Workshop Tata Cara Penyaluran Dana Dalam Rangka Pelaksanaan APBN
Kudus, djpbn.kemenkeu.go.id – KPPN Kudus menggelar acara workshop Tata Cara Penyaluran Dana Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) satuan kerja lingkup KPPN Kudus, Kamis (21/2), di Hotel Griptha.
Acara dibuka secara langsung oleh Kepala KPPN Kudus, Saritano. Dalam sambutannya ia menghimbau kepada pengelola keuangan satker yang hadir untuk memulai penyerapan anggaran dari sekarang agar realisasi tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Saritano juga berharap agar tidak ada lagi ada retur SP2D akibat kesalahan rekening.
Dalam kesempatan tersebut, Selain dihadiri dua orang dari 104 satuan kerja lingkup KPPN Kudus, acara workshop juga dihadiri perwakilan dari empat bank operasional I mitra kerja yaitu : Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN cabang Kudus. Dengan demikian, permasalahan satuan kerja terkait dengan bank operasional I mendapat tindak lanjut dari perwakilan bank operasional I yang hadir.
Materi yang disampaikan terdiri dari 3 sesi dari KPPN Kudus dan 4 sesi disampaikan oleh masing-masing bank. KPPN Kudus menyampaikan PMK-190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, disampaikan oleh Maitimu Alfret, Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-14/PMK.05/2013 tentang Penyaluran Dana Surat Perintah Pencairan Dana dalam Rangka Implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara disampaikan oleh Sudarsih dan Materi Penatausahaan Kas dan Penyusunan LPJ Bendahara Instansi oleh Sri Isnaeni.
Perwakilan bank yang hadir dalam acara workshop menyampaikan program-program mereka dalam mengelola retur dan menghindari retur sp2d. Komunikasi dan koordinasi merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah retur. Masing-masing bank operasional memberikan contact person yang dapat membantu segala permasalahan berkaitan dengan pencairan SP2D maupun penerimaan Negara di bank mitra kerja KPPN Kudus.
Setelah perwakilan bank operasional menyampaikan paparannya, Kepala KPPN Kudus mengumumkan satuan kerja berprestasi berdasarkan 2 kategori:
Sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja tersebut KPPN Kudus memberikan kartu MURIA (MUdah, Ramah, dan tanpa bIayA). Dengan kartu Muria ini, petugas satker memiliki prioritas, yaitu: tanpa antri pada semua layanan di KPPN Kudus dan bebas memilih petugas di front office.
Di akhir acara di sediakan waktu khusus untuk Forum Discussion Group (FDG) antara KPPN Kudus, satuan kerja dengan Bank Operasional I mitra kerja KPPN Kudus, dengan moderator Saritano yaitu untuk membahas permasalahan terkait pencairan anggaran dari tingkat satuan kerja ke KPPN Kudus sampai dengan pencairan anggaran di Bank Operasional I dan membahas permasalahan di Satuan Kerja.
oleh : kontributor KPPN Kudus












Disamping itu, Hendro juga menjelaskan bahwa di sisi lain perlu digarisbawahi pentingnya Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang diamanahkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008. Penerapan penyelenggaraan SPIP menekankan pentingnya komitmen dari pimpinan instansi pemerintah sekaligus akan menjadi bukti nyata penyelenggaraan pemerintah yang sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dan menjamin akuntabilitas pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintah negara.
saat ini Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sedang berjalan di dua tahun pelaporan yaitu tahun pelaporan 2013 yang sementara bergulir dan tahun 2012 dalam kerangka mempersiapkan LKPP Audited. Persoalan pagu minus, ralat SPM dan SSBP / SSPB yang tinggi , revisi RKAKL / POK / DIPA yang tidak melihat realisasinya dan penyelesaian UP/TUP yang belum tuntas masih merupakan permasalahan yang dominan di tahun 2012. Artinya permasalahan tersebut sebenarnya ada di tingkat satker namun terbawa ke KPPN karena muara semua transaksi keuangan akan mengalir ke Bendahara Umum Negara. Artinya para pengelola keuangan harus cerdas memahami , mendalami dan melaksanakan semua prosedur terkait perencanaan, pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran. “Semoga dengan sosialisasi dan bimbingan teknis serta pemberian apresiasi oleh KPPN Jambi satker dapat lebih meningkat pemahamannya terhadap Pertanggungjawaban anggaran khususnya pelaporan keuangan,” tutup beliu mengakhiri sambutan.

Dalam acara sosialisasi tersebut juga disampaikan pemberian piagam penghargaan oleh Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Kalbar kepada enam satker UAPPAW terbaik dalam pelaksanaan rekonsiliasi dan penyampaian LKKL tingkat UAPPAW tahun 2012. Adapun keenam satker yang menerima penghargaan tersebut, antara lain: BPS Prov. Kalbar (Peringkat I), Dinas Budpar Prov. Kalbar (Peringkat II), Kanwil Kemenag Prov. Kalbar (Peringkat III), sedangkan TVRI Stasiun Pontianak (Harapan I), BPOM Pontianak (Harapan II), dan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak (Harapan III).
Wiwieng berpesan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, “Kita sudah komit dengan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yang sudah ditetapkan sejak tahun 2011, artinya bukan hanya dihafal, tetapi sudah seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena jika kita benar-benar menjalankan ke-5 poin dari Nilai-Nilai Kementerian Keuangan tersebut, dijamin kita semua masuk surga. Iya benar, bisa masuk surga semuanya”, ujarnya diikuti dengan senyuman dari seluruh pegawai KPPN Batam.
KPPN Makale berupaya memberikan gambaran umum tentang mekanisme pencairan dana, memberikan gambaran tugas pokok dan fungsi pejabat-pejabat pengelola keuangan, menyampaikan perubahan-perubahan atas aturan sebelumnya (PMK 134/PMK.06/2005, PER 66/PB/2005 dan PER-11/PB/2011), memberikan gambaran tentang penyelesaian tagihan negara, menyampaikan tata cara pengujian SPP dan penerbitan SPM, menginformasikan penyelesaian retur SP2D dan permintaan pengembalian penerimaan, menjelaskan tata cara pembayaran tagihan yang bersumber dari dana PNBP dan PHLN serta menyampaikan mekanisme koreksi/ralat SPP, SPM dan SP2D.
as, hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir dan partisipasi peserta dalam sesi tanya jawab. Pada akhir acara, Kepala KPPN Makale menyampaikan yel-yel sebagai penyemangat dan bentuk interaksi antara KPPN Makale dengan stakeholdernya. Syafrial menyerukan, “SEMANGAT SIANG!,” dengan kompak peserta menyambut, “TORAJA LUAR BIASA.”
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi dimaksud diawali dengan Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kasubbag Umum, Mardiono SH, dilanjutkan dengan Pengarahan oleh Kepala KPPN Watampone, Mushlih S.Kom, MM., sekaligus membuka secara resmi Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-190/PMK.05/2012 dan Bimtek Aplikasi SPM 2013.
KPPN Watampone senantiasa mengadakan kegiatan serupa terhadap peraturan-peraturan dalam pelaksanaan APBN yang perlu mendapat perhatian baik dari satuan kerja maupun dari KPPN selaku Kuasa BUN Daerah. (aw) 

