- Regional
- Dilihat: 2736
Langkah Awal Kanwil Ditjen Perbenbedaharaan Provinsi Bali Bersinergi bersama Kanwil Ditjen Perbendaharaan Nusa tenggara sebagai Mentor Pengelola Fiskal di Daerah
Liputan Capacity Building tentang Pengelolaan Fiskal di Daerah
Denpasar, djpbn.kemenkeu.go.id – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali dan Nusa Tenggara mengundang pakar ekonomi (regional economist) Prof. Dr. I K. G. Bendesa, M.A.D.E. dari Fakultas Ekonomi Universitas Udayana untuk melakukan Capacity Building kepada jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kamis (16/5), di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Hal tersebut dilakukan sebagai amanat Dirjen Perbendaharaan dalam implementasi PMK Nomor 169/PMK.01/2012.
Kanwil Ditjen Perbendaharaan memiliki fungsi pembinaan, koordinasi dan supervisi, serta menjadi representasi Kementerian Keuangan di Daerah sebagai Pengelola Fiskal. Melalui tugas tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat memiliki data, informasi dan kemampuan untuk melakukan analisis dan menyajikan laporan kajian fiskal tingkat wilayah (regional), yang mana memuat perkembangan ekonomi regional, pelaksanaan anggaran pusat dan daerah, pengelolaan BLU dan menajemen investasi serta analisis fiskal regional pada masing-masing wilayah. Demikian pihak penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan Capacity Building tersebut.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendendaharaan Provinsi Bali Ida Bagus Gde Kartika Manuaba dengan para Kepala Bidang, Kepala Bagian Umum, dan Tim Kajian Fiskal. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan Provinsi NTB Alfiah, dengan Kepala Bidang PP Herman Hiidayat, juga Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan NTT Herry Sunardjo, bersama Kepala Bidang PA Ahmad Sapriannoor.
Dalam kesempatan ini I K. G. Bendesa yang juga Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Udayana, memaparkan banyak hal tentang perkembangan ekonomi regional dengan sajian “AKAL SEHAT DALAM ILMU EKONOMI” ( COMMON SENSE ECONOMICS). Menurutnya, ada 10 elemen kunci dalam Ilmu Ekonomi, “Persoalan insentif, Tidak ada makan siang gratis (There is no such thing as a free lunc
h), Keputusan dibuat atas dasar marjin,Perdagangan mendorong kemajuan ekonomi,Biaya transaksi merupakan penghalang perdagangan,Keuntungan mengarahkan bisnis kepada kegiatan yang meningkatkan kemakmuran Profits,Orang memperoleh pendapatan karena membantu orang lain,Kemajuan ekonomi terjadi terutama melalui perdagangan, investasi, metode yang lebih baik, dan lembaga ekonomi yang sehat,Tangan-tangan yang tak tampak (‘invisible hand”), dp harga pasar mengarahkan pembeli dan penjual pada kegiatan yang mendorong kemakmuran umum,Terlalu sering dampak jangka panjang, atau dampak sekunder, dari suatu kegiatan diabaikan,” ujarnya.











Dalam kunjungan kerja yang berlangsung masing-masing sekitar dua jam tersebut, kedua belah pihak saling memperkenalkan visi, misi, tujuan dan tugas yang diemban instansi serta berbagai sinergi yang dapat dilakukan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dalam kata pengantarnya, Hendro Baskoro menyatakan bahwa dengan reorganisasi Ditjen Perbendaharaan sesuai PMK 169/2012, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dihadapkan pada peran yang cukup strategis sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah. Tugas baru dimaksud antara lain penyusunan konsolidasi LKPP dan LKPD, GFS, Kajian Fiskal Regional dan lainnya yang memerlukan ketersediaan data dan informasi yang komprehensif di tingkat regional serta SDM yang memiliki kompetensi analitis dalam membuat kajian tersebut. Dengan demikian, peran ini menuntut koordinasi dan kerjasama yang semakin luas mencakup berbagai kalangan di tingkat regional seperti Pemda, BI, BPS, BPK dan instansi lain yang terkait.
