kebingungan para peserta tentang pemanfaatan e-Performance.
Hawa dingin Dataran Tinggi Dieng ternyata tak mengurangi semangat peserta Rakorda untuk mengikuti seluruh rangkaian acara sampai selesai mengingat begitu padatnya agenda yang harus dilakukan oleh komisi-komisi yang berupaya menyelesaikan materi berkaitan dengan tupoksi dan persiapan menghadapi akhir tahun anggaran. Pada rakorda kali ini, Kepala Kanwil juga memberikan materi Coaching Clinic kepada seluruh peserta. Beliau menjelaskan bagaimana mengembangkan karakter untuk menjadi seorang leader yang andal dan prinsip-prinsip coaching. Coaching sangat diperlukan pada saat harus meningkatkan kinerja organisasi yang turun atau naik turun. Bahwa sukses seorang coach lebih banyak ditentukan oleh ketrampilan mendengarnya daripada ketrampilan berbicaranya sehingga mampu menjaga performa kinerja terbaik anak buah.
Pemberian penghargaan bagi KPPN yang berprestasi memberi warna lain pada Rakorda kali ini. Terdapat 4 kategori penilaian dalam pemberian penghargaan yaitu kualitas LKPP, LKKL, dan KPPN yang secara keseluruhan berkinerja baik. Pada kesempatan kali ini KPPN Kudus yang mendapat predikat sebagai KPPN yang berkinerja terbaik.
Oleh: Kontributor Tim Reportase Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jateng











Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada tiga satuan kerja dengan Laporan Keuangan terbaik berdasarkan hasil Tim Penilai KPPN Benteng. Penghargaan berupa piagam dan bingkisan ini diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Benteng kepada tiga satuan kerja terbaik, yaitu Balai Taman Nasional Takabonerate, Pengadilan Negeri Selayar dan Pengadilan Agama Selayar.
Selanjutnya, materi terkait dengan pelaksanaan tugas Ditjen Perbendaharaan sesuai amanat reformasi birokrasi dijadikan entry point untuk menggugah kembali seluruh pegawai agar senantiasa berpartisipasi dan berkontribusi dalam meningkatkan komitmen anti korupsi, anti gratifikasi. Hal tersebut sejalan dengan prinsip good governance dan clean government.
Pada kegiatan tersebut para pengelola keuangan satker diberikan pemahaman tentang arti pentingnya perencanaan kas secara umum bagi keuangan negara, secara khusus bagi BUN dan bagi satker itu sendiri, sehingga diharapkan satker memahami peran penting dan fungsinya dalam mewujudkan tata kelola Keuangan Negara yang semakin sehat dan akuntabel serta menyampaikan data perencanaan kas bukan semata-mata agar SPM yang diajukan ke KPPN tidak ditolak. Materi kedua adalah teknik penyusunan jadual rencana kerja satker selama satu tahun mendatang, yang merupakan amanat dari UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan bagaimana teknik menerjemahkan jadwal rencana kerja tersebut dalam format perkiraan penarikan dana bulanan satker serta dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi. 
m pidato sambutan kedua, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Hari Utama, menceritakan tentang perjuangan awal pembentukan KPPN Percontohan sejak tahun 2007 yang dilaksanakan secara bertahap dan kerja keras dengan bermodal sarana dan prasarana yang belum memadai dan Sumber Daya Manusia yang tidak begitu banyak. Para Pegawai KPPN Percontohan merupakan pegawai pilihan hasil assestment melalui penilaian soft competency dan hard competency. KPPN Percontohan memberikan pelayanan dengan prinsip one stop service, bisnis proses sederhana, pemanfaatan single database, pemanfaatan teknologi informasi dan dukungan SDM yang berkualitas.
dari perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Lebak yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD), Hj.Virgoyanti, juga memberikan ucapan selamat dan salam serta terima kasih dari pemerintah daerah Kabupaten Lebak, karena selama ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapat Dana Tugas Pembantuan (TP) dan Urusan Bersama (UB) melalui KPPN Rangkasbitung mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, transparan dan tanpa biaya sehingga pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lebak dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Beliau juga mengajak kepada para SKPD agar selalu berkonsultasi ke KPPN Rangkasbitung jika ada hambatan atau kesulitan dalam pelaksanaan APBN.
Memulai penyampaian materi, narasumber memaparkan definisi, pentingnya dan tujuan akhir dari excellence service. “Semangat Pagi!! Sukses Luar Biasa!!” ujar Herlin dengan semangat selaku narasumber dari Bank Mandiri. Peserta menjawab dengan salam serupa sembari mengepalkan tangan penuh antusias. Seluruh peserta tampak bersemangat mengikuti pelatihan ini ditandai dengan aktifnya para peserta. Beragam ekspresi dan pertanyaan timbul dari tiap peserta dalam kegiatan ini.
Dalam acara launching ini juga salah satu satker yang memberikan sambutan dan testimoni. Satker tersebut menyampaikan dukungan terhadap reformasi birokrasi kementerian keuangan khususnya di KPPN Percontohan. Satker merasa puas dengan pelayanan KPPN yang cepat, yaitu penyelesaian SP2D (Surat Perintah Pencairan dana) selama satu jam, bebas dari pungutan. Disamping itu satker juga merasa puas dengan penyediaan fasilitas di ruang tunggu serta keramahan dan pemberian layanan serta bimbingan kepada satker terkait masalah pencairan dana.
Pakta Integritas dihadapan semua undangan dan masyarakat bahwa KPPN Bantaeng akan memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, bebas korupsi, pungutan dan gratifikasi. Menyaksikan pernyataan terbuka tersebut, para hadirin tampak takjub dan merasakan merinding saat mendengar ketegasan dan kesungguhan dalam pembacaan pernyataaan integritas. Para hadirin pun memberikan tepuk tangan yang meriah atas pernyataan tersebut.
Soft Launching KPPN Percontohan termasuk KPPN Tanjung Pandan ini merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar Ditjen Perbendaharaan. Kerja keras jajaran Ditjen Perbendaharaan untuk memiliki kantor layanan modern yang menerapkan proses bisnis yang sederhana, sumber daya manusia yang berkualitas, memanfaatkan teknologi informasi dan nyaman di seluruh Indonesia telah terwujud, meskipun masih terdapat beberapa hal masih memerlukan penyempurnaan. KPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder Ditjen Perbendaharaan. 