Dalam sambutannya pada acara penutupan sosialisasi aplikasi vera 2013 tentang PMK No. 233/PMK.05/2011 dan Perdirjen No.55/PB/2012, Kepala KPPN Bitung menyampaikan selamat kepada satker terbaik dan surat keputusan tentang penilaian satker terbaik akan dilaporkan kepada unit eselon I dan eselon II atasan satker bersangkutan, dengan harapan dapat diikuti oleh satker lainnya pada tahun 2013 dan tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh satuan kerja agar tidak memberikan gratifikasi atas pelayanan yang diberikan. Ditambahkan dalam sambutannya bahwa rekonsiliasi ke KPPN merupakan suatu kewajiban, oleh karenanya akan mendapatkan sanksi bagi yang terlambat. Ke depan, seluruh satuan kerja agar memanfaatkan teknologi informasi dalam berhubungan dengan KPPN menyongsong tahun ini akan diimplementasikan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) . Khususnya bagi satker yang lokasinya jauh seperti Kabupaten Kepulauan Talaud, diminta untuk melakukan rekonsiliasi online dengan menyampaikan Arsip Data Komputer (ADK) melalui email KPPN Bitung terlebih dahulu untuk kemudian mengirimkan hardcopynya melalui sarana tercepat.
Berdasarkan aturan baru tersebut, pihak yang berwenang dalam revisi anggaran kini adalah KPA, Eselon I kementerian/lembaga, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, dan DJA. Untuk Kanwil Ditjen Perbendaharaan sendiri, kewenangannya sebagian besar meliputi revisi dalam hal pagu tetap dan yang bersifat ralat administratif. Terkait anggaran dan revisi anggaran ini, Tiarta menegaskan bahwa, ke depannya, yang harus diperhatikan adalah bagaimana anggaran yang telah disahkan tidak hanya dapat terserap, tetapi juga bagaimana serapan tersebut efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya terkait dengan arah kebijakan fiskal 2013 beliau menyampaikan pesan kepada para Kuasa Pengguna Anggaran satker dan SKPD agar mempunyai komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas belanja negara yang menjadi tanggungjawabnya sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sejak Februari hingga April 2013, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali melakukan kunjungan kerjanya. I. G. B. Kartika Manuaba melakukan pertemuan bersama Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada tanggal 8 Februari 2013. Pertemuan tersebut menyepakati pembentukan suatu Forum Komunikasi Pengelolaan Keuangan Daerah beserta seluruh Kepala Daerah. Gubernur Provinsi Bali berpesan “Kerja sama dibidang pengelolaan keuangan negara dapat diteruskan, sebagai unit pemerintah pusat harus dapat meyakinkan saya, di dalam pengelolaan dan pemanfaatannya harus jelas, sebagai bentuk tanggung jawab,” ujarnya.
enpasar, Bupati Gianyar, Bupati Badung, Bupati Karangasem, Bupati Bangli dan terakhir Bupati Klungkung,. Semantara itu, dua kabupaten selanjutnya, yakni Buleleng dan Tabanan masih dalam penjadwalan. Kehadiran Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan selain bentuk hubungan kerja, juga menjalin tali siraturahmi antar pimpinan di daerah. Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai kepala daerah.
Acara Sosialisasi diawali dengan sambutan Kepala KPPN Saumlaki, Yohanis Mendila. Dalam sambutannya, Yohanis Mendila menyampaikan beberapa hal penting, antara lain bahwa dengan diterbitkannya PMK-190/PMK.05/2012 maka pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab para Pejabat Perbendaharaan Negara sudah menjadi sangat jelas. Terlebih lagi, saat ini lampiran SPM yang diajukan Satker ke KPPN juga menjadi lebih sederhana. Dengan kondisi tersebut, maka untuk kelancaran dan percepatan pelaksanaan pencairan dana APBN secara baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku akan semakin mudah untuk mewujudkannya. Untuk itu KPPN selaku Kuasa BUN di daerah Saumlaki ini sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh KPA/PPK/PPSPM/Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan pencairan dana APBN dengan baik dan benar secara proporsional, akurat, dan tepat waktu.
Pelatihan diadakan pada hari libur Sabtu tanggal 27 April 2013 jam 08.30 s.d. jam 16.30 di Aula KPPN Medan I, bekerja sama dengan PT. Bank Mandiri Kantor Cabang Medan. Dengan narasumber antara lain Bapak Hariyanto salah satu motivator nasional PT. Bank Mandiri dari Jakarta dan beberapa pejabat dari PT. Bank Mandiri Area Medan Imam Bonjol.
munikasi dengan mitra kerja baik secara verbal maupun non verbal harus hangat dan ramah. Senyum dari hati yang tulus ikhlas akan memberi kesan sentuhan mendalam. Kontak mata, pengungkapan maaf, dan penawaran bantuan harus selalu disuguhkan. Standar berkomunikasi melalui telepon, cara memulai dan bagaimana menjawabnya. 

